Hubungan Asupan Makan dan Status Gizi Terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien DM Tipe II di RSUD Tabanan

type 2 dm food intake nutritional status fasting blood glucose

Authors

September 15, 2026

Downloads

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan pengendalian glikemik ketat untuk mencegah komplikasi. Faktor utama yang memengaruhi kadar glukosa darah adalah pengaturan asupan nutrisi dan kondisi status gizi. RSUD Tabanan mencatat jumlah penderita DM yang cukup tinggi, sehingga perlu dikaji faktor gizi yang berhubungan dengan kondisi pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan makan (energi, protein, lemak, karbohidrat) dan status gizi (IMT) dengan kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 di RSUD Tabanan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 44 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling di ruang rawat inap RSUD Tabanan. Instrumen Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) digunakan untuk mengukur asupan makan sebelum masuk rumah sakit, status gizi dinilai berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kadar GDP diperoleh melalui rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Rata-rata usia responden adalah 60,36 tahun dengan rata-rata kadar GDP sebesar 190,27 ± 79,82 mg/dL. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dengan kadar GDP (p=0,047; ?=0,302) dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan protein (p=0,250), asupan lemak (p=0,120), asupan karbohidrat (p=0,176), maupun status gizi (p=0,756) dengan kadar GDP responden. Semakin tinggi asupan energi maka kadar gula darah cenderung meningkat, sementara asupan zat gizi makro secara spesifik dan status gizi tidak menunjukkan keterkaitan langsung dengan kadar GDP pada penelitian ini.