Hubungan Tingkat Penggunaan Sunscreen terhadap Derajat Klinis Melasma pada Wanita Subur di Klinik Pesona Ayu Beauty Pekanbaru
Downloads
Melasma merupakan gangguan hiperpigmentasi kronis yang sering terjadi pada wanita usia subur dan dipengaruhi oleh paparan radiasi ultraviolet, faktor hormonal, serta faktor genetik. Penggunaan sunscreen sebagai bentuk fotoproteksi berperan penting dalam mencegah keparahan melasma. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat penggunaan sunscreen dengan derajat klinis melasma pada wanita usia subur di Klinik Pesona Ayu Beauty Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 wanita usia subur yang didiagnosis melasma dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat penggunaan sunscreen diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan derajat klinis melasma dinilai menggunakan Modified Melasma Area and Severity Index (MASI). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,0% responden menggunakan sunscreen. Tingkat penggunaan sunscreen kategori rendah dan sedang masing-masing sebesar 34,0%, sedangkan kategori tinggi sebesar 32,0%. Derajat klinis melasma terbanyak berada pada kategori ringan (48,0%). Uji Spearman menunjukkan hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara tingkat penggunaan sunscreen dengan derajat klinis melasma (r = -0,725; p < 0,001). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan sunscreen dengan derajat klinis melasma pada wanita usia subur. Semakin baik dan konsisten penggunaan sunscreen, semakin ringan derajat klinis melasma.
Abdalla, M. A. (2021). Melasma clinical features, diagnosis, epidemiology and etiology: an update review. Siriraj Medical Journal, 73(12), 841–850.
Andarini, M. Y., Yuwita, W., Harsono, R. N., Virdiono, P., & Reginata, G. (2024). Efektivitas Pengobatan Pasien Melasma dengan Modalitas Kombinasi (Penggunaan Tabir Surya, Obat Topikal, Obat Sistemik, Peeling, Laser, dan Skin Booster): Laporan Kasus. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 6(2), 134–143.
Avianka, V., Mardhiani, Y. D., & Santoso, R. (2022). Studi pustaka peningkatan nilai SPF (Sun Protection Factor) pada tabir surya dengan penambahan bahan alam: review: additional natural materials to enhance SPF (Sun Protection Factor) value of sunscreen product. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(1), 79–88.
Aynalem, M. W., Doni, S. N., Fekadu, H., Beka, J., & Reta, D. Y. (2025). Sunscreen Utilization Behaviors and Factors Associated with Daily use of Sunscreen Among Melasma Patients at ALERT Comprehensive Specialized Hospital: A Cross-Sectional Study. Int J Clin Expl Dermatol, 10(1), 1–10.
Batra, J. Brar, B.K. Kumar, S. Arora, H. (2022). Asam traneksamat pada melasma: Evaluasi komparatif efikasi terapeutik asam traneksamat oral versus pemberian transepidermalnya. Jurnal Bedah Kulit Dan Estetika, 15(4), 394–399.
Cassiano, D. P., Espósito, A. C. C., da Silva, C. N., Lima, P. B., Dias, J. A. F., Hassun, K., Miot, L. D. B., Miot, H. A., & Bagatin, E. (2022). Update on melasma—part II: treatment. Dermatology and Therapy, 12(9), 1989–2012.
Endenuryani, T., Saudah, N., & Lestari, I. (2024). Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Pil Kombinasi Dengan Kejadian Melasma Di Wilayah Kerja Puskesmas Puri Mojokerto. Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto.
Espósito, A. C. C., Cassiano, D. P., da Silva, C. N., Lima, P. B., Dias, J. A. F., Hassun, K., Bagatin, E., Miot, L. D. B., & Miot, H. A. (2022). Update on melasma—Part I: pathogenesis. Dermatology and Therapy, 12(9), 1967–1988.
Fajriah, L. (2021). Hubungan Perilaku Penggunaan Tabir Surya Dengan Derajat Keparahan Melasma. Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Honigman, A., & Rodrigues, M. (2023). Differential diagnosis of melasma and hyperpigmentation. Dermatological Reviews, 4(1), 30–37.
Jiryis, B., Toledano, O., Avitan-Hersh, E., & Khamaysi, Z. (2024). Management of Melasma: Laser and Other Therapies—Review Study. Journal of Clinical Medicine, 13(5), 1468.
Kania, B., Lolis, M., & Goldberg, D. (2025). Melasma Management: A Comprehensive Review of Treatment Strategies Including BTX?A. Journal of Cosmetic Dermatology, 24(2), e16669.
