Ritual Keo Rado dalam Masyarakat Bajawa: Tinjauan Teologi Penciptaan terhadap Makna Kehidupan dan Eksistensi Manusia setalah Kematian
Downloads
Ritual Keo Rado di komunitas Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, merupakan praktik tradisional yang mencerminkan pemahaman lokal tentang kematian, hubungan dengan leluhur, dan keberlanjutan eksistensi setelah mati. Ritual ini tidak hanya berfungsi sosial-budaya, tetapi juga mengandung pandangan dunia kosmologis. Studi ini bertujuan menganalisis makna ritual Keo Rado dalam terang teologi penciptaan, khususnya mengenai martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan dan pemahaman tentang kehidupan setelah kematian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui riset pustaka, yang berfokus pada literatur antropologi dan teologi yang berkaitan dengan budaya masyarakat Ngada, ritual kematian tradisional, dan teologi penciptaan. Analisis dilakukan melalui refleksi teologis interpretatif dan kontekstual tentang makna simbolis yang ada dalam ritual tersebut. Studi ini menemukan bahwa ritual Keo Rado mencerminkan kesadaran mendalam akan hubungan yang saling terkait antara manusia, alam, leluhur, dan Sang Pencipta. Dalam perspektif ini, kematian tidak dipahami sebagai akhir dari eksistensi tetapi sebagai transisi menuju dimensi kehidupan lain yang tetap terhubung dengan komunitas dan sumber kehidupan ilahi. Penelitian ini menyiratkan bahwa tradisi budaya lokal dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teologi kontekstual, khususnya dalam memahami makna kehidupan manusia, kematian, dan harapan akan kehidupan setelah kematian.
Aragon, L. V. (2020). Spirit beliefs and ritual transformation in eastern Indonesia. Asian Ethnicity, 21(3), 345–362. https://doi.org/10.1080/14631369.2019.1627762
Barker, J. (2022). Christianity and indigenous cosmologies in Southeast Asia. Religions, 13(4), 312. https://doi.org/10.3390/rel13040312
Bevans, S. B. (2002). Model-Model Teologi Kontekstual. Ledalero.
Colombijn, F., & Cote, J. (2022). Urban rituals and communal identity in Indonesian society. Journal of Southeast Asian Studies, 53(1), 45–67. https://doi.org/10.1017/S0022463422000078
Geertz, C. (1992). Kebudayaan dan Agama. Kanisius.
Hauken, A. (2005). Teologi Dasar: Dasar-Dasar Teologi Katolik. Kanisius.
Howell, S. (2021). Ritual, cosmology, and social order in eastern Indonesian communities. Oceania, 91(2), 178–195. https://doi.org/10.1002/ocea.5278
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
Kraft, K. (2020). Contextual theology and cultural engagement in postcolonial Asia. Missiology: An International Review, 48(2), 115–130. https://doi.org/10.1177/0091829619899632
Lina, P. (2022). Mata Golo, the Keo Rado Ritual, and the Death of Jesus Christ. Journal of Asian Orientation and Theology, 4(1), 1–26. https://doi.org/10.24071/jaot.v4i1.4483
Lon, Y. S. (2015). Makna Ritual Kematian dalam Budaya Masyarakat Ngada di Flores. Jurnal Ledalero, 14(2).
Neonbasu, G. (2018). Relasi Kosmologis dalam Budaya Flores. Jurnal Undana, 12(3). https://ejournal.undana.ac.id/index.php/jk/article/view/136
Riyanto, A. (2018). Relasionalitas. Kanisius.
Schiller, A. (2022). Death ritual and cosmological meaning in Austronesian societies. Journal of the Royal Anthropological Institute, 28(1), 89–107. https://doi.org/10.1111/1467-9655.13654
Schröter, S. (1998). Ritual Kematian Orang Ngada di Flores Tengah. Yayasan Obor Indonesia.
Singgih, E. G. (2000). Iman dan Politik. BPK Gunung Mulia.
Swain, T., & Trompf, G. (2021). Religion, culture, and identity in Melanesian and Indonesian communities. Exchange, 50(3), 201–220. https://doi.org/10.1163/1572543X-12341583
Tule, P. (2004). Longing for the House of God: Dwelling in the Cosmology of the Ngada People. Ledalero.
Vischer, L. (2023). Inculturation and liturgical practice in Catholic communities of eastern Indonesia. Theological Studies, 84(1), 55–75. https://doi.org/10.1177/00405639221148762
Winangun, Y. W. (1990). Masyarakat Bebas Struktur: Liminalitas dan Komunitas menurut Victor Turner. Kanisius.
Copyright (c) 2026 Virgilio Yogie Damiano Beke Watu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







