Penerapan Metode Fmea dan PDCA untuk Mengurangi Tingkat Kegagalan Tool Broken Pada Proses Produksi Produk P4 di PT. XYZ
Downloads
Industri manufaktur dituntut untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada proses machining berbasis CNC adalah kegagalan tool broken yang dapat menyebabkan peningkatan produk cacat, downtime mesin, serta biaya operasional. PT. XYZ sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif mengalami permasalahan dominan berupa tool broken pada proses produksi produk P4 selama periode Januari–April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama kegagalan tool broken serta merancang tindakan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis dengan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, pengolahan data cacat, analisis risiko FMEA, serta implementasi perbaikan berbasis PDCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tool broken merupakan jenis cacat tertinggi dengan jumlah 480 unit atau 31,05% dari total cacat produksi. Analisis FMEA menunjukkan bahwa penyebab utama kegagalan berasal dari sistem coolant yang tidak optimal dengan nilai RPN sebesar 336. Implementasi PDCA melalui pemasangan filter coolant 100 mesh, penerapan SOP pengecekan coolant, dan peningkatan pemeliharaan mampu menurunkan frekuensi penyumbatan coolant sebesar 76,6%, mengurangi tool broken sebesar 66,7%, serta menurunkan nilai RPN menjadi 32. Kesimpulannya, integrasi metode FMEA dan PDCA efektif dalam mengidentifikasi akar masalah dan meningkatkan keandalan proses machining pada produksi produk P4 di PT. XYZ.
A’yun, A. Q., & Iriani. (2024). Failure mode and effect analysis (FMEA) and root cause analysis (RCA) for urea fertilizer production risk mitigation. Jurnal Manajemen Bisnis, 11(2), 933–945. https://doi.org/10.33096/jmb.v11i2.817
Ardiansyah, R. P., Prastiwinarti, W., Yoga, D., & Pratama, P. (2025). Pengendalian kualitas plat cetak offset dalam mengatasi defect di PT ABC. Seminar Nasional Inovasi Vokasi.
Artha, N., Mulia, C., & Rochmoeljati, R. (2021). Pengendalian kualitas pengelasan menggunakan metode statistical quality control (SQC) dan failure mode effect analysis (FMEA) di PT PAL Indonesia.
Burhanuddin, M., Jufriyanto, M., & Rizqi, A. W. (2025). Implementation of PDCA and seven tools to handle obstacles in the KCl screw material machine at PT Petrokimia Gresik. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 9(1), 169–177. https://doi.org/10.70609/gtech.v9i1.5762
Daweski, S. M., & Djumiarti, T. (2023). Strategi pengendalian kualitas PT YCH Indonesia Supply Point Semarang menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Act) (Studi kasus pada konsumen PT Sarihusada Generasi Mahardika). Sanskara Manajemen dan Bisnis, 2(1), 35–50. https://doi.org/10.58812/smb.v2i01
Fatah, A., & Al-Faritsy, A. Z. (2021). Peningkatan dan pengendalian kualitas produk dengan menggunakan metode PDCA (Studi kasus pada PT X). Jurnal Rekayasa Industri (JRI), 3(1).
Fertansyah, A. A., & Islami, M. C. (2025). Quality control to reduce defects in packaging using Six Sigma and FMEA methods at PT XYZ. Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat, 9(1).
Handes, D., Susanto, K., Novita, L., & Wajong, A. M. R. (2013). Statistical quality control (SQC) pada proses produksi produk E di PT DYN Tbk.
Hii, D. H., Muhammad, N. A., & Muhammad, N. (2024). Synergizing FMEA and PDCA for superior risk management and process improvement in the semiconductor industry: A case study. International Journal of Production Management and Engineering, 12(2), 180–194. https://doi.org/10.4995/ijpme.2024.21469
Klari?, K., Peri?, I., Vukman, K., Papi?, F., Klari?, M., & Grošelj, P. (2025). Hybrid MCDM-FMEA model for process optimization: A case study in furniture manufacturing. Systems, 13(1). https://doi.org/10.3390/systems13010014
Kurnia, H., Jaqin, C., Purba, H. H., Kunci, K., Garmen, I., & Kaki, K. (2022). The PDCA approach with OEE methods for increasing productivity in the garment industry.
Kusumawati, A., Safitri, S., Putra, L. A., & Ramayanti, G. (2024). Analisis penyebab kerusakan mesin dengan menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) di PT Sulfindo Adiusaha.
Ma’mun, M. S., Wiyatno, T. N., & Khofiyah, N. A. (2024). Analisis pengendalian face uncut dalam meningkatkan kualitas di engine valve menggunakan metode PDCA. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran.
Pamungkas, P., Rahayu, S., & Putra, F. E. (2025). Analisis pengendalian kualitas produk dengan menggunakan metode seven tools dan FMEA di PT XYZ. Jurnal Terapan Teknik Industri. https://doi.org/10.37373/jenius.v6i1
Rahayu, S. T. (2024). Analisis lean manufacturing untuk menurunkan cycle time proses assembly menggunakan metode PDCA di PT X. Journal of Social Science Research, 4, 17103–17119.
Saputra, R., & Santoso, D. T. (2021). Analisis kegagalan proses produksi plastik pada mesin cutting di PT PKF dengan pendekatan failure mode and effect analysis dan diagram Pareto. Jurnal Ilmu dan Aplikasi Teknik.
Soeltanong, M. B., & Sasongko, C. (2021). Perencanaan produksi dan pengendalian persediaan pada perusahaan manufaktur. Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan, 8(1), 14–27.
Syamsuri, T. U., & Sutjipto, R. (2023). Perancangan dan pembuatan prototype mesin CNC laser engravir dengan mikrokontroler sebagai komunikasi wireless. ELPOSYS: Jurnal Sistem Kelistrikan, 10(1).
Wicaksono, A., & Yuamita, F. (2022). Pengendalian kualitas produksi sarden menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) untuk meminimumkan cacat kaleng di PT Maya Food Industries.
Zuniawan, A. (2020). A systematic literature review of failure mode and effect analysis (FMEA) implementation in industries. http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/ijiem
Copyright (c) 2026 Riski Wahyu Oktavia, Hendi Herlambang , Gusman Simon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





