Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Pendekatan Kerawanan Pangan Siswa Sman 42 dan SMAS Angkasa 1 di Jakarta Timur
Downloads
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah sebuah kebijakan pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan dan gizi siswa di sekolah. Penelitian ini mengevaluasi dampak MBG terhadap kondisi gizi, konsentrasi belajar, dan kerawanan pangan siswa melalui studi di SMAN 42 (penerima MBG) dan SMAS Angkasa 1 (non-penerima) di Jakarta Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis konsumsi pangan berdasarkan Pola Pangan Harapan (PPH). Hasilnya menunjukkan bahwa siswa penerima MBG mengalami peningkatan energi dan konsentrasi belajar, dengan skor PPH sebesar 89 (kategori sedang). Program ini membantu meringankan beban gizi, terutama bagi siswa dari keluarga rentan. Di sisi lain, siswa non-penerima tetap menghadapi risiko kelaparan selama sekolah, meskipun berasal dari keluarga mampu. Secara keseluruhan, MBG terbukti berkontribusi pada pengurangan kerawanan pangan dan peningkatan ketahanan gizi siswa. Namun, pemerataan program dan peningkatan kualitas menu masih diperlukan. Temuan ini berimplikasi pada perlunya perluasan jangkauan program ke seluruh sekolah tanpa memandang status, optimalisasi waktu distribusi makanan agar selaras dengan jam belajar, serta penguatan variasi menu untuk mencapai skor PPH kategori baik (>90) guna memastikan keberlanjutan ketahanan pangan dan gizi siswa secara merata.
Aipvogi.org. (2025). Standar gizi dan makanan dalam program makan bergizi gratis tahun 2025. Diakses 2 Juni 2025 dari https://aipvogi.org/standar-gizi-dan-makanan-dalam-program-makanbergizi-gratis-tahun-2025/
Arif, S., Isdijoso, W., Fatah, A. R., & Tamyis, A. R. (2020). Tinjauan strategis ketahanan pangan dan gizi di Indonesia. SMERU Research Institute.
Badan Pangan Nasional. (2024). Pedoman penilaian skor pola pangan harapan. Badan Pangan Nasional.
Badan Pangan Nasional, & Badan Pusat Statistik. (2023). Analisis ketersediaan pangan neraca bahan makanan Indonesia 2021–2023. Badan Pangan Nasional.
BGN. (2025). Daftar satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah operasional. Diakses 28 Mei 2025 dari https://www.bgn.go.id/operasionalsppg
Dunn, W. N. (2003). Analisa kebijakan publik. PT Prasetia Widia Pratama.
Ersila, W., Aisyah, R. D., Rofiqoh, S., & Utami, S. (2025). Pola asuh orang tua optimalkan perkembangan anak prasekolah. Penerbit NEM.
Food and Agriculture Organization. (1989). Toxicological evaluation of certain food additives and contaminants (WHO Food Additives Series, Vol. 219). FAO.
Hapsari, N. I., & Rudiarto, I. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kerawanan dan ketahanan pangan dan implikasi kebijakannya di Kabupaten Rembang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 5(2), 125–140.
Kartika, & Adib. (2024). Perspektif kebijakan dan anggaran dari program makan bergizi gratis. Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Setjen DPR RI.
Kiftiyah, A., Palestina, F. A., Abshar, F. U., & Rofiah, K. (2025). Makan bergizi gratis (MBG) program in the perspective of social justice and socio-political dynamics. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan.
Maku, K. R. M., Odo, M. E., & Mite, M. A. M. (2025). Peran penting gizi seimbang dalam mendukung proses tumbuh kembang anak. Jurnal Citra Pendidikan Anak, 4(3), 269–276.
Mayasari, S. (2023). Potret konsumsi pangan rumah tangga di Kalimantan Timur. Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa, 7(1), 5–12.
Nasution, A. P., Reswari, A., Sarah, S., Aspah, A., Anggraeni, Z., Simbolon, J. J., & Fatimah, P. S. (2024). Peran gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 9(2), 1–10.
Nurulaini, R., & Afifah, D. F. (2025). Implementasi program MBG untuk meningkatkan gizi anak sekolah dasar di Kota Semarang 2025. Jurnal Sosial Teknologi, 5(11), 4249–4259.
Putri, A. B., Fahriyah, U., Putri, R. Y., Taibah, Q., Sutiana, P. S. R., & Afandi, R. (2026). Pengaruh program makan bergizi gratis (MBG) terhadap minat belajar siswa sekolah dasar. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(1), 165–176.
Salasa, A. R. (2021). Paradigma dan dimensi strategi ketahanan pangan Indonesia. Jejaring Administrasi Publik, 13(1), 35–48.
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2024). Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional. https://setkab.go.id
Tempo.co. (2025). Ini isi satu piring makan siang yang bergizi versi Kemenkes. Diakses 2 Juni 2025 dari https://www.tempo.co/ekonomi/ini-isi-satu-piring-makan-siang-yang-bergizi-versi-kemenkes--1191975
UNICEF. (2021). Improving young children’s diets during the complementary feeding period. UNICEF.
Waluyo, S. D. (2025). Kebijakan makanan bergizi gratis: Tinjauan ekonomi politik dalam kesejahteraan dan ketahanan pangan. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara.
Widyatmoko, S., Harsono, A. M. B., & Suriansyah, A. (2026). Studi kasus: Implementasi program MBG di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(4), 582–590.
Yanti, N. N. K. (2022). Evaluasi kebijakan WFH terhadap pelayanan publik di Indonesia. Widyanata, 19.
Copyright (c) 2026 Akbar Fitradtya Priyono, Stanislaus Riyanta, Eko Daryanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





