Pemanfaatan Abu Sekam Padi Sebagai Substitusi Parsial Terhadap Kuat Tekan Beton Normal

Authors

  • Putri Nuralia Dikara Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Arief Firmanto Universitas Swadaya Gunung Jati

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v5i8.8018

Keywords:

Abu sekam padi, agregat halus, kuat tekan beton, magnesium sulfat, substitusi parsial

Abstract

Kebutuhan pasir sebagai agregat halus terus meningkat sejalan dengan pembangunan infrastruktur, sementara ketersediaannya semakin terbatas akibat eksploitasi penambangan, sehingga diperlukan material alternatif seperti abu sekam padi yang kaya silika amorf dan berpotensi sebagai bahan pengisi sekaligus pozolan dalam beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi parsial agregat halus dengan abu sekam padi komersial hasil pembakaran lanjutan pada suhu 300°C terhadap kuat tekan beton mutu K-225, menentukan persentase substitusi optimum, serta membandingkan kuat tekan pada kondisi perawatan normal (rendaman air) dan rendaman larutan magnesium sulfat (MgSO?) 5% pada umur 28 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan desain faktorial sederhana, meliputi variasi substitusi abu sekam padi 0%, 5%, dan 10% terhadap berat agregat halus serta dua kondisi perawatan, menghasilkan 18 benda uji silinder yang diuji kuat tekannya sesuai SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 5% menghasilkan kuat tekan tertinggi, yaitu 28,59 MPa pada kondisi normal dan 26,33 MPa pada kondisi rendaman sulfat, meningkat masing-masing sekitar 24,69% dan 22,37% dibandingkan beton kontrol, sedangkan substitusi 10% justru menurunkan kuat tekan hingga di bawah nilai kontrol akibat efek pengenceran dan meningkatnya kebutuhan air campuran. Perendaman magnesium sulfat menyebabkan penurunan kuat tekan pada seluruh variasi, dengan persentase penurunan yang membesar seiring bertambahnya kadar substitusi. Disimpulkan bahwa substitusi 5% abu sekam padi merupakan kadar optimum yang mampu meningkatkan kuat tekan beton K-225 secara signifikan sekaligus mempertahankan kinerja terbaik pada lingkungan sulfat yang agresif.

References

Badan Standar Nasional Indonesia. (1974). Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (1996). SNI 03-4142-1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan Dalam Agregat Yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 Mm). Badan Standardisasi Nasional Indonesia, 200(200), 1–6.

Bertarina. (2025). Analisis pengaruh abu sekam padi (rice husk ash) sebagai bahan tambah terhadap uji kuat tekan beton. Jurnal SENDI, 6(1). https://publikasi.teknokrat.ac.id/index.php/sendi/article/view/414

Bheel, N., Keerio, M. A., Kumar, A., Shahzaib, J., Ali, Z., Ali, M., & Sohu, S. (2022). An investigation on fresh and hardened properties of concrete blended with rice husk ash as cementitious ingredient and coal bottom ash as sand replacement material. Silicon, 14(2), 677–688. https://doi.org/10.1007/s12633-020-00906-3

Chatveera, B., & Lertwattanaruk, P. (2009). Evaluation of sulfate resistance of cement mortars containing black rice husk ash. Journal of Environmental Management, 90(3), 1435–1441. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2008.09.001

Ciptasari, D. K., Noor, F. A., & Haryanto, B. (2017). Pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan beton dengan agregat kasar koral Long Iram dan agregat halus pasir Mahakam. Jurnal Teknologi Sipil, 1(2), 50–56.

Farhan, M., Nuklirullah, M., & Bahar, F. F. (2023). Pengaruh penggunaan abu sekam padi sebagai bahan tambahan terhadap kuat tekan beton. Jurnal Teknik, 21(1), 58–67. https://doi.org/10.37031/jt.v21i1.351

Hasbhi, F., Ngurah, I. G., Dharmayasa, P., Ariawan, P., & Agus, K. (2023). Pengaruh komposisi abu sekam padi terhadap kuat tekan beton. Reinforcement: Review in Civil Engineering Studies and Management, 2(1), 25–39.

Hendramawat Aski Safarizki, Marwahyudi, & Pamungkas, W. A. (2021). Beton ramah lingkungan dengan abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen pada era new normal. Jurnal Riset Rekayasa Sipil, 4(2).

Naji, A., Abdul Salleh, M., Nora, F., Aziz, A., & Amran, M. (2010). Assessment of the effects of rice husk ash particle size on strength, water permeability and workability of binary blended concrete. Construction and Building Materials, 24(11), 2145–2150. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2010.04.045

Nugroho, A. (2019). Pengaruh penggunaan abu sekam padi terhadap sifat mekanik beton busa ringan. Jurnal Teknik Sipil, 24(2), 139–144. https://doi.org/10.5614/jts.2017.24.2.4

Patah, D., & Dasar, A. (2022). Strength performance of concrete using rice husk ash as supplementary cementitious materials (SCM). Journal of Civil Engineering Forum, 8(3), 267–276. https://doi.org/10.22146/jcef.3488

Prastiyo, M., Ramadhani, R., Nugroho, M. W., & Sundari, T. (2024). Analisis pengaruh penambahan abu sekam padi pada beton f'c 18,68 MPa terhadap kuat tekan. STABILITA: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 12(2), 84–93.

Rusman, L. O., Lestari, L., Raharjo, S., Usman, I., & Chrismiwahdani, D. (2023). Pengaruh temperatur aktivasi terhadap kualitas briket arang aktif sekam padi. Journal Online of Physics, 8(3), 39–46. https://doi.org/10.22437/jop.v8i3.23846

Siddika, A., Al Mamun, A., & Hedayet, M. (2018). Study on concrete with rice husk ash. Innovative Infrastructure Solutions, 3(1), 1–9.

SNI 03-2816-1992. (1992). Metode Pengujian Kadar Zat Organik Agregat Halus. Standardisasi Nasional Indonesia Nasional Indonesia, 4, 2–3.

SNI 15-3500. (2004). Semen Portland Campur. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta, 1–11.

SNI 1970:2008. (2008). Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Badan Standar Nasional Indonesia, 7–18. http://sni.litbang.pu.go.id/index.php?r=/sni/new/sni/detail/id/195

SNI 1972-2008. (2008). SNI 1972-2008: Metode Pengujian Slump Beton. Jakarta: Badan Standar Nasional Indonesia, 5.

SNI-03-1968-1990. (1990). SNI-03-1968-1990 Sieve Analysis Agregat Halus dan Agregat Kasar. 1–5.

SNI-2847-2019-Persyaratan-Beton-Struktural-Untuk-Bangunan-Gedung-1. (n.d.).

Tuanakotta, A., & Amahoru, B. (2025). Pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan beton. Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi.

Wijaya, H. S., & Blikon, A. O. (2020). Pengaruh variasi abu sekam padi dengan agregat alam Lembata-NTT pada beton mutu f'c 19,3 MPa. Jurnal Teknik Sipil: Rancang Bangun, 6, 6–9.

Yawan, G., Setio Prabowo, Y., & Oka Mahendra, M. (2025). Analisis kuat tekan beton dengan variasi pecahan genteng sebagai agregat kasar dan abu sekam padi sebagai agregat halus. Jurnal Konstruksi, 23(2), 183–189. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.23-2.2918

Downloads

Published

2026-08-13