Evaluasi Program Pemberantasan Chistosomiasis di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso
Downloads
Schistosomiasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemberantasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pemberantasan Schistosomiasis di Kecamatan Lore Utara dengan meninjau aspek input, proses, dan output pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Fokus Group Disccusin, observasi lapangan, dan telaah dokumen terhadap pemangku kepentingan terkait, meliputi Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, serta sektor terkait lainnya. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggambarkan kesesuaian antara perencanaan dan implementasi program di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, program telah didukung oleh kebijakan, sumber daya manusia, dan pendanaan, namun masih terdapat keterbatasan sarana prasarana dan distribusi sumber daya. Pada aspek proses, pelaksanaan kegiatan surveilans, pengobatan massal, dan pengendalian keong telah berjalan, tetapi belum optimal akibat kendala koordinasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, dan kondisi geografis wilayah. Pada aspek output, terjadi penurunan prevalensi kasus Schistosomiasis, namun target eliminasi belum sepenuhnya tercapai. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa program pemberantasan Schistosomiasis di Kecamatan Lore Utara telah berjalan namun masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan, koordinasi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program pemberantasan Schistosomiasis menuju eliminasi.
Aboagye I.F., Edoh D. (2019). Investigation of Risk Infection of Urinary Schistosomiasis at Mahem and Galilea Communities in The Greater Accra Region of Ghana, West African Journal of Applied Ecology, Vol 15.
Anyam H.A., Tigani A.A., Rashid O.M. (2019). Schistosomiasis and Soil-transmitted Helminths Among an adult Population in a war Affected area, Southern Kordofan State, Sudan, BMC Parasites & Vectors, Vol 5, no 133.
Barodji., Sudomo M., Putrali J., Joesoef M.A. (2023). Percobaan Pemberantasan Hospes Perantara Schistosomiasis (Oncomelania Hupensis Linduensis) dengan Bayluscide dan Kombinasi Pengeringan dengan Bayluscide di Dataran Tinggi Lindu, Sulawesi Tengah, Buletin Penelitian Kesehatan, Vol XI, no 2.
Donggala, B. L. (2019). Evaluasi pengendalian schistosomiasis oleh lintas sektor tahun 2018. Buletin Penelitian Kesehatan, 47(4), 217–226.
El Khoby T. (2020). The Epidemiology of Schitosomiasis in Egypt: Summary Findings In Nene Governorates, Am J Trop Med Hgy, Vol 62, no 2, p 88 99.
Erlan, A., Junaidi, M., Veridiana, N. N., Puryadi, P., & Octaviani, O. (2014). Studi Kebijakan Pengendalian Schistosomiasis di Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2012. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 24(1), 42–49.
Hadidjaja. (2020). Schistosomiasis di Sulawesi Tengah. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Ideham B., Pusarawati S. (2017). Helmintologi Kedokteran. Surabaya: Airlangga University Press.
Kasnodiharjo. (2020). Penularan Schistosomiasis dan Penanggulangannya Pandangan dari Ilmu Perilaku, Jurnal Cermin Dunia Kedokteran, Vol 96, hal 37-39.
Khrispina Owa, S. S. T., Wahyuni, S., Galuh Ismayanti, M. K. M., & Kaswi, N. (2025). Buku Referensi Kesehatan Lingkungan Dalam Pengelolaan Penyakit Tropis. Optimal Untuk Negeri.
Leonardo L.R., Pilarita R., Ofelia S., Elena V., Crisostomo B., Hernandez L., Baquilod M., Erce E., Martinez R., Velayudhan R. (2018). Prevalence Survei of Schistosomiasis In Mindanao and The Visayas The Philippines, PLOS Neglected Tropical Diseases, Vol 57, p 281-285.
McManus, D. P., Dunne, D. W., Sacko, M., Utzinger, J., Vennervald, B. J., & Zhou, X. N. (2018). Schistosomiasis. Nature Reviews Disease Primers, 4(1), 1–19. https://doi.org/10.1038/s41572-018-0013- 8
Nurwidayati A. (2015). Kajian Hubungan Antara Daerah Perindukan Keong Perantara Schistosomiasis Terhadap Kejadian Schistosomiasis di Napu Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, Jurnal Vektor Penyakit, Vol 2, no 1, hal 31-37.
Rosmini., Soeyoko., Sri S. (2016). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Penularan Schistosomiasis Japonicum di Dataran Tinggi Napu Kabupaten Poso Sulawesi Tengah,Buletin Penelitian Kesehatan, Vol 38, no 3, hal 131 139.
Sandjaja., Bernardus. (2017). Parasitologi Kedokteran Buku II Helminthologi. Kedokteran. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Sudomo M., Sasono P.M.D. (2017). Pemberantasan Schistosomiasis di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, Vol 35, no 1.
Sudomo M dan Pretty (2017). Penyakit parasitik yang kurang diperhatikan di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Tjay., Tan H., Rahardja K. (2017). Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Elex Media Komputindo.
Veridiana N.N., Chadijah S. (2020). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Masyarakat dalm Mencegah Penularan Schistosomiasis di Dua Desa di Dataran Tinggi Napu Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Tahun 2010, Media Litbangkes, Vol 23, no 3, Hal 130-136.
Copyright (c) 2026 Helvie Etma Wati Gae, Rajindra, Zhanaz Tasya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






