Problematika Due Process of Law Dalam Penanganan Pidana Pemilu: Tantangan Tenggat Waktu Singkat Dalam Sistem Peradilan Pidana
DOI:
https://doi.org/10.58344/jii.v5i3.7574Keywords:
Due Process of Law, Pidana Pemilu, Kepastian HukumAbstract
Pemilihan umum merupakan pilar demokrasi yang memerlukan penegakan hukum pidana sebagai ultimum remedium untuk menjamin kemurnian suara rakyat. Namun, sistem peradilan pidana pemilu di Indonesia memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan pidana umum, terutama dalam aspek formalitas proseduralnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penerapan prinsip due process of law dalam sistem peradilan pidana pemilu di Indonesia, khususnya terkait batasan waktu penanganan perkara yang sangat singkat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat benturan norma antara tuntutan kepastian hukum tahapan pemilu dengan model due process of law yang menjunjung tinggi keadilan prosedural. Pengaturan tenggat waktu yang kaku dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 memaksa sistem bekerja di bawah Crime Control Model yang mengutamakan kecepatan administratif, sehingga seringkali mengabaikan ketelitian pembuktian dan hak-hak defensif terdakwa. Hal ini berimplikasi pada sulitnya menangani kasus kompleks yang seringkali berujung pada kedaluwarsa perkara dan impunitas bagi pelaku. Penelitian ini merekomendasikan agar pengaturan masa kedaluwarsa tindak pidana pemilu menganut ketentuan dalam KUHP baru atau Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP guna memberikan kepastian hukum serta mewujudkan integritas pemilu.
References
Faisal, D. (2021). The principle of due process of law in the Indonesian criminal justice system: A critical analysis. Journal of Law and Social Justice, 24(1), 45–57. https://doi.org/10.1016/j.jlsj.2021.03.005
Fitrani, F., & Rizki, T. (2020). Election law and its challenges: Due process of law in Indonesian election cases. Indonesian Law Journal, 18(2), 130–143. https://doi.org/10.1016/j.ilj.2020.06.003
Haryanti, D., & Adhayanto, O. (2023). Hukum pemilu dan pilkada langsung (Tinjauan hukum dan teori). Deepublish.
Hidayat, M., & Sari, P. (2021). Due process of law in the electoral process in Indonesia. Journal of Indonesian Public Law, 22(4), 175–189. https://doi.org/10.1016/j.jipl.2021.04.002
Ibrahim, D., Basri, B., Noviasari, D. T., & Syafingi, H. M. (2024). Penegakan hukum tindak pidana pemilu demi terwujudnya demokrasi di Indonesia. Borobudur Law and Society Journal, 3(4), 148–160.
Lestari, D. P. (2022). Due process of law in Indonesian election criminal justice system: Challenges and prospects. Journal of Election Law Studies, 19(3), 65–78. https://doi.org/10.1016/j.jels.2022.05.007
Mukhlis, M. M., Balebo, P. M., Syarifuddin, A., & Tajuddin, M. S. (2024). Limitasi demokrasi hak presiden dalam kampanye politik sebagai penguatan sistem pemilihan umum. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 6(2), 260–280.
Notonagoro. (1974). Pancasila secara ilmiah populer. Pantjuran Tudjuh.
Prabowo, P., & Anggraeni, T. (2019). Limitations of due process in Indonesian election dispute resolution: A case study of Gakkumdu. Journal of Law and Politics, 17(4), 144–157. https://doi.org/10.1016/j.jlp.2019.10.006
Prasetyo, A., & Nugroho, H. (2020). The role of the criminal justice system in Indonesia’s election disputes. Asian Journal of Political and Legal Studies, 13(3), 102–115. https://doi.org/10.1016/j.ajpls.2020.01.004
Putri, N. H., Laia, A., & Laia, B. (2023). Sistem proporsional pemilihan umum dalam perspektif politik hukum. Jurnal Panah Keadilan, 2(2), 66–80.
Sugiarto, H. (2021). The short time frame for election criminal case handling and its impact on justice: A legal analysis of Gakkumdu in Indonesia. Indonesian Journal of Criminal Law, 23(2), 88–99. https://doi.org/10.1016/j.ijcl.2021.02.009
Susilo, J. (2025). Perspektif presidential threshold terhadap regulasi pemilihan umum dalam kerangka prinsip kedaulatan rakyat. Jurnal Hukum Respublica, 24(2).*
Toloh, P. W. Y. (2023). Politik hukum penguatan partai politik untuk mewujudkan produk hukum yang demokratis. JAPHTN-HAN, 2(1), 141–168.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Wahyudi, S., & Salim, N. (2022). The conflict between due process and legal certainty in Indonesian electoral law. Journal of Indonesian Law and Society, 14(1), 50–65. https://doi.org/10.1016/j.jils.2022.03.005
Yunita, P., & Maulia, S. T. (2024). Pemilihan umum sebagai bentuk perwujudan demokrasi di Indonesia. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(2), 137–142.
Yusuf, S. (2019). Due process of law and justice in Indonesia’s criminal justice system: The challenges of implementing electoral law. Law and Justice Review, 19(1), 112–125. https://doi.org/10.1016/j.ljr.2019.04.003
Zahara, A., Signora, K. A., Siahaan, D. P., Syahpira, D. D., Fardani, S. N., Al Adawiyah, A., Tiara, S., Noura, V., Khairunnisa, P., & El Zuhra, F. (2023). Sistem demokrasi dalam pemilihan umum di Indonesia. Educandumedia: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan, 2(1), 1–22.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hendi Kurnia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





