Implementasi Corak Sarung Samarinda Terhadap Elemen Citra Bangunan di Kawasan Citra Niaga Samarinda
Downloads
Kawasan Citra Niaga Samarinda merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki nilai penting sebagai pusat perdagangan, interaksi sosial, dan aktivitas masyarakat kota, sekaligus berperan sebagai representasi identitas visual perkotaan yang mencerminkan karakter khas kota. Namun, identitas lokal yang tercermin pada citra bangunan di kawasan tersebut masih belum merepresentasikan budaya Samarinda secara optimal. Salah satu potensi budaya lokal yang dapat diangkat adalah corak Sarung Samarinda, yang memiliki nilai filosofis mendalam, karakter visual yang khas, serta makna budaya yang kuat dan telah menjadi identitas turun-temurun masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi corak Sarung Samarinda ke dalam elemen citra bangunan di kawasan bersejarah Citra Niaga Samarinda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai konteks kawasan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi literatur, serta wawancara mendalam dan semi-terstruktur dengan budayawan, pengrajin Sarung Samarinda, akademisi, dan pihak pengelola kawasan sebagai narasumber kunci. Analisis dilakukan melalui identifikasi karakter visual dan makna filosofis corak Sarung Samarinda, identifikasi elemen-elemen citra bangunan kawasan, serta analisis kesesuaian antara karakter corak dengan berbagai elemen bangunan yang berpotensi menjadi media implementasi. Hasil penelitian berupa strategi implementasi dalam bentuk rekomendasi konkret mengenai pemilihan corak, penempatan, dan bentuk penerapan pada elemen fasad, ornamen, serta elemen estetika bangunan lain yang sesuai dengan nilai budaya Sarung Samarinda dan karakter kawasan bersejarah Citra Niaga. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas lokal, meningkatkan citra kawasan, dan menjadi acuan dalam pengembangan kawasan bersejarah yang berbasis budaya lokal, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya Kalimantan Timur secara berkelanjutan.
Adhiarza, G. R. (2025). Revitalisasi kawasan bersejarah Kantor Pos Lama Pontianak sebagai daya tarik wisata kota: Kajian persepsi, potensi dan strategi pengelolaan. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 6(1), 113–124.
Agustiananda, P. A. P., & Sholihah, A. B. (2026). JAUR transformation of sense of place in Citra Niaga area. Journal of Architecture and Urbanism Research, 9(2), 569–578. https://doi.org/10.31289/jaur.v9i2.15874
Andreas, A., & Dkk. (2014). Karakteristik lingkungan dan perilaku masyarakat kawasan permukiman nelayan di sekitar Teluk Kendari. Jurnal Arsitektur NALARs, 13(2), 89–98.
Effendi, A. S. (2025). Pengembangan kapasitas wirausaha bagi pelaku UMKM untuk peningkatan ekonomi lokal di kawasan Citra Niaga Kota Samarinda. CENDIKIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 109–123.
Gazali, I. (2017). Revitalisasi kawasan Citra Niaga Samarinda. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 1(2), 131. https://doi.org/10.30822/artk.v1i2.129
Hidayanto, A. F. (2023). Identitas lokal Samarinda dalam kemasan makanan tradisional sebagai identitas daerah. SERENADE: Seminar on Research and Innovation of Art and Design, 2(1), 367–380.
Ikhwan, M., Winoto, E., Agustiananda, P. A. P., & Sholihah, A. B. (2025). Adaptive reuse bangunan cagar budaya di kawasan komersial: Studi kasus SD Netral C Yogyakarta. Jurnal Kolaborasi UNPAND, 5(2), 210–230.
Jiu, F. X. G. (2022). Analisis elemen-elemen pembentuk citra Kota Samarinda di Kalimantan Timur. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Majid, A. (2026). Penerapan kajian hermeneutika terhadap hadis. UINSI Samarinda.
Misavan, D. F., & Gultom, B. J. (2014). Pengaruh pembaruan fasad bangunan terhadap karakter visual kawasan, studi kasus: Jalan Tanjungpura Pontianak. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 1(2), 1–16. https://doi.org/10.26418/lantang.v1i2.18796
Nurahma, T., & Avenzoar, A. (2026). Analisis elemen fasad bangunan dalam membentuk sense of place: Studi kasus kawasan Bosbow Madiun. JAUR: Journal of Architecture and Urbanism Research, 9(2), 432–442. https://doi.org/10.31289/jaur.v9i2.14759
Pramesty, P. S. (2022). Perca bahasa: Indonesia dalam kritik dan esai. Guepedia.
Primanisa, Q., & Rukayah, R. S. (2024). Penerapan budaya lokal tanjak pada fasad bangunan (Studi kasus: Bangunan instansi pemerintah Kota Palembang). Jurnal Arsitektur ARCADE, 8(4), 402–406.
Puspitasari, M., & Perkasa, A. W. A. P. (2023). Taman arkeologi Onrust: Merentang sejarah pertahanan hingga menjadi destinasi wisata budaya berkelanjutan. CV Intelektual Manifes Media.
Putra, H. M. A., & Thamrin, N. H. (2017). Kajian penggunaan elemen arsitektur lokalitas Kaltim pada gedung pemerintah di Kota Samarinda. Kreatif, 5, 95–102.
Putro, R. T. T., & Nyoman, M. V. N. (2022). Pengembangan motif kain Samarinda kombinasi sarung dan batik sebagai sebuah identitas daerah. Prosiding Seminar Nasional Desain Sosial (SNDS), 4, 162–169.
Rahadiansyah, K. A., & Djono, D. (2026). Eksistensi kawasan cagar budaya Kota Lama Surabaya sebagai objek wisata sejarah. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 8(2), 534–555.
Rahmawati, N. P. N. (2010). Sarung tenun Samarinda. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.
Ramadhan, M. A. A., & Suryadjaja, R. (2024). Analisa kebutuhan ruang pada kawasan perbelanjaan Citra Niaga Samarinda. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 6(2), 1937–1948. https://doi.org/10.24912/stupa.v6i2.30938
Robby Nugraha, F. (2025). Integrasi budaya lokal dalam arsitektur brutalisme: Youth Cultural Center Bandung. 5(1), 750–766.
Savitri. (2013). Estetika fasad pada bangunan kolonial 1920–1940. Jurnal Seni Rupa, 1(1), 11. https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/atrat/article/view/402
Sitohang, N., Yanny, A., Afni, R., Anggraini, D. P., Sihite, A. M. H., Nasution, S. W., & Alasi, T. S. (2026). Ritel cerdas: Strategi pemasaran ritel modern. Media Publikasi Idpress.
Swastika, N. D., Aliyah, I., & Yudana, G. (2022). Kajian perkembangan ruang publik bersejarah di pusat kota (Studi kasus: Taman Sriwedari sebagai kebun raja di Kota Surakarta). Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 17(1), 43–54.
Copyright (c) 2026 Muhammad Fadikurrohman, Robert Rianto Widjaja , V.G.Sri Rejeki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







