Profil Spesiasi Arsen pada Nori Komersial yang Beredar di Indonesia Menggunakan Teknik IC-ICP-MS untuk Mendukung Pengawasan Keamanan Pangan

Nori Arsen Anorganik Spesiasi Arsen IC-ICP-MS Keamanan Pangan Pengawasan Pangan

Authors

  • Purnaning Purnaning
    purnaningcute@gmail.com
    Laboratorium Pangan dan Air, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Semarang, Indonesia
  • Agustina Wulandari Laboratorium Pangan dan Air, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Semarang, Indonesia
  • Diah Suwanti Laboratorium Pangan dan Air, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Semarang, Indonesia
October 12, 2026

Downloads

Nori merupakan produk pangan berbasis rumput laut yang semakin banyak dikonsumsi di Indonesia dan berpotensi mengakumulasi kontaminan dari lingkungan, termasuk arsen. Risiko kesehatan akibat paparan arsen sangat dipengaruhi oleh bentuk kimianya, sehingga analisis berdasarkan spesiasi lebih relevan untuk mendukung penilaian keamanan pangan dibandingkan analisis arsen total. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi spesiasi arsen pada produk nori komersial yang beredar di Indonesia menggunakan teknik Ion Chromatography-Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (IC-ICP-MS) serta memberikan gambaran awal keberadaan spesies arsen yang dianalisis sebagai informasi pendukung pengawasan keamanan pangan. Penelitian dilakukan secara deskriptif-observasional terhadap enam sampel nori dari produsen dan lokasi produksi yang berbeda, termasuk produk lokal dan impor. Analisis menggunakan metode 19/PA/MA-PPPOMN/23 dengan preparasi sampel menggunakan larutan asam nitrat dan hidrogen peroksida, dilanjutkan pemisahan spesies menggunakan kromatografi ion dan deteksi ICP-MS. Hasil verifikasi metode menunjukkan presisi, linearitas, dan akurasi memenuhi kriteria yang ditetapkan. RSD As(V) dan MMA masing-masing sebesar 1,8426% dan 5,3283%, koefisien korelasi 0,9948 dan 0,9999, serta recovery 102,30% dan 100,94%. LOD dan LOQ As(V) masing-masing sebesar 0,0028 µg/g dan 0,0094 µg/g, sedangkan MMA sebesar 0,0096 µg/g dan 0,0320 µg/g. Pengujian terhadap enam sampel menunjukkan MMA dan As(V) tidak terdeteksi pada seluruh sampel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi kedua spesies berada di bawah kemampuan deteksi atau pelaporan metode pada kondisi pengujian. Temuan ini tidak dapat diartikan sebagai tidak adanya seluruh arsen anorganik karena spesies arsen anorganik lainnya belum seluruhnya dianalisis. IC-ICP-MS dapat digunakan sebagai pendekatan analitik untuk mendukung pengembangan data pengawasan keamanan pangan pada produk berbasis rumput laut.