Pembentuk Identitas Kawasan Kota Lama Tangerang Dalam Perspektif Fisik
DOI:
https://doi.org/10.58344/jii.v5i8.8007Keywords:
identitas kawasan, Kota Lama Tangerang, Image of the City, Kevin Lynch, kawasan bersejarahAbstract
Kawasan Kota Lama Tangerang merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan arsitektur yang tinggi serta berperan penting dalam membentuk identitas Kota Tangerang. Perkembangan kawasan perkotaan yang berlangsung secara dinamis telah memengaruhi karakter fisik kawasan sehingga diperlukan identifikasi terhadap elemen-elemen yang membentuk identitasnya sebagai dasar pelestarian dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis identitas fisik Kawasan Kota Lama Tangerang berdasarkan pendekatan Image of the City yang dikemukakan oleh Kevin Lynch. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada 102 responden dan 25 responden terpilih, mental mapping, serta wawancara dengan narasumber. Data dianalisis menggunakan analisis rerata (mean) skala Likert, analisis deskriptif kualitatif, dan triangulasi berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen pembentuk citra kota, yaitu Path, Edge, District, Node, dan Landmark, memiliki peran penting dalam membentuk identitas fisik kawasan. Elemen Node memperoleh nilai rerata tertinggi (3,84), diikuti District (3,83), Edge (3,76), Path (3,75), dan Landmark (3,73), yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa identitas kawasan tidak hanya dibentuk oleh keberadaan bangunan bersejarah, tetapi juga oleh keterpaduan struktur ruang, aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan persepsi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kawasan Kota Lama Tangerang merupakan living heritage yang identitasnya terbentuk melalui interaksi antara elemen fisik dan aktivitas masyarakat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pelestarian kawasan bersejarah yang berkelanjutan.
References
Altman, I., & Low, S. M. (1992). Place attachment. Plenum Press.
Ashworth, G. J., & Tunbridge, J. E. (2000). The tourist-historic city: Retrospect and prospect of managing the heritage city. Elsevier.
Bandarin, F., & van Oers, R. (2012). The Historic Urban Landscape: Managing heritage in an urban century. Wiley-Blackwell.
Carmona, M. (2021). Public places, urban spaces: The dimensions of urban design (3rd ed.). Routledge.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage.
Denzin, N. K. (1978). The research act: A theoretical introduction to sociological methods (2nd ed.). McGraw-Hill.
Hakim, R. (2012). Komponen perancangan arsitektur lanskap. Bumi Aksara.
Handinoto. (2010). Arsitektur dan kota-kota di Jawa pada masa kolonial. Graha Ilmu.
Harisah, A., & Masiming, Z. (2008). Persepsi manusia terhadap tanda, simbol, dan spasial. Jurnal SMARTek, 6(1), 29–43.
ICOMOS. (2013). The Burra Charter: The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance. Australia ICOMOS.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, (2010).
Kostof, S. (1991). The city shaped: Urban patterns and meanings through history. Thames & Hudson.
Lynch, K. (1960). The image of the city. MIT Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Nas, P. J. M. (2007). Kota-kota Indonesia: Bunga rampai. Gadjah Mada University Press.
Prasetyo, A. S., Fatimah, T., & Padawangi, R. (2017). Perkembangan Kota Lama Tangerang dan potensinya sebagai destinasi wisata pusaka. Planesa, 8(2), 85–96.
Rapoport, A. (1977). Human aspects of urban form: Towards a man-environment approach to urban form and design. Pergamon Press.
Relph, E. (1976). Place and placelessness. Pion.
Rossi, A. (1982). The architecture of the city. MIT Press.
Shirvani, H. (1985). The urban design process. Van Nostrand Reinhold.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tangerang, B. P. S. K. (2024). Kota Tangerang dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Kota Tangerang.
UNESCO. (2011). Recommendation on the Historic Urban Landscape. UNESCO.
Zahnd, M. (1999). Perancangan Kota Secara Terpadu.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fortuna Bella Susanto, A. Hadi Prabowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





