Teknik Komunikasi Persuasif dalam Konten Deinfluencing: Studi Analisis Isi Akun TikTok @itscasriani

deinfluencing konsumerisme konten sosial media teknik komunikasi persuasif tiktok

Authors

August 31, 2026

Downloads

Pemasaran melalui influencer di media sosial dapat mendorong konsumsi berlebihan sehingga memunculkan konten deinfluencing yang mengkritik budaya konsumerisme dan mengajak audiens mengambil keputusan pembelian secara lebih bijak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi teknik komunikasi persuasif dalam konten deinfluencing pada akun TikTok @itscasriani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi Krippendorff. Data dikumpulkan melalui observasi digital, dokumentasi, dan studi pustaka. Dengan teknik purposive sampling, penelitian menganalisis 46 video bertagar #deinfluencing yang diunggah pada Januari 2024 hingga Juli 2025. Analisis dilakukan melalui tahapan unitizing, sampling, recording atau coding, reducing, inferring, dan narrating, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 video menggunakan teknik komunikasi persuasif, sedangkan 16 video atau 35% tidak memperlihatkan teknik persuasif yang dapat diidentifikasi. Teknik tataan menjadi teknik tunggal paling dominan dengan persentase 24%, diikuti teknik ganjaran 13% dan integrasi 7%. Sejumlah video mengombinasikan teknik tataan dengan ganjaran, integrasi, atau asosiasi, sedangkan teknik red-herring tidak ditemukan. Teknik tersebut digunakan untuk menata argumen, menonjolkan manfaat atau risiko, membangun kedekatan emosional, dan mengaitkan pesan dengan tren aktual. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi persuasif dalam deinfluencing mengalami pergeseran fungsi, dari mendorong konsumsi menjadi sarana membangun kesadaran kritis dan perilaku konsumen yang lebih selektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.