Hubungan Asupan Makan dan Status Gizi Terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien DM Tipe II di RSUD Tabanan
Downloads
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan pengendalian glikemik ketat untuk mencegah komplikasi. Faktor utama yang memengaruhi kadar glukosa darah adalah pengaturan asupan nutrisi dan kondisi status gizi. RSUD Tabanan mencatat jumlah penderita DM yang cukup tinggi, sehingga perlu dikaji faktor gizi yang berhubungan dengan kondisi pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan makan (energi, protein, lemak, karbohidrat) dan status gizi (IMT) dengan kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 di RSUD Tabanan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 44 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling di ruang rawat inap RSUD Tabanan. Instrumen Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) digunakan untuk mengukur asupan makan sebelum masuk rumah sakit, status gizi dinilai berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kadar GDP diperoleh melalui rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Rata-rata usia responden adalah 60,36 tahun dengan rata-rata kadar GDP sebesar 190,27 ± 79,82 mg/dL. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dengan kadar GDP (p=0,047; ?=0,302) dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan protein (p=0,250), asupan lemak (p=0,120), asupan karbohidrat (p=0,176), maupun status gizi (p=0,756) dengan kadar GDP responden. Semakin tinggi asupan energi maka kadar gula darah cenderung meningkat, sementara asupan zat gizi makro secara spesifik dan status gizi tidak menunjukkan keterkaitan langsung dengan kadar GDP pada penelitian ini.
Abduh, M., et al. (2023). Metodologi Penelitian Kesehatan: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.
Al-Fariqi, M. Z., & Yunika, R. P. (2021). Hubungan asupan makan dan tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 133–140.
Ariska, D., et al., (2025). Analisis Status Gizi dan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Metabolik. Jurnal Nutrisi dan Kesehatan, 13(2), 77-84.
Aulia, R., et al., (2022). Analisis Asupan Lemak Total Terhadap Profil Glikemik Pasien Rawat Inap. Journal of Nutrition College, 11(3), 88-95.
Decroli, E. (2022). Diabetes Melitus Tipe 2. Padang: Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unand.
Dinar, I. G. A. A. A., Sukraniti, D. P., & Mataram, I. K. A. (2024). Perubahan pengetahuan, sikap, praktek diet dan kadar gula darah sesudah konseling gizi pada penderita diabetes melitus rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan. Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science, 13(4), 210–216.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2024. Denpasar: Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Gotera, W., et al., (2024). Korelasi Lemak Viseral dengan Gula Darah Puasa pada Penduduk Dewasa. Jurnal Penyakit Dalam Udayana, 8(1), 30-38.
Gunadi, R., & Kumala, M. (2021). Perubahan Komposisi Tubuh dan Status Gizi pada Lansia. Jurnal Geriatri Indonesia, 4(2), 55-62.
Haryono, A., & Handayani, S. (2021). Pengaruh Stres Metabolik dan Kortisol terhadap Glikemik Pasien Rawat Inap. Jurnal Klinis, 12(4), 201-209.
Jayanti, K. D., & Fitriyani, N. (2022). Gambaran karakteristik pasien diabetes melitus di Puskesmas Semen tahun 2021. Jenggala: Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan, 1(1), 56–62.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Hasil Utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa. Jakarta: Kemenkes RI.
Khoiroh, N., et al., (2022). Validasi SQ-FFQ dan Food Recall pada Kelompok Dewasa. Media Gizi Indonesia, 17(2), 150-158.
Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of Sample Size in Health Studies. Chichester: John Wiley & Sons.
Malik, M. L., et al., (2024). Faktor risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wonomerto. Calvaria Medical Journal, 2(2), 104–112.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2021). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB PERKENI.
Petrus, M., et al., (2023). Hubungan Asupan Karbohidrat dan Beban Glikemik dengan GDP. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(4), 112-120.
Sari, N. L. P. C. K., et al., (2023). Hubungan asupan karbohidrat dan status gizi dengan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II. Jurnal Ilmu Gizi, 13(3), 181–196.
Sari, N. L. P. C. K., et al., (2025). Faktor-Faktor Pengendalian Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus di Fasilitas Kesehatan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 21(1), 12-20.
Sari, R., & Legiran. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif Bidang Kedokteran. Palembang: NoerFikri Offset.
Sitanggang, P. G., et al., (2025). Faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 pada pegawai pemerintah di Indonesia (Analisis Data SKI Tahun 2023). Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, 4(3), 291–305.
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Evaluasi validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kuantitatif: Sebuah studi pustaka. Journal of Education Research, 5(4), 5599–5609.
Syauqy, A., et al., (2021). Reproducibility and validity of a food frequency questionnaire (FFQ) developed for middle-aged and older adults. Nutrients, 13(11).
Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). (2020). Data Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Taufik, M. A., et al., (2025). Hubungan pola makan dengan kadar gula darah puasa (GDP) pada pasien diabetes melitus tipe 2. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(10), 4441–4449.
Wahab, A., et al., (2022). Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Yolanda, R. G., et al., (2023). Hubungan IMT dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes. SEHAT: Jurnal Kesehatan Terpadu, 2(3), 330–338.
Copyright (c) 2026 Wisnu Aria Wardana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







