Beban Kerja, Kelelahan, dan Erosi Budaya Keselamatan Pasien: Tantangan Ketenagaan di Rumah Sakit Tipe C Indonesia Timur

Authors

  • Magfirah Al'amri Universitas Alkhairaat Palu
  • Catrine Mezyana Universitas Alkhairaat Palu
  • Salwa Devina Universitas Alkhairaat Palu

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v5i6.7877

Keywords:

beban kerja, kelelahan kerja, budaya keselamatan pasien, ketenagaan kesehatan, rumah sakit tipe c.

Abstract

Beban kerja berlebih dan keterbatasan tenaga kesehatan merupakan ancaman yang semakin diakui terhadap budaya keselamatan pasien. Di rumah sakit tipe C wilayah Indonesia Timur, tekanan ketenagaan ini berinteraksi dengan keterbatasan sumber daya struktural, namun belum banyak diteliti dampaknya terhadap budaya keselamatan secara menyeluruh. Menganalisis bagaimana beban kerja dan keterbatasan tenaga kesehatan berkontribusi terhadap erosi budaya keselamatan pasien di dua rumah sakit tipe C Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian mixed methods sequential explanatory di RSU Sis Al Djufrie (n=133) dan RS Woodward Palu (n=146). Data kuantitatif menggunakan kuesioner HSOPSC 2.0 (32 item, 10 dimensi), dilanjutkan wawancara mendalam terhadap informan terpilih secara purposive sampling. Analisis difokuskan pada dimensi ketersediaan staf dan beban kerja serta keterkaitannya dengan dimensi budaya lainnya. Dimensi ketersediaan staf dan beban kerja menjadi satu-satunya dimensi berkategori lemah di kedua rumah sakit, dengan skor 48% (RSU Sis Al Djufrie) dan 35% (RS Woodward) — jauh di bawah skor keseluruhan (70% dan 73%). Temuan kualitatif mengungkap tiga mekanisme erosi: kelelahan kronis akibat shift panjang, pengabaian prosedur keselamatan saat kondisi padat, dan menurunnya pelaporan insiden karena keterbatasan waktu. Beban kerja tinggi berhubungan dengan rendahnya tanggapan terhadap kesalahan (44% vs 57%). Keterbatasan tenaga kesehatan bukan sekadar masalah operasional, melainkan faktor struktural yang mengerosi fondasi budaya keselamatan pasien. Intervensi kebijakan ketenagaan yang sistemik merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan budaya keselamatan di rumah sakit tipe C Indonesia Timur.

References

Abd Kadir, N., Ryandini, T. P., Silitonga, N. J. M., Sari, F. I., Habibi, A., Nurwahidah, N., & Rahayu, S. (2026). Manajemen keperawatan dalam pelayanan kesehatan berbasis mutu dan keselamatan pasien. PT Cipta Digital Edukasi.

Linda H. Aiken, Sloane, D. M., Bruyneel, L., et al. (2018). Nurse staffing and education and hospital mortality in nine European countries. British Medical Journal, 362, k2060.

Astuti, D. P., Situmorang, C. M., Pinem, S. E., Hartono, B., & Daud, A. G. (2025). Analisis keseimbangan supply dan demand tenaga kesehatan di Indonesia. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 6159–6174.

Bani, P., & Anggiani, S. (2024). Pengaruh budaya organisasi terhadap keterlibatan tenaga kesehatan dan dampaknya pada kinerja rumah sakit: Tinjauan literatur tentang tren dan praktik terkini. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(12).

Bersama, D. P. I. K. P., & Si, A. (2024). Penguatan budaya keselamatan pasien di RSUP dr. Sitanala melalui. (Data publikasi belum lengkap).

Bilqis, M. (2023). Tantangan sistem kesehatan nasional: Distribusi dan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan di Indonesia. ResearchGate.

Calundu, R. (2018). Manajemen kesehatan (Vol. 1). Sah Media.

Harton, B., & Skemp, L. (2022). Incident follow-up and recurrence prevention in hospital settings. Quality Management in Health Care, 31(2), 115–122.

Intiasari, A. D. (2025). Rumah sakit dalam dinamika sistem kesehatan: Isu dan tantangan layanan di era multipolar pembiayaan. Arih Diyaning Intiasari.

Maduratna, E. S., Judijanto, L., Wasita, R. R. R., Irawan, Y. G., Wiradani, N. L. K., & Sitepu, F. B. (2025). Manajemen dan administrasi pelayanan kesehatan. PT Green Pustaka Indonesia.

Nadjib, M., & Setiawan, E. (2020). Biaya, pembiayaan, & efektifitas biaya di bidang kesehatan masyarakat. Universitas Indonesia Publishing.

Palimbo, A. (2021). Model kombinasi continuity of care dan interprofessional collaboration pada pelayanan kesehatan ibu di Kabupaten Banjar = Combination model of continuity of care and interprofessional collaboration in maternal health services in Banjar District (Tesis). Universitas Hasanuddin.

Pertiwiwati, E., Agianto, S. K., & Rusli, R. (2025). Kolaborasi interprofesional: Membangun budaya keselamatan pasien yang kuat. Uwais Inspirasi Indonesia.

Putri, S. A., & Amalia, A. (2026). Pengantar manajemen kesehatan. Afdan Rojabi Publisher.

Sakina, A. W., & Setyowati, Y. (2019). Akomodasi modal sosial inklusif difabel siaga bencana (Difagana) dalam sistem manajemen bencana berbasis masyarakat di DI Yogyakarta. In Final proceeding ICDM 2019.

Setyorini, Y. D. (2025). Hubungan beban kerja fisik dan mental perawat dengan patient safety di RSU Baitul Hikmah Kendal (Skripsi). Universitas Islam Sultan Agung.

Sitohang, R. V. (2026). Integritas data kesehatan: Perspektif kepemimpinan, kerja tim, dan beban kerja: Sebuah analisis komprehensif terhadap faktor manajerial dan operasional. CV Eureka Media Aksara.

Siwi, I. M., Wariki, W. M. V., Manoppo, J. E., Kaunang, W. P. J., & Sumampouw, O. J. (2025). Tantangan ketersediaan dokter spesialis dan dampaknya terhadap efektivitas sistem rujukan di rumah sakit tipe D: Studi kualitatif di Indonesia. Jurnal Promotif Preventif, 8(6), 1824–1832.

Soelistyo, A. (2023). Macroeconometric model: Kemiskinan, ketimpangan, distribusi pendapatan dan kebijakan macroprudential di Indonesia. Uwais Inspirasi Indonesia.

World Health Organization. (2023). Global patient safety report 2023. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-06-24