Model Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Penanganan Kekerasan Seksual terhadap Anak
Downloads
Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu persoalan sosial yang membutuhkan penanganan secara komprehensif, kompleksitas permasalahan tersebut menunjukkan bahwa penanganan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Kabupaten Indramayu. Informan penelitian dipilih secara purposif dari pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak, yaitu P2TP2A, UPPA Polres Indramayu, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, dan Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu (YSPDA). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Kabupaten Indramayu. Informan penelitian dipilih secara purposif dari pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak, yaitu P2TP2A, UPPA Polres Indramayu, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, dan Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu (YSPDA). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan telah berjalan melalui koordinasi lintas sektor, rujukan kasus, komunikasi informal, serta pembagian peran sesuai kewenangan masing-masing lembaga. Hubungan antarlembaga didukung oleh kepercayaan, pengalaman kerja bersama, dan kesadaran akan keterbatasan sumber daya sehingga mendorong terciptanya saling melengkapi dalam penanganan kasus. Namun, efektivitas kolaborasi masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain belum tersedianya forum koordinasi yang bersifat permanen, belum adanya standar operasional prosedur lintas sektor yang terintegrasi, serta koordinasi yang masih bersifat responsif terhadap kasus dibandingkan preventif. Kolaborasi tersebut telah memberikan dampak positif berupa meningkatnya akses layanan bagi korban, terbentuknya sistem rujukan yang lebih cepat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak dari kekerasan seksual.
Adhikari, B., Dahal, A., Mishra, A., Mshamu, S., Shrestha, N., Seidlein, L. von, & Vallières, F. (2026). Mapping the global prevalence and socioecological drivers of child sexual abuse: a systematic review and synthesis. In BMJ Paediatrics Open (Vol. 10, Number 1). BMJ Publishing Group. https://doi.org/10.1136/bmjpo-2025-004423
Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is Qualitative in Qualitative Research. Qualitative Sociology, 42(2), 139–160. https://doi.org/10.1007/s11133-019-9413-7
Azijah, F. (2024). A Collaborative Governance in Preventing Child Sexual Violence as an Effort to Achieve Child-Friendly Regency in Purwakarta, Indonesia. TRANSFORMASI: Jurnal Manajemen Pemerintahan, 155–182. https://doi.org/10.33701/jtp.v16i2.3909
Bonur Tamayati Pardosi, R., & Supriady Bratakusumah, D. (2024). ANALISIS PENERAPAN COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PENURUNAN TENGKES/STUNTING: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW. http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/admpublik/iex
BPSIndramayu. (n.d.). kabupaten-indramayu-dalam-angka-2024.
Cahya Winanti, A. (2023). Implementasi Strategi Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Pengembangan Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat di Kabupaten Serang. In Indonesian Journal of Social and Political Sciences (Vol. 4, Number 2).
Cahyono, A. S., Dewi, R. S., Zauhar, S., Domai, T., & Siswidiyanto. (2023). Collaborative Governance Dalam Pelayanan Perlindungan Anak Di Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 4(3).
Costa, M. J., & Sani, A. I. (2024). The Participation of Children and Young People in the Child Protection System: A Systematic Review. In Social Sciences (Vol. 13, Number 10). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/socsci13100548
Crispin, A. (n.d.). This rapid evidence review was written by Vimala. Retrieved www.childfrontiers.com
Dovi, A. T., Macaulay, J. L., Repine, A., De Jong, A., Williams, R. E., & Deutsch, S. A. (2022). Multidisciplinary Team Approach to Addressing Child Sexual Abuse at Nemours Children’s Health, Delaware. Delaware Journal of Public Health, 8(2). https://doi.org/10.32481/djph.2022.05.004
Eilfgang, J., Bayer, L., Cigelski, M., Mensing, F., von Seeler, I., Sewald, H., & Pülschen, S. (2024). Collaboration between Criminal Justice and Child Protection in Cases of Child Sexual Abuse: Unveiling Inhibiting and Facilitating Factors. Child Abuse Review, 33(2). https://doi.org/10.1002/car.2868
Fithriyyah, M. U., & Nurkholiva, A. (2026). The Implementation of Collaborative Governance in Addressing Child Sexual Violence in Pekanbaru City, Indonesia. 21(1). https://doi.org/10.24090/yinyang.v21i1.16137
Gupta Sheema Sen. (2023). Spotlight on the UNICEF Child Protection Fund Results achieved in 2022 to ensure sustainable impact for the protection of children.
