Prototype Android Sistem Perizinan Santri Pondok Pesantren Darunnajah 8 Berbasis QR Code
Downloads
Sistem perizinan santri berbasis kertas di Pondok Pesantren Darunnajah 8 menyebabkan inefisiensi waktu, antrean panjang, dan memicu pelanggaran seperti kabur dan pemalsuan izin. Perkembangan teknologi dan tingginya ketergantungan santri terhadap perangkat mobile mendorong perlunya transformasi digital dalam manajemen pesantren. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji prototype aplikasi Android sistem perizinan santri berbasis QR Code untuk menggantikan sistem manual. Metode pengembangan menggunakan pendekatan prototyping dengan pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka, serta pengujian menggunakan black box testing dan System Usability Scale (SUS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan berhasil berfungsi dengan baik melalui serangkaian pengujian dan memperoleh skor usabilitas rata-rata 4.37 (kategori baik) dari 10 responden yang terdiri dari santri, ustad, dan petugas keamanan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem digital berbasis QR Code dan Firebase dapat meningkatkan efisiensi proses perizinan, memperkuat pengawasan, serta mengurangi pelanggaran. Implikasi penelitian ini memberikan model solusi teknologi yang dapat diadopsi oleh pesantren lain untuk meningkatkan akuntabilitas dan layanan administrasi di era digital.
Alquriyah, Y., & Ahmadi, A. (2021). Pentingnya program kecakapan hidup (life skills) untuk para santri di pondok pesantren. Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam, 19(1), 82–94.
Azizatul, U. (2025). Fungsi manajemen tahfidz Al-Qur’an dalam meningkatkan hafalan santri di Pondok Pesantren Mutiara Miftahul Jannah Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan [Skripsi]. UIN Raden Intan Lampung.
Farhan, F. (n.d.). Strategi mudabbir dalam memberikan bimbingan dan motivasi terhadap santri baru untuk penyesuaian diri di Pondok Pesantren Darunnajah 8 Cidokom Gunung Sindur Bogor [Skripsi]. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Firdaus, F., & Hermawan, H. (2024). Kemitraan pembimbing asrama dengan orang tua santri: Kolaborasi yang sukses dalam pendidikan santri di pondok pesantren. Surya Abdimas, 8(4), 556–567.
Fitriani, Y. (2020). Tradisi menghafal Al-Qur’an (Studi kasus penghafalan Al-Qur’an di SMP IT Insan Harapan) [Skripsi].
Fuadah, A. N. (2022). Pelaksanaan program pengasuhan dalam membina kepribadian santri di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Kaukab Bogor [Skripsi]. FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hasana, N. (2024). Strategi pembimbing pondok dalam mengatasi kenakalan santri di Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum Batanghari [Skripsi]. Institut Agama Islam Negeri Metro.
Hasibuan, M. I. (2024). Motivasi orang tua dan santri memasuki pendidikan ke pondok pesantren di Kabupaten Padang Lawas [Skripsi]. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Iskandar, M. (2018). Metode musyrif dalam mengatasi kenakalan santri di Pondok Pesantren Attaqwa Putera Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi [Skripsi]. Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar.
Juliana, R. (2020). Perilaku santri terhadap musyrif/musyrifah asrama di Pondok Pesantren Darel Hikmah Pekanbaru [Skripsi]. UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Karya Utami, F., Deriwanto, D., & Idris, M. (2025). Etika peserta didik dalam perspektif Imam Al-Ghazali dan relevansinya terhadap pendidikan Islam saat ini [Skripsi]. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.
Liyani, W. (2021). Motivasi orang tua memilih pondok pesantren sebagai sarana pengembangan akhlak anak (Studi kasus wali santri di Pondok Pesantren Modern Darunnajah, Ulujami Pesangrahan Jakarta Selatan) [Skripsi].
Maulida, R. A. (2024). Manajemen pengasuhan dalam pembentukan karakter panca jiwa kemandirian di Pondok Pesantren Al-Manshur Darunnajah 3 Serang [Skripsi]. Universitas Darunnajah.
Putra, I. K. S. C., Rafiq, M. H., & Pd, M. (2025). Implementasi reward dan punishment pembimbing (musyrif) dalam mendisiplinkan santri di asrama putra MA Excellent Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto Jawa Timur. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan, 4(1), 68–75.
Ritonga, M., Indra, H., & Handrianto, B. (2021). Program penguatan karakter musyrif di pondok pesantren modern. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1), 176–187.
Rokhmawati, F. N. (2018). Sistem pengawasan aktivitas santri Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an. Jurnal, 7, 1–25.
Rosidah, S. (n.d.). Komunitas Islam anti-speaker di Gunung Sindur, Bogor: Perspektif sejarah sosial keagamaan (1970–2022) [Skripsi]. Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Riyan, A. (2019). Mencoba Firebase authentication di Android (email & password). https://medium.com/@avinriyan/mencoba-firebase-authentication-di-android-email-password-4089bd2dfec0
Siregar, E. A. (2023). Strategi musyrifah dalam pembinaan kepribadian santriwati di Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah Sungai Dua Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara [Skripsi]. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Wibisurya, A. (2017). Pengenalan QR code. https://socs.binus.ac.id/2018/12/15/pengenalan-qr-code/
Copyright (c) 2026 Muhammad Ersa Arkhab, Gerry Firmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






