Penerapan Formal Safety Assessment (FSA) untuk Penilaian Risiko Kecelakaan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya

Main Article Content

Dian Prasetyawati
Universitas Muhammadiyah Surabaya
Dedy Wahyudi
Universitas Muhammadiyah Surabaya
Muhammad Aris Setiawan
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) merupakan alur pelayaran strategis dengan kepadatan lalu lintas kapal yang tinggi sehingga memiliki potensi risiko kecel-akaan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecel-akaan kapal dan merumuskan upaya peningkatan keselamatan pelayaran di APBS pada periode 2020–2024 dengan menggunakan metode Formal Safety Assessment (FSA) yang meliputi identifikasi bahaya, analisis risiko, perumusan Risk Control Options (RCO), evaluasi efektivitas RCO, serta Cost–Benefit Assessment (CBA). Data penelitian diperoleh dari data kecelakaan kapal, hasil kuesioner, dan regulasi keselamatan pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan collision merupakan jenis kecelakaan yang paling dominan, diikuti sinking dan fire. Ber-dasarkan analisis FSA, collision berada pada kategori Very High Risk, sinking pada High Risk, dan fire pada Low Risk. Tujuh RCO dirumuskan untuk menurunkan tingkat risiko tersebut yaitu optimalisasi peran aktif VTS dalam pengaturan lalu lintas kapal dan peringatan dini konflik lintasan, peningkatan kompetensi perwira jaga melalui pelatihan Bridge Resource Management dan manajemen kelelahan, reposisi dan peningkatan kualitas SBNP pada segmen kritis, peningkatan pengawasan stabilitas kapal dan manajemen muatan sebelum dan selama pe-layaran, peningkatan kesiapan keselamatan kapal melalui pemeriksaan LSA dan emergency drill rutin, peningkatan inspeksi dan perawatan sistem mesin dan in-stalasi listrik kapal, peningkatan kompetensi awak kapal dalam pencegahan dan penanganan kebakaran awal (Advanced Fire Fighting) dan hasil CBA menunjuk-kan seluruh RCO memiliki nilai Benefit–Cost Ratio (BCR) ? 2 sehingga dikate-gorikan sangat layak. Penerapan RCO secara terintegrasi diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan hingga tingkat As Low As Reasonably Practicable (ALARP).


Keywords: Alur Pelayaran Barat Surabaya, Formal Safety Assessment, Keselamatan Pe-layaran, Kecelakaan Kapal, Penilaian Risiko
Aanshar, N. A. (2026). Penilaian keselamatan pelayaran penyeberangan rute Jeneberang–Taeng menggunakan metode Formal Safety Assessment (FSA) = Safety assessment of shipping on the Jeneberang–Taeng route using the Formal Safety Assessment (FSA) method [Skripsi, Universitas Hasanuddin].
Aven, T. (2016). Risk assessment and risk management: Review of recent advances on their foundation. European Journal of Operational Research, 253(1), 1–13.
Kwartama, A., & Sopani, A. (2023). Implikasi pembatasan global pada jaringan transportasi laut dan logistik dalam perdagangan internasional di Indonesia. Jurnal Matemar (Manajemen dan Teknologi Maritim), 4(2).
Lendra, et al. (2023). The assessment of occupational safety and health risk management on construction projects during the COVID-19 pandemic. International Journal of Disaster Management.
Maharani, H. F., Yudo, H., & Hadi, E. S. (2024). Analisis frekuensi tubrukan kapal menggunakan causation probability berdasarkan metode Bayesian Network: Studi kasus Alur Pelayaran Barat Surabaya. Jurnal Teknik Perkapalan, 12(2).
Mangeswuri, D. R., & Budiyanti, E. (2024). Peran logistik dalam mendukung konektivitas maritim di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 15(2), 189–204.
Meteor STIP Jakarta. (2022). Efektivitas peran VTS dalam pengawasan gerakan kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya. STIP Jakarta.
Nugroho, & Artana. (2024). Formal safety assessment of the connection of the Sunda Strait and Java Sea through the implementation of IMO routeing measures. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Prabowo, A. S., Purwanto, & Budiyanto, L. (2022). Analisa tingkat keselamatan dan kecelakaan yang pernah terjadi di Alur Pelayaran Barat Surabaya dengan metode Formal Safety Assessment (FSA). Jurnal Universal Technic, 1(2), 71–83. https://doi.org/10.58192/unitech.v1i2.398
Setiawan, M. A. (2026). Penerapan Formal Safety Assessment (FSA) untuk penilaian risiko kecelakaan kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surabaya].
Suharjo, B., & Suharyo, O. S. (2014). Penilaian risiko kecelakaan kapal berlayar di Alur Pelayaran Timur Surabaya dengan metode Formal Safety Assessment (FSA). Journal Asro, 2, 1–14.
Syaputra, P. E. (2024). Kajian integrasi transportasi multi moda untuk menekan biaya logistik pada wilayah kepulauan: Studi kasus pada Pulau Bawean. Jurnal Transportasi, 24(1), 49–61.
Wahyuni, E. T., Widodo, B. L. H., & Rubiyanto, A. (2025). Analisis faktor risiko dan strategi mitigasi untuk peningkatan keselamatan pelayaran di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Majalah Ilmiah Gema Maritim, 27(2), 96–103.
Wikipedia. (2023). Port of Tanjung Perak. https://en.wikipedia.org/wiki/Port_of_Tanjung_Perak
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.