Khanna, R., Nowah, A., Morris, D., & Desai, S. R. (2023). Pathogenesis of melasma. Dermatological Reviews, 4(1), 12–16.
Labille, J., Catalano, R., Slomberg, D., Motellier, S., Pinsino, A., Hennebert, P., Santaella, C., & Bartolomei, V. (2020). Assessing sunscreen lifecycle to minimize environmental risk posed by nanoparticulate UV-filters–a review for safer-by-design products. Frontiers in Environmental Science, 8, 101.
Lubis, N. N. P. (2024). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Siswi Terhadap Penggunaan Sunscreen Di Sma Swasta Teladan Medan. Poltekkes Kemenkes Medan.
Majid, I., & Aleem, S. (2021). Melasma: update on epidemiology, clinical presentation, assessment, and scoring. Journal of Skin and Stem Cell, 8(4).
Mibawani, A., & Pramuningtyas, R. (2023). Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Fisik dan Cream Pelindung terhadap Kejadian Melasma pada Petani di Kabupaten Wonosobo. Health Information: Jurnal Penelitian.
Mori S. Wang S.Q. (2021). Sunscreens. In Comprehensive Dermatologic Drug Therapy (4th ed., pp. 565–575). Elsevier.
Nazarudin, L. (2021). Deteksi Efek Pulau Panas Perkotaan Di Kota Pekanbaru: Kajian Menggunakan Trend Suhu Dan DTR. Jurnal Widya Climago, 3(2).
Ocampo?Candiani, J., Alas?Carbajal, R., Bonifaz?Araujo, J. F., Marín?Castro, H., Valenzuela?Ahumada, F., Véliz?Barandiarán, J. L., Vila Echague, A., Zepeda?Reyes, D. E., & Miot, H. A. (2025). Latin American consensus on the treatment of melasma. International Journal of Dermatology, 64(3), 499–512.
Rinandari, U., Dewi, P. F., Kusumawardani, A., Irawanto, M. E., & Mochtar, M. (2021). Terapi L-Ascorbic Acid 10% dan Glutation 2% Dibandingkan dengan Hidrokuinon 4% pada Pasien Melasm. Jurnal Health Sains, 2(8), 1091–1108.
Sarkar, R., Gokhale, N., Godse, K., Ailawadi, P., Arya, L., Sarma, N., Torsekar, R. G., Somani, V. K., Arora, P., & Majid, I. (2017). Medical management of melasma: A review with consensus recommendations by Indian pigmentary expert group. Indian Journal of Dermatology, 62(6), 558–577.
Sasmita, A., Darmayanti, L., & Putra, I. P. (2023). Analisis Fenomena Urban Heat Island Berdasarkan Tutupan Lahan Di Kota Pekanbaru. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 24(2), 129–136.
Siswati, A. S., Rosita, C., Triwahyudi, D., Budianti, W. K., Mawardi, P., & Dwiyana, R. F. (2021). Panduan Praktik Klinis. PP PERDOSKI.
Sørensen, K., Van den Broucke, S., Fullam, J., Doyle, G., Pelikan, J., Slonska, Z., Brand, H., & European, (HLS-EU) Consortium Health Literacy Project. (2012). Health literacy and public health: a systematic review and integration of definitions and models. BMC Public Health, 12(1), 80.
Sugiyono, P. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (D. Sutopo. S. Pd, MT, Ir. Bandung: Alfabeta.
Tang, X., Yang, T., Yu, D., Xiong, H., & Zhang, S. (2024). Current insights and future perspectives of ultraviolet radiation (UV) exposure: Friends and foes to the skin and beyond the skin. Environment International, 185, 108535.
Vargas, M. Z., Sponchiado, R. M., & Zortéa, N. B. (2024). Potencial Terapêutico Da Intradermoterapia Com Vitamina Ce Ácido Tranexâmico No Tratamento Do Melasma: Uma Revisão De Literatura. Revista Contemporânea, 4(3), e3486–e3486.
Widyawati, E. N. I. (2023). Hubungan Pengetahuan Tentang Penggunaan Tabir Surya Dengan Tingkat Keparahan Melasma Pada Wanita Di Poli Kulit Rsu Islam Klaten. Universitas Muhammadiyah Klaten.
Yang, J., Zeng, J., & Lu, J. (2022). Mechanisms of ultraviolet?induced melasma formation: A review. The Journal of Dermatology, 49(12), 1201–1210.
Yulianti, E. (2023). Lindungi Kulitmu Dengan Tabir Surya.
Copyright (c) 2026 Anggel Marheni, Herlin Novita Pane , Irza Haicha Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







