Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) Dalam Pemetaan Risiko Bencana Untuk Perencanaan Kota Tangguh
Downloads
Perencanaan kota modern membutuhkan pendekatan berbasis data spasial untuk mengantisipasi risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, urbanisasi pesat, dan degradasi lingkungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) muncul sebagai teknologi kunci yang mampu mentransformasi data geospasial menjadi informasi strategis untuk pengelolaan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pemanfaatan SIG dalam pemetaan risiko bencana sebagai instrumen penting untuk mewujudkan kota tangguh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur sistematis dan analisis kasus, dengan mengumpulkan dan mensintesis data dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dan publikasi terkait. Hasil analisis mengungkapkan bahwa SIG berfungsi multifungsi, tidak hanya sebagai alat visualisasi pemetaan zona rawan bencana, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan yang canggih. SIG memungkinkan integrasi data multidisiplin termasuk data fisik, sosial, ekonomi, dan infrastruktur untuk memodelkan kerentanan dan kapasitas secara komprehensif, sehingga mampu menghasilkan skenario mitigasi dan rencana kontinjensi yang berbasis bukti. Implikasi dari temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan SIG yang efektif dalam perencanaan kota tangguh memerlukan prasyarat penting, yaitu kolaborasi lintas sektor yang kuat, ketersediaan data yang terstandarisasi dan mutakhir, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan teknologi geospasial. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa SIG bukan sekadar alat teknis, melainkan fondasi strategis untuk pembangunan berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas ancaman bencana di kawasan perkotaan.
Ardiansyah, A. N., & Bahar, S. (2023). Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Dampak Gempa Bumi di Sepanjang Jalur Patahan Cugenang.
Ardiansyah, A. N., & Bahar, S. (2023). Sistem informasi geografis untuk pemetaan dampak gempa bumi di sepanjang jalur Patahan Cugenang.
Cutter, S. L., Boruff, B. J., & Shirley, W. L. (2003). Social vulnerability to environmental hazards. Social Science Quarterly, 84(2), 242–261.
Erkamim, M., Mukhlis, I. R., Putra, P., Adiwarman, M., Rassarandi, F. D., Rumata, N. A., Arrofiqoh, E. N., KN, A. R., Chusnayah, F., & Paddiyatu, N. (2023). Sistem informasi geografis (SIG): Teori komprehensif SIG. PT Green Pustaka Indonesia.
Goodchild, M. F. (2007). Citizens as sensors: The world of volunteered geography. GeoJournal, 69(4), 211–221.
Julian, Y. A., & Umar, G. (2025). Peran sistem tata kelola lingkungan berbasis data spasial dalam perencanaan pembangunan di kawasan urban. Journal of Current Research in Management, Policy, and Social Studies, 2(1), 1–8.
Kurniawan, R., & Hidayat, R. (2019). Pemanfaatan SIG untuk pemetaan risiko banjir di Kota Semarang. Jurnal Geospasial Indonesia, 8(2), 112–125.
Liu, Y., & Xu, C. (2015). Mapping and modeling the risk of natural disasters using GIS. Natural Hazards, 79(3), 1927–1947.
Nahar, J., & Dewi, R. (2020). Sistem informasi geografis untuk perencanaan kota tangguh. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 15(3), 203–214.
Parassa, H. S., Sirnan, S., & Annas, A. (2024). Peran pemerintah dalam pengembangan regulasi dan budaya sadar bencana di masyarakat perkotaan: Studi kasus di Kota Makassar. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 6(2), 141–150.
Prasetyo, H., & Rahman, A. (2018). Analisis SIG dalam mitigasi bencana tanah longsor. Geomatika, 24(1), 67–78.
Putra, R. S. P., Tumoro, I. R., Chin, J. S. T., Nurida, A., Sembiring, T. B., Suryandari, R. Y., Andarmoyo, S., & Thoriq, S. S. (2025). Mengelola risiko: Lingkungan kesehatan publik di tengah bencana dan urbanisasi. PT Nawala Gama Education.
Ragawilafa, A., & Mahendra, M. (2025). Fungsi pemerintah Kecamatan Bojongsoang dalam mengurangi risiko dan mitigasi bencana banjir pada kawasan pemukiman di Kabupaten Bandung tahun 2024. JISIPOL: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 9(3).
Rahayuono, R. (2025). Analisis zona rawan bencana banjir pada daerah Kecamatan Sayung Kabupaten Demak berbasis sistem informasi geografis (SIG). Universitas Ivet.
Rahmawati, A., Mussalamah, F. K., Hapsari, A., Chandra, M., Kartiko, N. D., Nurmanita, K., Situmorang, S., Nugraha, S. H., Karimah, H. L., & Ubaidillah, M. A. (2024). Visi membangun Indonesia tahan bencana dan perubahan iklim 2100: Kompilasi esai terpilih. RDI. https://rdi.or.id/wp-content/uploads/2024/04/E-Book-Laporan-Essai-DCR-1.pdf
Reza, M., Surya, B., Akil, A., Nasution, M. A., Muhibuddin, A., Saleh, H., Manaf, M., & Barkey, R. A. (2025). Analisis alih fungsi lahan pertanian pada kawasan rawan bencana di Kota Batu. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 9(2), 235–244.
Selan, A., Ariswati, D. Y., & Saekoko, J. (2025). Analisis literatur: Efektivitas sistem informasi geografis untuk pemetaan daerah rawan bencana. Jurnal Cakrawala Informasi, 5(1), 1–12.
Suryaningsih, E., & Wahyuni, P. (2025). Pemanfaatan artificial neural network dalam pemetaan kerentanan sosial-ekonomi terhadap bahaya longsor di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DIY. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 15(1), 26–47.
Copyright (c) 2026 Boby Indra Purnawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





