Perlindungan Hak Konstitusional Wajib Pajak dalam Pelaksanaan Coretax System Perspektif Due Process of Law
Downloads
nisasi administrasi perpajakan melalui Core Tax Administration System (Coretax System) dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan efektivitas pemungutan pajak di Indonesia. Namun, pada tahap pengawasan pra-pemeriksaan, implementasi sistem ini justru memicu anomali serius berupa penyalahgunaan wewenang birokrasi, meliputi praktik 'hitung mandiri sepihak' (unilateral calculation), ancaman pembekuan akses portal digital Wajib Pajak (coercive suspend), dan 'tawar-menawar kurang bayar' (bargaining for underpayment). Penelitian hukum normatif preskriptif-evaluatif yang diperluas ini menganalisis anomali pengawasan digital tersebut berdasarkan jaminan hak atas kepastian hukum yang adil dalam Pasal 28D ayat (1) UUD NRI 1945 serta doktrin Due Process of Law, mengevaluasi peran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44 Tahun 2026 dan PMK Nomor 55 Tahun 2026 dalam menjamin hak representasi Wajib Pajak, serta merumuskan model rekonstruksi sistemik berbasis Technological Due Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pengawasan koersif sepihak melanggar dimensi substantif dan prosedural due process of law. Kendati PMK 44/2026 dan PMK 55/2026 berhasil memperkuat standarisasi kualifikasi kuasa perpajakan dan transparansi pencatatan portal, perlindungan hak konstitusional Wajib Pajak membutuhkan empat benteng pengamanan sistemik pada arsitektur Coretax System: moratorium otomasi pembekuan (suspend gatekeeping), validasi prosedural otomatis (procedural gatekeeping), pengawasan internal berbasis kecerdasan buatan (AI-based audit trail), dan kanal pengaduan terenkripsi (encrypted whistleblowing channel).
Anggara, S. (2018). Hukum Administrasi Negara. CV Pustaka Setia.
Asshiddiqie, J. (2006). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.
Atmadja, I. G. D. (2018). Aspek Hukum Publik dan Perkembangan Teori Negara Hukum. Setara Press.
Bohari, H. (2018). Pengantar Hukum Pajak. Rajawali Pers.
Braithwaite, J. (2002). Restorative Justice and Responsive Regulation. Oxford University Press.
Caliendo, P. (2025). Algorithmic Tax Power and Constitutional Safeguards: Global Perspectives on AI, Bias, and Digital Tax Justice. Beijing Law Review, 16(3), 1861–1879. https://doi.org/10.4236/blr.2025.163094
Candra, A. (2022). Digitalisasi Administrasi Perpajakan dan Tantangan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak di Era Modern. Jurnal Administrasi Fiskal, 4(1), 12–25.
Carretta, D. (2024). Digital Taxation and Human Rights: The Strategic Role of the DEC System. Inter-American Center of Tax Administrations (CIAT).
Cheema, A. (2026). Faceless Taxman: Algorithmic Case Allocation and Due Process Safeguards. Law & Governance Legal Studies, 12(2), 45–58.
Daka, D., Safitri, R., Sau, A., & Linting, I. (2026). Pengaruh Persepsi Kemudahan Dan Persepsi Kemanfaatan Coretax System Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 5988–5999. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1908
Del Federico, L., Montanari, F., & Giorgi, S. (2021). OECD Approach on Digital Transformation of Tax Administrations and New Taxpayers' Rights. Rivista di Diritto Tributario Internazionale (DIGITAX), 2021(1), 89–110.
Djunaedi, L. R., & Yuniawaty, Y. (2026). Kepastian dan Perlindungan Hukum Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi di Indonesia Dalam Penerapan Prinsip Due Process Of Law atas Pemanfaatan Data Automatic Exchange Of Information (AEOI) Untuk Pengawasan dan Kepatuhan Pajak. UNES Law Review, 9(1), 26–43. https://doi.org/10.31933/rgnbt302
Garner, B. A. (2019). Black’s Law Dictionary (11th ed.). West Group.
