Strategi Peningkatan Advokasi dan Fasilitasi Kebijakan untuk Mendorong Sinkronisasi Regulasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kampung KB Advokasi Kebijakan Regulasi Daerah BKKBN Sinergi Lintas Sektor

Authors

  • Jusuf Akbar
    jusufakbar21@gmail.com
    Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Indonesia
October 12, 2026

Downloads

Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mencapai cakupan pembentukan yang luas, tetapi peningkatan kualitas kelembagaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan advokasi dan fasilitasi kebijakan serta merumuskan strategi sinkronisasi regulasi daerah dalam mendukung penyelenggaraan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis kebijakan yang mencakup 22 kabupaten dan kota. Data diperoleh melalui laporan kinerja, dokumen perencanaan, catatan pemantauan program, peraturan, serta diskusi terbatas bersama analis kebijakan dan perencana program. Analisis dilakukan menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth, teknik Five Whys, kerangka tata kelola kolaboratif, dan pendekatan Bardach untuk menilai alternatif kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa hingga Desember 2025 sebanyak 3.288 desa telah membentuk Kampung KB, setara dengan 95,5% target, sedangkan 326 berklasifikasi Mandiri atau Berkelanjutan. Lemahnya sinkronisasi regulasi menjadi masalah prioritas, dengan ketiadaan pedoman advokasi internal terstandar diidentifikasi sebagai hambatan kelembagaan utama. Alternatif penyusunan pedoman memperoleh skor penilaian tertinggi dibandingkan pembentukan tim kunjungan daerah dan rapat koordinasi. Pembahasan menegaskan pentingnya instrumen advokasi yang konsisten untuk memfasilitasi komitmen pemerintah daerah sesuai kewenangan kelembagaan. Penelitian menyimpulkan bahwa penetapan pedoman advokasi dan fasilitasi kebijakan merupakan strategi kelembagaan yang layak untuk mendukung penyelarasan regulasi. Kontribusinya terhadap koordinasi, pembiayaan, dan keberlanjutan program masih berupa harapan yang perlu diuji melalui pemantauan pelaksanaan serta evaluasi.