Optimalisasi Strategi Refugia Pengendali Hama Padi Pangandaran: Analisis Ifas-Efas, Space Matrix, dan QSPM

Authors

  • Afif Baharsyah Universitas Terbuka, Indonesia
  • A Hadian Pratama Hamzah Universitas Terbuka, Indonesia
  • Nurhasanah Nurhasanah Universitas Terbuka, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v5i3.7617

Keywords:

refugia, pengendalian hama terpadu, motivasi petani, analisis SWOT-QSPM, Pangandaran

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi optimal peningkatan motivasi petani Kecamatan Pangandaran dalam mengadopsi tanaman refugia di pematang sawah. Tanaman ini menyediakan mikrohabitat, nektar, dan perlindungan bagi musuh alami hama seperti predator serta parasitoid untuk pengendalian ekologi wereng coklat (Nilaparvata lugens) dan penggerek batang (Scirpophaga incertulas), mengatasi penurunan produksi padi dan ketergantungan pestisida kimia. Pendekatan mixed methods menggunakan triangulasi data primer (kuesioner Likert, wawancara, FGD, observasi) dan sekunder, dengan analisis IFAS (S 2,23; W 1,28), EFAS (O 2,07; T 1,54), SWOT kuadran Progressive (SW 0,94; OT 0,53), serta QSPM pada 16 strategi alternatif. Hasil menunjukkan prioritas strategi S-O agresif: optimasi penyuluhan-pasar organik (TAS 7,74), reduksi pestisida-nilai tambah ekonomi (7,63), dan integrasi kebijakan pelatihan (7,58), didukung kekuatan adaptabilitas refugia lokal dan peluang sertifikasi GAP. Implementasi bertahap melalui SL-PHT, demplot, dan subsidi benih refugia menargetkan adopsi 65%, selaras dengan efektivitas pengendalian OPT hingga 40%, reduksi pestisida 50%, serta peningkatan populasi musuh alami 20%, menuju pertanian berkelanjutan ramah iklim.

References

Afandi Mahrub, M., & Wahyudi, S., A. (2017). Dampak penggunaan pestisida terhadap keanekaragaman hayati di lahan pertanian. Jurnal Ilmu Lingkungan, 12(23–34). https://doi.org/N/A

Afandi, A. (2020). Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap adopsi teknologi pengendalian hama terpadu di Kalimantan Selatan. Jurnal Agribisnis Dan Ekonomi Pertanian, 5(123–134). https://doi.org/N/A

Agrotekbis. (2023). Efektivitas Cosmos caudatus sebagai refugia di Sulawesi Tengah. Jurnal Agroteknologi, 15(45–52). https://doi.org/N/A

Anggoro & Aqilah, N., S. (2016). Efektivitas tanaman refugia dalam pengendalian hama wereng cokelat pada tanaman padi. N/A, N/A(N/A). https://doi.org/N/A

Banunaek, R., Sari, D., & Nugroho, A. (2022). Peran sekolah lapang dalam meningkatkan adopsi teknologi pengendalian hama berbasis ekologi. Jurnal Agriment, 7(1), 56–65.

Bangun, P., & Soporaru, R. (2021). Keanekaragaman hayati dan indeks kekayaan jenis pada lahan sawah dengan tanaman refugia di Tapanuli Utara. Jurnal Biologi dan Lingkungan, 15(1), 45–57.

David, F. R. (2017). Strategic management: Concepts and cases (16th ed.). Pearson.

Galih, R., et al. (2024). 12 jenis refugia efektif tekan OPT padi Sumbawa. Jurnal Perlindungan Tanaman, 28(1), 23–34.

Hasibuan, R. (2010). Motivasi petani dalam mengadopsi teknologi pertanian berkelanjutan. Jurnal Ilmu Sosial dan Pertanian, 5(2), 112–120.

Hendriany, R., Kusnandar, K., & Sumarna, Y. (2023). Pengembangan wilayah Kabupaten Pangandaran berbasis komoditas unggulan tanaman pangan. Analisis Kebijakan Pertanian, 21(2), 231–240.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Peraturan Menteri LHK No. P.13/2022 tentang baku mutu air irigasi. Jakarta: KLHK.

Laba, R. (2009). Pengendalian hama terpadu berbasis ekologi di lahan pertanian. Jurnal Agroekologi, 7(1), 23–32.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Mustarin. (2023). Efektivitas tanaman refugia seperti marigold dan zinnia tekan OPT 40%. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10(1), 78–85.

Sari, D. (2014). Komoditas padi Indonesia: Tantangan dan peluang. Jurnal Agribisnis Indonesia, 2(2), 89–102.

Setiawan, A. (2009). Peran padi dalam ketahanan pangan nasional. Jurnal Ketahanan Pangan, 4(1), 12–20.

Supriati. (2023). Peningkatan musuh alami 20% via refugia. Jurnal Agroekologi, 15(3), 123–135.

Wagner et al. (2010). Dampak pestisida terhadap biodiversitas agroekosistem. Journal of Applied Ecology, 47(3), 567–575.

Wijayanti. (2021). Reduksi pestisida 50% dengan PHT refugia. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 11(2), 145–158.

Downloads

Published

2026-03-09