Pelestarian dan Nilai Sosial Permainan Tradisional Kweritop Pada Siswa SMP
Downloads
Permainan tradisional merupakan warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, pendidikan, dan sosial, namun keberadaannya semakin terancam akibat meningkatnya dominasi permainan digital di kalangan generasi muda. Permainan tradisional Kweritop yang berasal dari masyarakat Wambon di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang memiliki potensi dalam mendukung pelestarian budaya serta penguatan nilai sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran permainan Kweritop sebagai media pelestarian budaya dan penanaman nilai sosial pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi audiovisual terhadap siswa SMP Negeri Gudang Arang dan SMPK Yohanes Eart Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta identifikasi pola perilaku sosial dan pemahaman budaya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Kweritop berperan dalam pelestarian budaya melalui pengalaman budaya dan pengetahuan budaya dengan melibatkan siswa secara langsung dalam aktivitas permainan serta mengintegrasikannya dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, permainan Kweritop mampu menanamkan berbagai nilai sosial seperti tolong-menolong, kesetiaan, empati, disiplin, kerja sama, dan toleransi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kweritop tidak hanya menjadi bentuk permainan tradisional, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang mendukung perkembangan sosial siswa. Oleh karena itu, integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran sekolah perlu dikembangkan sebagai strategi pelestarian budaya lokal di era digital.
Astuti, S. (2019). Revitalisasi permainan tradisional sebagai warisan budaya. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 7(1), 12–24.
Bahasa, B. P. dan P. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V. Kemendikbud.
Fadhilah, R. (2021). Tantangan pelestarian budaya di era globalisasi. Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya, 10(1), 45–56.
Hallatu, T. G. R., Ni, M. S., Rediani, N., Pd, M., Ivylentine, D., & Palittin, M. S. (2024). Jejak Tradisi Malind: Permainan Rakyat Malind sebagai Upaya Pemeliharaan Budaya.
Hidayat, A. (2020). Permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter anak. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.xxxx/jpk.v10i1.2020
Mulyati. (2019). Analisis Nilai-Nilai Sosial dalam Kumpulan Cerita Rakyat Bangka Belitung. https://buntohacker.wordpress.com
Nahak, H. M. I. (2019). Upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76.
Nasution, R. (2022). Tantangan pelestarian permainan rakyat di era digital. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 9(2), 87–96.
Nurdin, S., & Alwi, S. (2021). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Pancasila, 5(1), 33–47.
Purnamasari, E. (2021). Pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(2), 112–124.
Ramadhani, A. (2020). Kweritop dan identitas budaya lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 99–113.
Santoso, J. (2019). Nilai sosial dalam permainan tradisional. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(3), 67–78.
Sari, R. M., & Wulandari, D. (2021). Pelestarian permainan tradisional di era digital. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 8(2), 112–125.
Sedyawati, E. (2018). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. RajaGrafindo Persada.
Sendjaja, S. D. (1994). Teori Komunikasi. Universitas Terbuka.
Setiawan, R. (2020). Permainan tradisional sebagai penguatan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan, 12(2), 77–88.
Soekanto, S. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. RajaGrafindo Persada.
Suwandi, E. (2017). Kweritop: Kajian antropologis. Jurnal Antropologi, 5(1), 55–66.
Syafruddin, A. (2020). Kearifan lokal dan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 12–25.
Wulandari, S., & Fitriyah, N. (2021). Pengaruh game digital terhadap interaksi sosial anak. Jurnal Psikologi, 9(1), 55–64.
Zubaedi. (2012). Pendidikan Berbasis Masyarakat. Pustaka Pelajar.
Copyright (c) 2026 Laurensia Elya Puspita, Paskha Marini Thana, Deddy Abdianto Nggego, Doddy A Longgy, Rikardus Feribertus Nikat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





