Penerapan Standar Instalasi Tenaga Listrik Satu Fasa Golongan Tarif R1 pada Rumah Tinggal di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Downloads
Instalasi listrik yang tidak sesuai standar merupakan penyebab utama kebakaran rumah dan sengatan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan instalasi listrik satu fasa pada rumah tangga golongan tarif R1 (daya 450-2200 VA) di Kota Kupang terhadap standar PUIL, SPLN, dan SNI. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan pada 40 sampel pelanggan yang dipilih secara purposive dari total 166.905 pelanggan di Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan melalui inspeksi visual komponen (kabel, sakelar, stopkontak, MCB, PHB) dan pengukuran resistansi isolasi kabel menggunakan multimeter digital serta resistansi pentanahan menggunakan earth tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% instalasi menggunakan kabel NYM 3x2,5 mm2 dengan merek Visicom dan Eterna. Namun, 45% dari 40 instalasi memiliki resistansi pentanahan di atas standar 5, dengan nilai tertinggi mencapai 834. Selain itu, 7,5% instalasi menunjukkan resistansi isolasi yang sangat rendah (<1 M), mengindikasikan adanya kerusakan isolasi serius. Ditemukan pula ketidaksesuaian kapasitas pengaman MCB, termasuk satu instalasi dengan MCB 25A pada kabel 2,5 mm2 yang berisiko menyebabkan kebakaran akibat beban lebih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kualitas komponen terpasang umumnya baik, kegagalan pada teknik instalasi, khususnya sistem pentanahan dan pemilihan MCB, menciptakan risiko keselamatan yang signifikan. Implikasi praktisnya adalah perlunya inspeksi berkala wajib dan penerapan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kebakaran dan sengatan listrik di Kota Kupang.
Atsu, D., Seres, I., & Farkas, I. (2020). Analysis of long-term performance and reliability of PV modules under tropical climatic conditions in sub-Saharan. Renewable Energy, 162, 285–295. https://doi.org/10.1016/j.renene.2020.08.053
Aziz, T., & Ketjoy, N. (2017). PV penetration limits in low voltage networks and voltage variations. IEEE Access, 5, 16784–16792. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2017.2747096
Commission, I. E. (2010). IEC Standards. IEC. http://www.iec.ch/
Diaf, S., Diaf, D., Belhamel, M., Haddadi, M., & Louche, A. (2022). A methodology for optimal sizing of autonomous hybrid PV/wind system. Energy Policy, 35(11), 5708–5718. https://doi.org/10.1016/j.enpol.2007.06.020
Dileep, G. (2020). A survey on smart grid technologies and applications. Renewable Energy, 146, 2589–2625. https://doi.org/10.1016/j.renene.2019.08.092
Hashemi, S., Ostergaard, J., & Yang, G. (2016). A flexible power factor control strategy for enhancing the integration of photovoltaic systems. IEEE Transactions on Smart Grid, 7(2), 1033–1041. https://doi.org/10.1109/TSG.2014.2375960
Indonesia, K. E. dan S. D. M. R. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Kementerian ESDM.
Indonesia, K. E. dan S. D. M. R. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyedia Tenaga Listrik. Kementerian ESDM.
Indonesia, K. E. dan S. D. M. R. (2016). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Kementerian ESDM.
Indra, Z., & Kamil, I. (2011). Analisis Sistem Instalasi Listrik Rumah Tinggal dan Gedung untuk Mencegah Bahaya Kebakaran. Jurnal Ilmiah Elite Elektro, 2(1).
Khoury, J., Mbayed, R., Salloum, G., & Monmasson, E. (2016). Design and implementation of a residential PV-battery energy management system in a grid-connected environment. Electric Power Systems Research, 143, 744–756. https://doi.org/10.1016/j.epsr.2016.10.015
Nasional, B. S. (2000). SNI 04-0225-2000: Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). BSN.
Nasional, B. S. (2011). SNI 04-0225-2011: Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011). BSN.
Obi, M., & Bass, R. (2016). Trends and challenges of grid-connected photovoltaic systems – A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 58, 1082–1094. https://doi.org/10.1016/j.rser.2015.12.289
Pillai, G., & Naser, H. A. (2018). Techno-economic potential of large-scale photovoltaics in Bahrain. Sustainable Energy Technologies and Assessments, 27, 40–45. https://doi.org/10.1016/j.seta.2018.03.003
Raza, M. Q., Nadarajah, M., & Ekanayake, C. (2016). On recent advances in PV output power forecast. Solar Energy, 136, 125–144. https://doi.org/10.1016/j.solener.2016.06.073
Silaban, H. (2025). Implementasi Instalasi Listrik Rumah Tangga Yang Sesuai Standar PUIL Untuk Meningkatkan Keselamatan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Profesi Manajemen, 3(6). https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/issue/view/31
Subagyo, H. (2011). Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. Musyawarah Nasional IV Asosiasi Profesional Elektrikal Indonesia (APEI).
Timur, B. P. S. P. N. T. (2023). Jumlah Pelanggan Listrik Kelompok Sosial. BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur. https://ntt.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTI3NSMy/jumlah-pelanggan-listrik-kelompok-sosial.html
Tobing, B. L. (2003). Dasar Teknik Pengujian Tegangan Tinggi. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Copyright (c) 2026 Fransiskus Seda, Yustinus S.B Ada, Rochani Rochani, Markus Daud Letik, Zilman Syarif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






