Missio Dei sebagai Missio Dialogica: Rekonstruksi Teologi Misi Kristen dalam Dialog Antaragama

Missio Dei Missio Dialogica Misi Kristen Dialog Antaragama Dialog Ramalan

Authors

  • Remanto Tumanggor
    remanto.tumanggor@gmail.com
    Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, Indonesia
October 12, 2026

Downloads

Keberagaman agama adalah konteks utama yang membentuk teologi misi Kristen kontemporer. Gereja menjalankan panggilan misinya di tengah masyarakat yang ditandai oleh keberagaman agama, budaya, identitas, dan pengalaman religius, serta klaim yang bersaing mengenai kebenaran dan keselamatan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan teologis tentang bagaimana gereja dapat tetap setia kepada Kristus dan menjadi saksi Injil tanpa mengabaikan martabat, kebebasan, dan keyakinan penganut agama lain. Berdasarkan konsep Missio Dei, penelitian ini mengusulkan Missio Dialogica sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan mode dialogis partisipasi gereja dalam misi Tuhan. Missio Dialogica tidak dimaksudkan untuk menggantikan misi dengan dialog; melainkan, ia berusaha memahami kesaksian Kristen sebagai tindakan yang berkembang melalui keterbukaan untuk melihat, mendengar, memahami, bertemu, memberi kesaksian, dan melayani bersama mereka yang berbeda. Studi ini menggunakan pendekatan teologis konstruktif, menggunakan tinjauan literatur yang mencakup misiologi, teologi agama, dialog antaragama, teologi komparatif, dialog kenabian, dan dokumen ekumenis. Temuan menunjukkan bahwa dialog dan kesaksian tidak harus dipandang bertentangan; keduanya dapat ditempatkan dalam kerangka Missio Dei, sementara diapraksis memperluas dialog dari sekadar percakapan menjadi tindakan bersama. Penelitian ini mengusulkan model Missio Dialogica enam langkah: melihat, mendengar, memahami, bertemu, menyaksikan, dan melayani. Kebaruan studi ini terletak pada rekonstruksi hubungan konseptual antara Missio Dei, dialog, kesaksian, dan diapraksis menjadi konstruksi teologis terpadu yang tetap berakar pada Kristus, terbuka bagi "yang lain," dan berorientasi pada kehidupan bersama.