Evaluasi Pengalaman Pengguna Aplikasi Mobile JKN Menggunakan Metode User Experience Questionnaire (UEQ)

Mobile JKN Evaluasi Pengalaman Pengguna User Experience Questionnaire

Authors

July 17, 2026

Downloads

Transformasi digital dalam layanan kesehatan telah mendorong penggunaan berbagai platform digital untuk meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu bentuk transformasi tersebut di Indonesia adalah aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan sebagai media pelayanan digital bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meskipun aplikasi ini menyediakan berbagai fitur layanan kesehatan, masih ditemukan beberapa kendala dalam penggunaannya, seperti gangguan teknis, respons aplikasi yang lambat, serta kesulitan dalam mengakses fitur tertentu yang dapat memengaruhi pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna aplikasi Mobile JKN pada masyarakat Kabupaten Karawang menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna aplikasi Mobile JKN yang memenuhi kriteria penelitian, kemudian dianalisis menggunakan UEQ Data Analysis Tool untuk memperoleh nilai rata-rata setiap dimensi dan hasil benchmark pengalaman pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi UEQ memperoleh nilai rata-rata di atas 0,8 sehingga termasuk kategori positif. Dimensi Kejelasan memperoleh nilai tertinggi sebesar 1,556, diikuti oleh Ketepatan sebesar 1,547 dan Efisiensi sebesar 1,476, sedangkan dimensi Kebaruan memperoleh nilai terendah sebesar 0,914. Hasil benchmark menunjukkan bahwa dimensi Ketepatan dan Stimulasi berada pada kategori Good, sedangkan Daya Tarik, Kejelasan, Efisiensi, dan Kebaruan berada pada kategori Above Average. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi Mobile JKN telah mampu memberikan pengalaman pengguna yang baik, terutama pada aspek kemudahan penggunaan, efisiensi, dan keandalan sistem. Namun, peningkatan inovasi antarmuka dan pengalaman interaksi tetap diperlukan untuk memperkuat aspek kebaruan serta mendukung pengembangan layanan kesehatan digital yang berkelanjutan.