Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Betawi dalam Mitigasi Bencana Banjir di Jakarta: Studi Kasus Komunitas Padepokan Ciliwung Condet

Authors

  • Briliana Losdy Universitas Indonesia
  • Sofyan Cholid Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v5i6.7783

Keywords:

pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal, mitigasi banjir, community development

Abstract

Jakarta menghadapi banjir kronis yang berdampak pada masyarakat bantaran sungai, banyak di antaranya menolak relokasi karena keterikatan tempat dan identitas budaya. Penelitian ini mengkaji praktik pemberdayaan berbasis kearifan lokal untuk mitigasi banjir oleh Komunitas Padepokan Ciliwung Condet (PCC) di Jakarta Timur melalui pendekatan kualitatf studi kasus dan teori community development Jim Ife. Temuan menunjukkan tiga hal utama. Pertama, bentuk kearifan lokal Betawi yang dihidupkan kembali untuk mitigasi banjir meliputi filosofi kembar aer, praktik ekologis pangkalan, kesenian lenong sebagai media edukasi kebencanaan, serta mata pencaharian dari produk dodol dan emping. Kedua, proses pemberdayaan PCC mencerminkan prinsip change from below degan menghargai pengetahuan dan budaya lokal, peningkatan kesadaran dialogis, serta mengutamakan proses. Ketiga, dampak pemberdayaan terhadap peningkatan kapasitas mitigasi banjir terlihat pada dimensi personal (kesadaran dan keterampilan kesiapsiagaan), relasional (penguatan gotong royong untuk aksi kolektif mitigasi), dan struktural (jejaring multi-pihak untuk pengurangan risiko bencana). Kasus Malalo, Sumatera Barat, yang mencapai nol korban jiwa dalam banjir bandang 2025 melalui sistem ronda sungai adat Tuo Banda menunjukkan efektivitas pengetahuan lokal. Kajian ini merekomendasikan pergeseran kebijakan mitigasi bencana dari pendekatan teknokratis menuju pengakua kearifan lokal dan strategi mitigasi berbasis komunitas.

References

Adaptation, F. (2025). Embracing the Sun Project: Building Inclusive, Flood-Resilient Community in Samarinda, Indonesia (2022-2025).

Aminullah, M., & Sari, A. A. (2024). Betawi Culture as Cultural Capital in Resilience Against Flood Disasters. Cities and Urban Development Journal, 2(2).

Gisevius, K., Niesters, L. M., Larasati, A., & Braun, B. (2024). Local and translocal social capital in flood adaptation: evidence from Indonesian coastal communities. Environmental Hazards.

Han, S. (2025). Anchored in place, driven by risk: How place attachment amplifies the household flood adaptation. Applied Geography, 177.

Herlina, M. (2019). Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Tesis, Universitas Diponegoro.

Ife, J. (2013). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice (5th ed.). Cambridge University Press.

Ismail, N., Bakhtiar, B., Yanis, M., Darisma, D., & Abdullah, F. (2020). Mitigasi dan Adaptasi Struktural Bahaya Banjir Berdasarkan Kearifan Lokal Masyarakat Aceh Singkil. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 276-285.

Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata Ruang Air. Penerbit Andi.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Lee, J. A. B. (2001). The Empowerment Approach for Social Work Practice (2nd ed.). Columbia University Press.

Lubis, M. I., & Wulandari, S. (2026). Melawan Lupa, Merawat Ingatan: Hak Masyarakat Adat sebagai Tandingan dalam Rekonstruksi Ekologis Pasca Banjir Sumatera 2025. Proceeding Legal Symposium, 4(1).

Mahadika, I. N. (2025). Faktor Sosial Penghambat Pencegahan Banjir di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan. Jurnal Sosial dan Pembangunan.

Maskrey, A. (2011). Revisiting community-based disaster risk management. Environmental Hazards, 10(1), 42-52.

Olatunji, E., Proverbs, D., Pathirage, C., Suresh, S., Ekundayo, O. E., Cooper, J., & Capewell, L. (2025). Evaluating Community Flood Resilience: An Innovative Social Capital Oriented Framework. Journal of Flood Risk Management, 18(4).

Prana, A. M., Dionisio, R., Curl, A., Hart, D., Gomez, C., Apriyanto, H., & Prasetya, H. (2024). Informal adaptation to flooding in North Jakarta, Indonesia. Progress in Planning, 186.

Rahayu, M., Noradika, Y., Prasetya, J. D., & Muryani, E. (2025). Partisipasi Masyarakat Kampung Iklim Dalam Upaya Mitigasi dan Pengendalian Banjir di Kelurahan Rawajati. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 15(1), 48-60.

Rahyono, F. X. (2009). Kearifan Budaya dalam Kata. Wedatama Widya Sastra.

Sibarani, R. (2018). Kearifan lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sidiq, W. A. B. N., Martuti, N. K. T., Hidayah, I., Saputro, D. D., Rahayu, S. R., & Khatamy, M. A. (2025). Disaster Risk Reduction Based on Community Empowerment in Tambakrejo Village, Semarang City. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1503.

Suparmini, Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. (2014). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Baduy. Jurnal Penelitian Humaniora, 15(2).

Suwarno, Nirwansyah, A. W., Sutomo, Demirdag, I., Sarjanti, E., & Bramasta, D. (2022). The Existence of Indigenous Knowledge and Local Landslide Mitigation: A Case Study of Banyumas People in Gununglurah Village. Sustainability, 14(19).

The Jakarta Post. (2026, March 24). Indigenous knowledge helps save lives in flood-hit Malalo, Sumatra. The Jakarta Post.

UNISDR. (2015). *Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030*. Geneva: United Nations.

Wagiran. (2012). Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Penerbit Ombak.

Wulandari, D., Muryani, C., & Karyanto, P. (2019). The Strengthening of Social Capital in Flood Disaster Preparedness in Jebres District, Surakarta. Journal of Physics: Conference Series, 1363(1).

Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of Community Psychology. Kluwer Academic/Plenum Publishers.s

Downloads

Published

2026-06-05