Analisis Kegagalan Unit Pemisahan Larutan Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode Effect and Analysis)

Unit Pemisahan Larutan Failure Mode and Effect Analysis Risiko Operasional Risk Priority Number

Authors

October 12, 2026

Downloads

Perkembangan pada dunia industri manufaktur saat ini sudah menggunakan teknologi dan mesin-mesin produksi yang membawa peningkatan signifikan tehadap produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Dalam proses produksi, penggunaan kembali larutan hasil produksi sangat penting untuk efisiensi produksi. Kompleksitas operasional sering memicu terjadinya kegagalan komponen unit pemisahan larutan yang dapat mengganggu stabilitas produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kegagalan tersebut menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk merumuskan prioritas mitigasi. Melalui observasi lapangan dan penilaian parameter severity, occurrence, dan detection, diperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) sebagai dasar evaluasi. Hasil penelitian mengidentifikasi heat exchanger dan vacuum pump sebagai komponen paling kritis dengan nilai RPN masing-masing sebesar 192 dan 175, yang mengindikasikan urgensi penanganan tinggi. Sebagai strategi perbaikan, direkomendasikan langkah re-engineering pada sistem supply heat exchanger, penyediaan pompa cadangan, dan intensifikasi jadwal perawatan preventif. Penerapan FMEA dalam studi ini terbukti efektif menyediakan landasan strategis untuk meningkatkan keandalan mesin, meminimalisasi gangguan operasional, dan mendukung keberlanjutan sistem produksi.