Beban Kerja, Kelelahan, dan Erosi Budaya Keselamatan Pasien: Tantangan Ketenagaan di Rumah Sakit Tipe C Indonesia Timur

beban kerja kelelahan kerja budaya keselamatan pasien ketenagaan kesehatan rumah sakit tipe c.

Authors

June 24, 2026

Downloads

Beban kerja berlebih dan keterbatasan tenaga kesehatan merupakan ancaman yang semakin diakui terhadap budaya keselamatan pasien. Di rumah sakit tipe C wilayah Indonesia Timur, tekanan ketenagaan ini berinteraksi dengan keterbatasan sumber daya struktural, namun belum banyak diteliti dampaknya terhadap budaya keselamatan secara menyeluruh. Menganalisis bagaimana beban kerja dan keterbatasan tenaga kesehatan berkontribusi terhadap erosi budaya keselamatan pasien di dua rumah sakit tipe C Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian mixed methods sequential explanatory di RSU Sis Al Djufrie (n=133) dan RS Woodward Palu (n=146). Data kuantitatif menggunakan kuesioner HSOPSC 2.0 (32 item, 10 dimensi), dilanjutkan wawancara mendalam terhadap informan terpilih secara purposive sampling. Analisis difokuskan pada dimensi ketersediaan staf dan beban kerja serta keterkaitannya dengan dimensi budaya lainnya. Dimensi ketersediaan staf dan beban kerja menjadi satu-satunya dimensi berkategori lemah di kedua rumah sakit, dengan skor 48% (RSU Sis Al Djufrie) dan 35% (RS Woodward) — jauh di bawah skor keseluruhan (70% dan 73%). Temuan kualitatif mengungkap tiga mekanisme erosi: kelelahan kronis akibat shift panjang, pengabaian prosedur keselamatan saat kondisi padat, dan menurunnya pelaporan insiden karena keterbatasan waktu. Beban kerja tinggi berhubungan dengan rendahnya tanggapan terhadap kesalahan (44% vs 57%). Keterbatasan tenaga kesehatan bukan sekadar masalah operasional, melainkan faktor struktural yang mengerosi fondasi budaya keselamatan pasien. Intervensi kebijakan ketenagaan yang sistemik merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan budaya keselamatan di rumah sakit tipe C Indonesia Timur.