Rekonstruksi Prinsip Kepentingan Terbaik Bagi Anak dalam Penetapan Hak Asuh Anak: Tinjauan Fikih Hadlanah dan Kompilasi Hukum Islam
Main Article Content
Salah satu akibat hukum dari perceraian adalah hak asuh anak. Penetapan hak asuh anak harus memperhatikan asas kepentingan terbaik bagi anak. Namun, terdapat ketidakjelasan dan inkonsistensi dalam memaknai asas tersebut, baik dalam Kompilasi Hukum Islam maupun dalam penetapan oleh pengadilan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna asas kepentingan terbaik bagi anak dalam penetapan hak asuh anak berdasarkan fikih hadlanah menurut hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam literatur fikih hadlanah, hak asuh anak merupakan hak ibu, ayah, dan anak secara bersamaan, namun kepentingan atau hak anak harus lebih diutamakan. Asas kepentingan terbaik bagi anak harus dimaknai sesuai dengan ketentuan fikih, yaitu bahwa ibu (perempuan) merupakan pihak yang paling berhak atas hak asuh anak sampai anak tersebut mencapai usia mumayyiz. Oleh karena itu, diperlukan penegasan dalam Kompilasi Hukum Islam mengenai syarat-syarat pemegang hak asuh anak sebagai pedoman praktis bagi hakim dalam menilai kelayakan pengasuhan.
Cammack, M. E., & Feener, R. M. (2012). The Islamic Legal System in Indonesia. Pacific Rim Law & Policy Journal, 21(1), 13–42. https://doi.org/10.2139/ssrn.2120142
Fauzan, A., & Hamzah, M. (2024). Pendekatan Holistik Dalam Hak Asuh Anak Pasca Perceraian: Perspektif Maq??id Syar?’ah Al-Tahir Ibnu Asyur. Al-Ras?kh: Jurnal Hukum Islam, 13(1), 111–126. https://doi.org/10.38073/rasikh.v13i1.1747
Hafis, M., & Johari, J. (2022). Maqasid Al-Syariah Sebagai Problem Solver Terhadap Penetapan Hak Asuh Anak Pasca Perceraian. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(3), 1522. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i3.2420
Islami, I. (2019). Legalitas Penguasaan Hak Asuh Anak Dibawah Umur (Hadhanah) Kepada Bapak Pasca Perceraian. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 6(2), 181–194. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v6i2.10715
Ivana, R., & Cahyaningsih, D. T. (2020). Dasar Pertimbangan Hakim Terhadap Putusan Perceraian Dengan Pemberian Hak Asuh Anak Kepada Bapak. Jurnal Privat Law, 8(2), 295. https://doi.org/10.20961/privat.v8i2.48423
Lutfi, L., & Mu’allim, A. (2021). Penerapan Kompilasi Hukum Islam Pada Peradilan Agama Dalam Perkara Hadhonah Dan Eksekusi Putusannya. Keuangan Islam Dan Peran Kesejahteraan, 20(2), 275–300. https://doi.org/10.20885/millah.vol20.iss2.art4
Mulasari, L., & Handayani, T. (2021). Child Custody Disputes in Islamic Family Law: A Comparative Study of Court Decisions in Indonesia. Journal of Islamic Law Studies, 4(1), 45–63. https://doi.org/10.15408/jils.v4i1.16392
Noor, F., Al-Amruzi, M. F., & Hasan, A. (2023). Problematika Hak Asuh Anak Pasca Putusan Perceraian Di Pengadilan Agama (Studi Kasus Nomor 342/PDT.G/2020/PA.MTP Jo Putusan Banding Nomor 32/PDT.G/2020/PTA.BJM Jo Putusan Kasasi Nomor 392 K/Ag/2021). Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 17(6), 4085. https://doi.org/10.35931/aq.v17i6.2808
Nurmila, N. (2020). Indonesian Muslim Women’s Rights and the Politics of Gender in Indonesian Islamic Legal Discourse. Journal of Indonesian Islam, 14(1), 169–192. https://doi.org/10.15642/JIIS.2020.14.1.169-192
Pakarti, M. H. A. (2024). Perlindungan Hak Anak Dalam Perceraian Menurut Hukum Keluarga Islam. MJHKI, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.52496/mjhki.v1i1.1
Rahman, T. A., & Rizkianti, W. (2024). Penyelesaian Sengketa Hak Asuh Anak Setelah Perceraian: Perbandingan Antara Indonesia Dan Inggris. Jurnal USM Law Review, 7(1), 248–363. https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.8801
Rehman, J., & Polymenopoulou, E. (2013). Is Green a Part of the Rainbow? Sharia, Homosexuality, and LGBT Rights in the Muslim World. Fordham International Law Journal, 37(1), 1–50. https://doi.org/10.2139/ssrn.2290486
Sariaslan, A., Lichtenstein, P., Larsson, H., & Fazel, S. (2016). Family Dissolution, Psychiatric Morbidity, and Offspring Outcomes: A Swedish Population Study. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 57(7), 870–877. https://doi.org/10.1111/jcpp.12530
Sarif, A., Mas’ad, M. A., & Ahmad, R. (2017). Konsep Maslahah Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI): Satu Tinjauan Syarak Ke Atas Larangan Pernikahan Antara Agama. Malaysian Journal of Syariah and Law, 5(2), 138–160. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol5no2.66
Sebriyani, Y. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dalam Perceraian Menurut Perspektif Hukum Keluarga Islam. Al-Manhaj: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1967–1976. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3822
Sulthon, M. (2022). Peranan Maslahah Mursalah Dan Maslahah Mulghah Dalam Pembaruan Hukum Islam. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 25(1), 59–70. https://doi.org/10.15642/alqanun.2022.25.1.59-70
Tohari, C., Fawwaz, H., & Swadjaja, I. (2022). The Ijtihad Construction of Islamic Law Based on the Maq?shid Al-Syar?’ah Approach in the Indonesian Context. Prophetic Law Review, 4(2), 195–221. https://doi.org/10.20885/plr.vol4.iss2.art4
Ulya, F. H., Lisaniyah, F. H., & Mu’amaroh, M. (2021). Penguasaan Hak Asuh Anak Di Bawah Umur Kepada Bapak. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 2(1), 101–117. https://doi.org/10.51675/jaksya.v2i1.176
Yassari, N., Möller, L. M., & Michaels, I. K. (2017). Change and Continuity in Family Law: An Introduction to the Law of Succession and the Best Interests of the Child in Muslim Countries and Among Muslim Communities in Europe. International Journal of Law, Policy and the Family, 31(2), 149–170. https://doi.org/10.1093/lawfam/ebx002
