Implementasi Corak Sarung Samarinda Terhadap Elemen Citra Bangunan di Kawasan Citra Niaga Samarinda

Sarung Samarinda citra bangunan kawasan bersejarah Citra Niaga identitas lokal

Authors

September 7, 2026

Downloads

Kawasan Citra Niaga Samarinda merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki nilai penting sebagai pusat perdagangan, interaksi sosial, dan aktivitas masyarakat kota, sekaligus berperan sebagai representasi identitas visual perkotaan yang mencerminkan karakter khas kota. Namun, identitas lokal yang tercermin pada citra bangunan di kawasan tersebut masih belum merepresentasikan budaya Samarinda secara optimal. Salah satu potensi budaya lokal yang dapat diangkat adalah corak Sarung Samarinda, yang memiliki nilai filosofis mendalam, karakter visual yang khas, serta makna budaya yang kuat dan telah menjadi identitas turun-temurun masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi corak Sarung Samarinda ke dalam elemen citra bangunan di kawasan bersejarah Citra Niaga Samarinda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai konteks kawasan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi literatur, serta wawancara mendalam dan semi-terstruktur dengan budayawan, pengrajin Sarung Samarinda, akademisi, dan pihak pengelola kawasan sebagai narasumber kunci. Analisis dilakukan melalui identifikasi karakter visual dan makna filosofis corak Sarung Samarinda, identifikasi elemen-elemen citra bangunan kawasan, serta analisis kesesuaian antara karakter corak dengan berbagai elemen bangunan yang berpotensi menjadi media implementasi. Hasil penelitian berupa strategi implementasi dalam bentuk rekomendasi konkret mengenai pemilihan corak, penempatan, dan bentuk penerapan pada elemen fasad, ornamen, serta elemen estetika bangunan lain yang sesuai dengan nilai budaya Sarung Samarinda dan karakter kawasan bersejarah Citra Niaga. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas lokal, meningkatkan citra kawasan, dan menjadi acuan dalam pengembangan kawasan bersejarah yang berbasis budaya lokal, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya Kalimantan Timur secara berkelanjutan.