Kontribusi Beban Panas Internal dari Sistem Pencahayaan Terhadap Peningkatan Temperatur Udara dalam Ruang Ibadah
Downloads
Kota Kupang memiliki iklim sabana tropis dengan temperatur udara berkisar antara 26°C hingga 35°C sepanjang tahun, sehingga kenyamanan termal menjadi faktor penting dalam perancangan bangunan, terutama pada bangunan ibadah dengan kapasitas penghuni yang besar. Gereja Santo Yosep Pekerja Penfui Kupang menjadi fokus penelitian karena wilayah Nusa Tenggara Timur menempati urutan pertama jumlah umat kristiani di Indonesia dengan 2,9 juta jiwa, dan Kota Kupang menduduki peringkat pertama dengan 789.042 umat (85,11% dari total populasi). Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi beban panas internal dari sistem pencahayaan terhadap peningkatan temperatur udara dalam ruang ibadah. Metode yang digunakan adalah eksperimental terkontrol dengan mengisolasi efek panas lampu dari variabel manusia dan panas matahari, yaitu dengan mengosongkan ruang ibadah, mematikan AC, menutup seluruh jendela dan pintu, kemudian menyalakan sistem penerangan sebagai variabel bebas, sementara temperatur udara dalam ruang sebagai variabel terikat diukur secara kontinu menggunakan CO2/Temp/RH Data Logger selama 1 jam operasional lampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pencahayaan 1.575 watt (menggunakan BF=1,05) menyumbang beban panas internal sebesar 8,8 W/m² dan berpotensi meningkatkan temperatur udara dalam ruang sebesar 2,1°C setelah 1 jam operasional lampu. Kenaikan temperatur ini cukup signifikan dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan termal bagi pengguna ruang ibadah. Oleh karena itu, diperlukan penambahan sistem pendingin ruangan berupa AC, kipas angin, serta pengaturan bukaan dan sirkulasi udara yang tepat untuk mengatasi permasalahan kenyamanan termal dalam ruang gereja.
Amin, A. R. Z. (2022). Evaluasi pencahayaan alami dan buatan pada ruang kuliah Fakultas Sains dan Teknologi Unika Musi Charitas. Arsir, 5(2), 77–89.
Ariestadi, D., Alfianto, I., & Sulton, M. (2014). Kriteria Kinerja Energi Untuk Kenyamanan Termal Pada Bangunan Fasilitas Pendidikan Tinggi Di Indonesia Analisis Dengan Metode Important Performance Analysis. RUAS, 12(1), 31-41.
BSN (2020). Konservasi energi pada sistem pencahayaan.SNI
Budyowati, N. (2002). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi beban penyejukan pada bangunan yang menggunakan sistem pengkondisian udara ( studi kasus gedung kantor pusat politeknik negeri manado)
Ghunadi, G., & Fatimah, D. (2021). Tinjauan Pencahayaan Buatan Dalam Membangun Suasana Ruang Pada Pameran Tematik. DIVAGATRA-Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain, 1(1), 48-60.
Illahi. S. N. (2020). Analisis konservasi energi pada sistem pencahayaan dan sistem pendingin di kantor sekretaris daerah kabupaten garut.
Mandala, A. (2015). Desain ruang dan pencahayaan buatan untuk mendukung suasana kontemplasi pada gereja katolik regina caeli, jakarta
Mandala, A. (2015). Desain Ruang dan Pencahayaan Buatan untuk Mendukung Suasana Kontemplasi pada Gereja Katolik Regina Caeli, Jakarta. ATRIUM: Jurnal Arsitektur, 1(2), 181-195.
Muthoharoh. W. (2022). Analisis Tingkat Kebisingan, Pencahayaan, Dan Iklim Kerja Panas Bengkel Motor Resmi (Studi Kasus: Ud. Utama Motor Sleman)
Pelealu, S. J. (2017). PENCAHAYAAN BUATAN DALAM GEREJA KATOLIK. Jurnal Arsitektur DASENG, 6(1), 53-62.
Prakoso, N. A., Lamahala, A. K., & Sentanu, G. (2014). Kajian Penerapan Material pada Selubung Bangunan yang Mempengaruhi Kenyamanan Termal dan Visual. Reka Karsa: Jurnal Arsitektur, 2(2).
Rahma, P. (2020). Perancangan Tata Cahaya Buatan dengan Konsep Efisiensi Energi Pencahayaan Kualitatif pada Masjid Baiturrahman, Ciputat, Tangerang Selatan.
Setiawan, B., & Hartanti, G. (2014). Pencahayaan buatan pada pendekatan teknis dan estetis untuk bangunan dan ruang dalam. Humaniora, 5(2), 1222-1233.
Suyono, B., & Prianto, E. (2017). Kajian sensasi kenyamanan termal dan konsumsi energi di Taman Srigunting Kota Lama Semarang. 18–25.
Widyakusuma, A., & Zainoeddin, A. M. (2022). Ruang Ibadah Pada Bangunan Masjid Darul Ulum Pamulang Ditinjau Dari Sisi Kenyamanan Thermal. Jurnal KaLIBRASI: Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri, 5(1), 22-44.
Wiyanto, A. F. E. (2021). Analisis pencahayaan alami dan buatan pada ruang kantor terhadap kenyamanan visual pengguna. Jurnal Patra, 3(1), 33-42.
Copyright (c) 2026 Romanan Claudia Kenshi Balla, Antoius Ardiyanto, L.M.F. Purwanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







