Penerapan Formal Safety Assessment (FSA) untuk Penilaian Risiko Kecelakaan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya

Alur Pelayaran Barat Surabaya Formal Safety Assessment Keselamatan Pe-layaran Kecelakaan Kapal Penilaian Risiko

Authors

July 28, 2026

Downloads

Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) merupakan alur pelayaran strategis dengan kepadatan lalu lintas kapal yang tinggi sehingga memiliki potensi risiko kecel-akaan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecel-akaan kapal dan merumuskan upaya peningkatan keselamatan pelayaran di APBS pada periode 2020–2024 dengan menggunakan metode Formal Safety Assessment (FSA) yang meliputi identifikasi bahaya, analisis risiko, perumusan Risk Control Options (RCO), evaluasi efektivitas RCO, serta Cost–Benefit Assessment (CBA). Data penelitian diperoleh dari data kecelakaan kapal, hasil kuesioner, dan regulasi keselamatan pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan collision merupakan jenis kecelakaan yang paling dominan, diikuti sinking dan fire. Ber-dasarkan analisis FSA, collision berada pada kategori Very High Risk, sinking pada High Risk, dan fire pada Low Risk. Tujuh RCO dirumuskan untuk menurunkan tingkat risiko tersebut yaitu optimalisasi peran aktif VTS dalam pengaturan lalu lintas kapal dan peringatan dini konflik lintasan, peningkatan kompetensi perwira jaga melalui pelatihan Bridge Resource Management dan manajemen kelelahan, reposisi dan peningkatan kualitas SBNP pada segmen kritis, peningkatan pengawasan stabilitas kapal dan manajemen muatan sebelum dan selama pe-layaran, peningkatan kesiapan keselamatan kapal melalui pemeriksaan LSA dan emergency drill rutin, peningkatan inspeksi dan perawatan sistem mesin dan in-stalasi listrik kapal, peningkatan kompetensi awak kapal dalam pencegahan dan penanganan kebakaran awal (Advanced Fire Fighting) dan hasil CBA menunjuk-kan seluruh RCO memiliki nilai Benefit–Cost Ratio (BCR) ? 2 sehingga dikate-gorikan sangat layak. Penerapan RCO secara terintegrasi diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan hingga tingkat As Low As Reasonably Practicable (ALARP).