Grant Thornton. (2021). Taxpayers' Basic Rights: Right to Due Process and Equal Protection of the Law. Grant Thornton Tax Insights.
Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia. Bina Ilmu.
Hartono, H., & Yusuf, Y. (2026). Digital Tax Avoidance in the Era of Core Tax Administration: Exploring Technical Loopholes and the Illusion of Compliance in Indonesia. Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Rumpun Ilmu Ekonomi (MAR-Ekonomi), 4(4), 610–623.
Indriani, D. (2025). Perjalanan Sengketa Pajak. Deepublish.
Jan, T. S., Suharto, B., & Purwanto, A. (2022). Pengadilan Pajak: Upaya Kepastian Hukum dan Keadilan Bagi Wajib Pajak (Ed. 2). Penerbit Alumni.
Kadafi, B. (2023). Peninjauan Kembali: Koreksi Kesalahan Dalam Putusan. Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Kirchler, E. (2007). The Economic Psychology of Tax Behaviour. Cambridge University Press.
Komba, E. (2025). Tax Administration and Due Process Concerns in Tax Enforcement in Tanzania. Journal of Contemporary African Legal Studies, 2(1), 67–82.
Korat, C., & Munandar, A. (2025). Penerapan Core Tax Administration System (CTAS) Langkah Meningkatkan Kepatuhan Perpajakan di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Politala, 8(1), 16–29. https://doi.org/10.34128/jra.v8i1.453
Laksana, Y., & Sudjiman, L. S. (2026). Pengaruh Implementasi Core Tax System terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia. Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Perpajakan, 3(2), 46–68. https://doi.org/10.61132/jeap.v3i2.2211
Maris, H. (2023). Penyalahgunaan Wewenang dan Diskresi Pejabat Publik dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(2), 245–268.
Muttaqin, Z. (2024). Perlindungan Hak Asasi Wajib Pajak dalam Penagihan Pajak Melalui Sistem Elektronik. Jurnal RechtVinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 13(1), 89–104.
Nathwani, K. (2024). Artificial Intelligence in Automated Decision-Making in Tax Administration: The Case for Legal, Justiciable and Enforceable Safeguards. Institute for Fiscal Studies (IFS). https://doi.org/10.1920/re.ifs.2024.0503
Nst, S. (2020). Etika Birokrasi dan Penegakan Hukum Pajak yang Berkeadilan di Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik dan Pemerintahan, 7(2), 85–101.
Nugroho, K. A. (2026). Reconstructing Administrative Due Process in Algorithm-Based Government Decision-Making. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 4(2), 1249–1269. https://doi.org/10.70308/bqe6ee88
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2020). Tax Administration 3.0: The Digital Transformation of Tax Administration. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/ca274cc5-en
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2026 tentang Persyaratan Kuasa dan Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan. (2026). Berita Negara Republik Indonesia.
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2026 tentang Konsultan Pajak dan Pihak Lain yang Bertindak Sebagai Kuasa Wajib Pajak. (2026). Berita Negara Republik Indonesia.
Prabowo, H. (2023). Penerapan Prinsip Due Process of Law dalam Penyelesaian Sengketa Pajak di Indonesia. Jurnal Yudisial, 16(3), 311–330.
Purba, A. T., Pane, A. S. A. S., Putri, H. R., Sipahutar, A. W. S., & Chalil, S. (2025). Peran Proses Penyelesaian Sengketa Pajak Terhadap Perlindungan Hak Wajib Pajak di Indonesia. Jurnal Keuangan dan Manajemen Terapan, 6(4), 310–325.
