Analisis Propaganda Poligami Dalam Film Bismillah Ku Nikahi Suamimu Dengan Semiotika Barthes

Authors

  • Imelda Ruwae Lutunani Universitas Esa Unggul
  • Ummanah Ummanah Universitas Esa Unggul

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v5i3.7625

Keywords:

Propaganda, Poligami, Film, Semiotika Roland Barthes, Representasi media

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap realitas sosial, termasuk isu poligami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk propaganda poligami yang direpresentasikan dalam film Bismillah Kunikahi Suamimu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana poligami direpresentasikan dalam film tersebut dan bagaimana fungsinya sebagai bentuk propaganda. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode deskriptif dan analisis semiotika Roland Barthes. Data primer diperoleh dari adegan-adegan film yang mengandung representasi poligami, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengkaji makna denotatif, konotatif, dan mitos yang dibangun melalui tanda-tanda visual dan verbal dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut merepresentasikan poligami sebagai praktik yang bernilai religius, bermoral, dan ideal melalui narasi pengorbanan, kepatuhan perempuan, serta legitimasi agama. Representasi ini berpotensi menormalisasi poligami di masyarakat dengan membingkainya sebagai solusi atas konflik rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium ideologis yang mampu membentuk dan mengukuhkan nilai-nilai sosial tertentu melalui propaganda simbolik.

References

Althusser, L. (2024). Ideology and ideological state apparatuses: Notes towards an investigation. In New critical writings in political sociology (pp. 299–340). Routledge.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (2020). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Anchor Books.

Cahyani Intan, A. (2018). Poligami dalam Perspektif Hukum Islam the Polygamy in the Perspectif of Islamic Law. Al-Qadau, 5(2), 271–280.

Chandler, D. (2017). Semiotics: The Basics (3rd ed.). Routledge.

Dewi, N., Akil, M., & Hasibuddin, M. (2024). Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law. 5, 1–8.

Dwiyono, D., & Zebua, K. (2022). Tinjauan Biblika Mengenai Perkawinan Poligami: Studi Kasus Pernikahan Abraham Dengan Hagar Dalam Kejadian 16:1-16. Skenoo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 125–135. https://doi.org/10.55649/skenoo.v2i2.21

Effendy, O. U. (2021). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Citra Aditya Bakti.

Ellul, J. (2019). Propaganda: The Formation of Men’s Attitudes. Vintage Books.

Entman, R. M. (2021). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.

Fakih, M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.

Goode, W. J. (2017). Sociology of the Family. Prentice Hall.

Hall, S. (2019). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage Publications.

Husnullail, M., Risnita, Jailani, M. S., & Asbui. (2024). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Riset lmiah. Journal Genta Mulia, 15(0), 1–23.

Jowett, G. S., & O’Donnell, V. (2015). Propaganda & Persuasion. Sage Publications.

Karya, S., & Setiawan, B. (2024). Ekranasi Novel Bismillah Kunikahi Suamimu Karya. 09, 24–37.

Kerti, A. M., Muslimin, A., Iwannudin, Triyono, V., & Yanti, M. F. (2021). Problematika Pembagian Harta Waris Perkawinan Poligami Perspektif Hukum Islam. Jurnal Tana Mana, 2(1), 46–48.

Kuhn, T. S. (2020). The Structure of Scientific Revolutions (2nd ed.). University of Chicago Press.

Lasswell, H. D. (2021). Propaganda Technique in the World War. Alfred A. Knopf.

Makka, M. M., & Ratundelang, T. F. (2022). Poligami tanpa Izin Istri Pertama dan Dampaknya terhadap Keluarga. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 2(1), 34. https://doi.org/10.30984/ajifl.v2i1.1937

Mangunsong, N. (2019). Awliya’ in The Class of Islamic Political Symbolism: A Semiotic Approach. Justicia Islamica, 16(2), 427–458. https://doi.org/10.21154/justicia.v16i1.1652

McQuail, D. (2010a). McQuail’s Mass Communication Theory. Sage Publications.

McQuail, D. (2010b). McQuail’s Mass Communication Theory (6th ed.). Sage Publications.

Mulia, S. M. (2018). Islam Menggugat Poligami. Gramedia Pustaka Utama.

Munthe, M. G. (2012). Propaganda dan Ilmu Komunikasi. Jurnal ULTIMA Comm, 4(1), 39–50. https://doi.org/10.31937/ultimacomm.v4i1.429

Pratiwi, nuning. (2017). Penggunaan Media Video Call dalam Teknologi Komunikasi. Jurnal Ilmiah DInamika Sosial, 1, 213–214.

Storey, J. (2018). Cultural Theory and Popular Culture: An Introduction. Routledge.

Tong, R. (2019). Feminist Thought: A More Comprehensive Introduction. Westview Press.

Turner, G. (2022). Film as Social Practice. Routledge.

Wadud, A. (2016). Inside the Gender Jihad: Women’s Reform in Islam. Oneworld Publications.

Downloads

Published

2026-03-04