Integrasi Revisi Geometri, Pengendalian Rembesan, dan Drainase untuk Meningkatkan Kestabilan Lereng Tambang

faktor keamanan kestabilan lereng optimasi drainase pengendalian rembesan tambang terbuka

Authors

August 31, 2026

Downloads

Ketidakstabilan lereng tambang terbuka mengancam keselamatan pekerja, kesinambungan operasi, keandalan infrastruktur, dan pencapaian produksi, terutama ketika geometri yang tidak memadai berinteraksi dengan rembesan dan gangguan drainase. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara faktor penyebab ketidakstabilan, tindakan perbaikan terpadu, dan perubahan kestabilan lereng setelah intervensi. Penelitian menggunakan desain evaluatif teknik dengan pendekatan sebelum dan sesudah pada Bagian A dan Bagian B. Data diperoleh melalui observasi lapangan, hasil analisis kestabilan lereng yang tersedia, serta pemeriksaan kondisi drainase dan rembesan. Kestabilan dinilai berdasarkan faktor keamanan (FK) dan probabilitas kelongsoran (PK), dengan FK pascaperbaikan di atas 1,30 sebagai kriteria keberhasilan teknis. Kondisi awal menunjukkan FK 1,022 dan PK 35,7% pada Bagian A, serta FK 1,011 dan PK 49,0% pada Bagian B, sehingga Bagian B menjadi prioritas penanganan. Temuan lapangan mencakup longsoran sidewall, genangan akibat rembesan pada jenjang, material bekas timbunan yang mudah bergerak, serta saluran drainase yang tertutup material longsoran. Intervensi terpadu berupa revisi geometri, pengendalian rembesan, penataan material, pemulihan dan optimalisasi drainase, serta pemantauan meningkatkan FK kedua bagian hingga melampaui 1,30. Penelitian menyimpulkan bahwa stabilisasi lereng berkelanjutan memerlukan siklus geoteknik-hidrologi terpadu yang didukung pemantauan adaptif, bukan sekadar perbaikan geometri secara terpisah. Pendekatan ini juga memperkuat pengendalian risiko dan respons operasional terhadap perubahan lapangan.