Purnamasari, N. (2025). Peran Coretax System dalam Mendorong Kepatuhan Wajib Pajak. Journal Akuntansi Manajerial, 10(1), 113–117. https://doi.org/10.52447/jam.v10i1.8714
Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5304/B/PK/Pjk/2024 tentang Penerapan Asas Legalitas dan Prosedur Sengketa Pajak Impor. (2024). Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 63/PUU-XV/2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. (2017). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 83/PUU-XXI/2023 tentang Pengujian Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. (2023). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Rahmawati, D. (2023). Prinsip Keadilan Prosedural dalam Tindakan Pemeriksaan Pendahuluan dan Pengawasan Fiskus. Jurnal Rechtidee, 18(2), 150–168.
Resmi, S. (2019). Perpajakan: Teori dan Kasus (Ed. 11). Salemba Empat.
Samekto, F. X. A. (2025). Memahami Ajaran Hukum Gustav Radbruch. RajaGrafindo Persada.
Setiawan, B. (2021). Perlindungan Hukum Bagi Wajib Pajak Terhadap Penetapan Pajak Secara Jabatan (Officie Oplegging) yang Berindikasi Sewenang-Wenang. Jurnal Arena Hukum, 14(2), 201–218.
Soekanto, S. (2019). Teori Penegakan Hukum. PT RajaGrafindo Persada.
Sonny, S., Maupa, H., & Widjaja, I. (2026). Institutional Trust and Behavioral Norms in Digital Tax Administration: An Integrative Synthesis. Journal of State Economic Research, 2(1), 1–21. https://doi.org/10.65101/jser.v2i1.493
Sutedi, A. (2022). Hukum Pajak. Sinar Grafika.
Thomson Reuters Institute. (2024). Digital Taxpayers' Bill of Rights: Transparency, Fair Treatment, and Human Intervention. Center for Taxpayer Rights Conference Report.
Thuronyi, V. (Ed.). (1996). Tax Law Design and Drafting. International Monetary Fund.
Triyanto, T. (2026). Keseimbangan Kewenangan Pemeriksaan Pajak pada Relasi Kewenangan Fiskus dan Perlindungan Hak Wajib Pajak di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(8), 1–15. https://doi.org/10.56370/jhlg.v7i8.3737
Umacina, N. (2026). Penerapan Asas Legalitas dalam Sengketa Pajak Impor Analisis Putusan Mahkamah Agung No. 5304/B/PK/Pjk/2024. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 3320–3332. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6634
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. (2021). Lembaran Negara Republik Indonesia.
Usen, C. D. (2025). Reframing "Technological Due Process" For Tax: Adapting Administrative Law Principles to AI-Driven Audits, Automated Assessments, and Risk Scoring. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(12), 881–895. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.91200070
Utomo, P. (2021). Tanggung Jawab Negara atas Kerugian Wajib Pajak Akibat Maladministrasi Birokrasi Perpajakan. Jurnal Administratio, 12(3), 210–225.
Violeta, V., & Arwanto, B. (2025). Prinsip Keadilan dalam Penentuan Tenggang Waktu Pengajuan Banding dalam Sengketa Pajak (Studi Tentang Pasal 35 Undang-Undang Pengadilan Pajak Atas Putusan Nomor 3593/B/PK/PJK/2024). Hukum Dinamika Ekselensia, 7(3), 112–128.
Wibowo, A. (2022). Eksistensi Pasal 28D Ayat (1) UUD 1945 sebagai Dasar Konstitusional Perlindungan Hukum Wajib Pajak. Jurnal Konstitusi, 19(4), 815–836.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.
Zahra, R. M., Cahyanti, F. G. W. N., Rahmawati, S. E., Sisandi, F. S. P., & Ghustomi, M. I. (2026). Digitalisasi Perpajakan Melalui Coretax: Efisiensi Administrasi dan Perlindungan Hak Wajib Pajak. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(6), 1–16. https://doi.org/10.62281/jnmamw97
Zhang, L. (2026). The Importance of Taxpayer Rights in an AI-Driven Tax Process. International Journal of Research and Technical Innovation, 11(1), 45–59.
Copyright (c) 2026 Nur Hikmah, Adelia Hikmah, Roberd Aritonang, Freddy Parlindungan Silaban, Bornak Marganda Fransisko Sihombing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







