Implementasi CSR Rumah Makan Pagi Sore dalam Membangun Tanggung Jawab Karyawan Melalui Strategi Employee Relations (Studi Kasus : Berbagi Berkah Ibadah Umrah)

CSR internal Employee Relations tanggung jawab karyawan studi kasus Rumah Makan Pagi Sore

Authors

August 26, 2026

Downloads

Corporate Social Responsibility (CSR) internal tidak hanya dipahami sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan, tetapi juga sebagai strategi komunikasi organisasi dalam membangun hubungan dengan publik internal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program CSR Internal “Berbagi Berkah Ibadah Umrah” oleh Rumah Makan Pagi Sore Merah melalui strategi Employee Relations dalam membangun tanggung jawab karyawan serta mengidentifikasi kendala pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap lima informan, yaitu satu pihak manajemen dan empat karyawan, yang terdiri atas dua penerima program dan dua karyawan yang belum menerima program. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, serta audit trail, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui seleksi berdasarkan masa kerja, kedisiplinan, integritas, dan Key Performance Indicator (KPI), yang berperan dalam membangun rasa dihargai, kepercayaan, dan tanggung jawab karyawan. Kendala pelaksanaan meliputi penyesuaian operasional, perbedaan persepsi terhadap penghargaan, persepsi keadilan seleksi, komunikasi satu arah, dan keterbatasan kuota. Berdasarkan perspektif Triple Bottom Line, program memberikan manfaat pada aspek profit melalui produktivitas, people melalui kesejahteraan dan keterikatan karyawan, serta planet melalui terciptanya lingkungan kerja harmonis. Penelitian menyimpulkan bahwa CSR internal berbasis nilai spiritual dapat menjadi strategi Employee Relations yang efektif, meskipun diperlukan peningkatan komunikasi dua arah dan transparansi seleksi.