Tuturan Diaspora Indonesia dalam Konten Media Sosial Youtube: Campur Kode dan Faktornya
Downloads
balisasi dan perkembangan komunikasi digital telah memperkuat kontak bahasa pada komunitas diaspora Indonesia yang tinggal di luar negeri. Pemanfaatan YouTube sebagai ruang representasi budaya mendorong penutur diaspora menggunakan pola komunikasi multibahasa, khususnya melalui praktik campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode serta menganalisis faktor sosiolinguistik yang memengaruhi tuturan diaspora Indonesia dalam konten YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiolinguistik. Data penelitian diperoleh dari 15 video YouTube terpilih yang diproduksi oleh keluarga diaspora Indonesia melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui klasifikasi bentuk campur kode berdasarkan teori Muysken serta interpretasi faktor sosial yang melatarbelakangi penggunaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode paling dominan terjadi antara bahasa Indonesia dan bahasa asing sebesar 79%, diikuti bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebesar 17%, serta campur kode ganda sebesar 4%. Bentuk dominan berupa penyisipan unsur leksikal, terutama kata benda, kata sifat, dan kata kerja. Faktor penyebab campur kode meliputi tren media digital, kebutuhan teknis akibat keterbatasan kosakata, identitas budaya, lingkungan geografis, interaksi keluarga multibahasa, kebiasaan penggunaan bahasa, dan topik pembicaraan tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campur kode pada diaspora Indonesia bukan sekadar bentuk keterbatasan bahasa, melainkan strategi multilingual adaptif untuk mempertahankan identitas budaya, membangun komunikasi efektif, dan melakukan negosiasi identitas dalam ruang digital transnasional.
Aslinda, & Syafyahya, L. (2015). Pengantar sosiolinguistik. Bandung: Refika Aditama.
Blom, J. P., & Gumperz, J. J. (1972). Social meaning in linguistic structures: Code-switching in Norway. In J. J. Gumperz & D. Hymes (Eds.), Directions in sociolinguistics: The ethnography of communication (pp. 407–434). New York: Holt, Rinehart and Winston.
Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chen, X., & Liu, Y. (2023). Code-mixing and cultural identity in Everything Everywhere All at Once. Journal of Multilingual Communication Research, 8(2), 45–58.
Dewi, R. (2021). Campur kode dalam media sosial selebritas Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(1), 33–47.
Eldin, A. A. T. S. (2014). Socio linguistic study of code switching of the Arabic language speakers on social networking. International Journal of English Linguistics, 4(6), 78–86.
Fishman, J. A. (1976). Bilingual education: An international sociological perspective. Rowley: Newbury House.
Grosjean, F. (2008). Studying bilinguals. Oxford: Oxford University Press.
Haisan, M. (2022). Plurilingualism in digital communication and audience engagement. International Journal of Language and Digital Culture, 5(1), 21–35.
Hamers, J. F., & Blanc, M. H. A. (2004). Bilinguality and bilingualism. Cambridge: Cambridge University Press.
Hoffman, C. (1991). An introduction to bilingualism. London: Longman.
Holmes, J. (1992). An introduction to sociolinguistics. London: Longman.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.
Kellert, O. H. (2023). Digital multilingualism and identity negotiation in online communication. Journal of Sociolinguistic Studies, 15(3), 102–118.
Malik, L. (1994). Socio-linguistics: A study of code-switching. New Delhi: Anmol Publications.
Malindi, N., Putra, A., & Siregar, D. (2023). Code-mixing in mathematics learning interaction. Journal of Educational Linguistics, 6(2), 88–101.
Marwick, A., & boyd, d. (2011). I tweet honestly, I tweet passionately: Twitter users, context collapse, and the imagined audience. New Media & Society, 13(1), 114–133.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Novitasari, D., Rahman, A., & Putri, S. (2022). Code-switching in English classroom interaction. Journal of Language Teaching Research, 10(1), 55–67.
Sartini, N. W. (2015). Pilihan bahasa diaspora Bali di Jawa Timur. Jurnal Linguistik Indonesia, 33(2), 145–158.
Thomason, S. G. (2001). Language contact: An introduction. Washington DC: Georgetown University Press.
Wardhaugh, R. (2006). An introduction to sociolinguistics (5th ed.). Oxford: Blackwell Publishing.
Wibisono, G., Pratama, H., & Sari, D. (2017). Bahasa dan identitas budaya dalam media sosial. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 9(2), 77–89.
Yusuf, M. (2017). Pilihan bahasa masyarakat Jawa di Banjarbaru. Jurnal Sosiolinguistik Nusantara, 4(1), 12–24.
Yusuf, R., Hidayat, T., & Lestari, P. (2021). Code-mixing in Indonesian bilingual novels. Journal of Literary Linguistics, 7(2), 64–79.
Copyright (c) 2026 Endang Mawarti, Hayatul Cholsy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