Hale, H., Bracewell, K., Bellussi, L., Jenkins, R., Alexander, J., Devaney, J., & Callaghan, J. E. M. (2026). The Child Protection Response to Domestic Violence and Abuse: a Scoping Review of Interagency Interventions, Models and Collaboration. Journal of Family Violence, 41(4), 653–673. https://doi.org/10.1007/s10896-024-00681-4
KemenPPPA. (n.d.). Info Grafik Kekerasan Terhadap Anak.
Kismartini, K., Widowati, N., Syaharani, S. P., & Pramudita, A. G. (2022). Penta Helix Collaboration dalam Pemberantasan Korupsi untuk Mewujudkan Good Governance di Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara), 10(2), 401–415. https://doi.org/10.47828/jianaasian.v10i2.116
KP2MI. (2024, October 14). Bahas Kasus TPPO di Myanmar, BP2MI Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Indramayu. Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Mamengko, R. P. (2024). Peran Keterlibatan Multi-Stakeholder Penta-Helix dalam Pengembangan Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Sektor Pariwisata. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 20(1).
McPherson, L., Gatwiri, K., Vosz, M., MacNamara, N., Mitchell, J., & Tucci, J. (2025). Approaches to Assessment and Intervention with Children and Young People who have Experienced Child Sexual Abuse: A Review of Reviews. Journal of Child and Adolescent Trauma, 18(2), 279–291. https://doi.org/10.1007/s40653-025-00702-4
Newman, A., Tummala, P., Crofford, E., Deblinger, E., Graveson, C., Greenbaum, J., Harrison, D., Winter, R., & Katz, C. (2025). Building a collaborative path: A twelve-step framework to combat child sexual abuse in every community. Child Protection and Practice, 6. https://doi.org/10.1016/j.chipro.2025.100204
Putri Ananda Arsyi, & Hertati Diana. (n.d.). Kolaborasi Model Pentahelixdalam Percepatan Penurunan Stuntingdi Kabupaten Jombang.
Raja Indriani Fajrianti, Adji Suradji Muhammad, & Edy Akhyari. (2022). Collaborative Governance Dalam Perlindungan Anak di Kota Batam Tahun 2020. PUBLIKA?: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 8(1), 1–9. https://doi.org/10.25299/jiap.2022.vol8(1).8330
Rejeki, N. S., & Negoro, S. H. (2022). Collaborative Governance dan Strategi Komunikasi Nilai-Nilai Organisasi dalam Membangun Landasan Kemitraan. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 19(1), 69–86. https://doi.org/10.24002/jik.v19i1.4616
Sinta, Caturiani, S. I., & Puspawati, A. A. (2023). Kolaborasi Antar Stakeholderdalam Penanganan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Provinsi Lampung. Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan Dan Pelayanan Publik, 5(3).
Sjögren Forss, K., Kottorp, A., & Rämgård, M. (2021). Collaborating in a penta-helix structure within a community based participatory research programme: ‘Wrestling with hierarchies and getting caught in isolated downpipes.’ Archives of Public Health, 79(1). https://doi.org/10.1186/s13690-021-00544-0
Sumanti, R. (2024). Collaborative Governance: Strategi Pencegahan dan Penurunan Prevalensi Stunting. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19(1), 13–26. https://doi.org/10.47441/jkp.v19i1.361
Sunarto, I., Rohim, Asmuni, & Arisanto, A. B. (2026). INSTITUTIONALIZING COLLABORATION: COLLABORATIVE GOVERNANCE TO ADDRESS CHILD PROTECTION POLICY FRAGMENTATION IN BONDOWOSO REGENCY. JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 12(1), 134–151. https://doi.org/10.30996/jpap.v12i1.132979
Tielung Frangky, Nurdin, N., & Sri, N. (2023). Collaborative GovernancePenanganan Bagi Korban Kekerasan Perempuan Dan Anak Melalui Rumah Aman Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah , 15(2).
Copyright (c) 2026 Fitriana Maghdalena, Merlinda Intan Fauziah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







