Analisis Risiko Kebakaran dengan Menggunakan Metode Layer of Protection Analysis dan Event Tree Analysis pada Gedung Perkantoran PT XYZ

analisa risiko kebakaran layer of protection analysis event tree analysis sistem proteksi kebakaran gedung perkantoran manajemen risiko alarp

Authors

July 6, 2026

Downloads

Kebakaran pada gedung perkantoran merupakan potensi bahaya yang berdampak serius terhadap keselamatan manusia, gangguan operasional, dan kerugian ekonomi. Gedung perkantoran PT XYZ di Sumatera Selatan memiliki tingkat kompleksitas ruang yang tinggi serta sistem proteksi kebakaran eksisting yang belum dievaluasi secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko kebakaran dan mengevaluasi efektivitas lapisan proteksi (Independent Protection Layer/IPL) pada sistem proteksi yang ada menggunakan kombinasi metode Layer of Protection Analysis (LOPA) dan Event Tree Analysis (ETA)  Analisis dilakukan melalui identifikasi sumber bahaya utama (initiating event) seperti korsleting listrik, overheating peralatan, dan kelalaian manusia. Setiap lapisan proteksi dianalisis menggunakan LOPA dengan pendekatan Probability of Failure on Demand (PFD), kemudian dikembangkan skenario lanjutan menggunakan ETA untuk memetakan jalur keberhasilan dan kegagalan sistem proteksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung demo room dan gedung ICT berada pada kategori risiko tinggi dengan nilai risiko masing-masing 20 dan 15, serta probabilitas kejadian akhir sebesar 2,92×10-¹/tahun dan 3,12×10-³/tahun. Probabilitas kebakaran berkembang mencapai 42,40–45,28%, yang mengindikasikan sistem proteksi eksisting belum optimal. Berdasarkan evaluasi risiko, sistem proteksi kebakaran belum memenuhi kriteria ALARP (As Low As Reasonably Practicable), sehingga diperlukan peningkatan sistem proteksi. Kombinasi LOPA dan ETA efektif dalam mengidentifikasi kelemahan sistem proteksi dan memberikan dasar kuantitatif dalam pengambilan keputusan mitigasi risiko. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pemasangan sistem sprinkler otomatis, integrasi smoke detector dengan fire alarm, pengembangan sistem hydrant, serta penguatan kapasitas tanggap darurat. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan sistem proteksi kebakaran yang lebih andal dan terintegrasi pada gedung perkantoran.