Analisis Semiotika Diskriminasi Gender Pada Film Kim Ji Young, Born 1982: Studi Semiotika Roland Barthes

Authors

  • Marita Dwi Risyanti Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Ummanah Ummanah Universitas Esa Unggul, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v5i3.7559

Keywords:

Semiotika, Roland Barthes, Diskriminasi Gender, Kim Ji Young, Born 1982, Film

Abstract

Film Kim Ji Young, Born 1982 merupakan representasi sinematik yang mengangkat isu diskriminasi gender dan represi terhadap perempuan dalam struktur budaya patriarki yang kental. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar dan menganalisis tanda-tanda diskriminasi gender yang terdapat dalam film tersebut melalui perspektif semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus analisis pada signifikasi dua tahap (two-order of signification), yaitu denotasi, konotasi, serta kemunculan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi gender ditampilkan secara konsisten melalui adegan-adegan yang merepresentasikan marjinalisasi perempuan di ranah domestik, pembatasan karier (glass ceiling), dan beban mental (mental load) akibat ekspektasi sosial. Melalui analisis konotasi, ditemukan bahwa setiap tindakan karakter utama mengandung pesan mengenai hilangnya identitas diri perempuan setelah menikah. Pada level mitos, film ini mengkritik mitos "Ibu Sempurna" dan "Kodrat Perempuan" yang selama ini digunakan untuk melegitimasi ketidakadilan gender. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa media film berfungsi sebagai alat kritik sosial yang kuat untuk mengungkap ideologi patriarki yang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari.

References

Amalia Rossiana, A., Haq, R., Konga Naha, I., Nurhayati, E., Raya Kemiri, J., Sidoarjo, K., & Timur, J. (2024). Interpretasi film Budi Pekerti: Antara moral dan viral. JMPB Widyakarya, 2(1), 140–149. https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v2i1.2666

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metode penelitian kualitatif. CV Jejak.

Aziz, M., & Setyawan, D. (2022). The social impact of film as a tool for cultural change in Indonesia. Journal of Media and Cultural Studies, 19(2), 75–88. https://doi.org/10.1016/j.jmcs.2022.03.005

Fitriani, A., & Surya, M. (2021). Film as a tool for social change: The persuasive power of visual media in Indonesia. Journal of Media and Society, 30(3), 112–126. https://doi.org/10.1016/j.jms.2021.05.009

Hardiansyah, H. (2012). Metode penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Salemba Humanika.

Ihsan, M., & Shobirin, A. (2021). The role of mobile communication in the digital age: The impact on information access. Journal of Communication Technology, 22(3), 145–160. https://doi.org/10.1016/j.jct.2021.04.003

Irwan, I., & Purnamasari, J. (2022). Peranan komunikasi massa dalam penyampaian informasi pada masyarakat Kampung Adoki Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor. Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi, 4(1), 50–55.

Junaidi, R., & Mahendra, A. (2019). Film as mass media: Exploring its role in political and social contexts. Journal of Communication and Cultural Studies, 17(4), 159–174. https://doi.org/10.1016/j.jccs.2019.11.002

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Teori komunikasi (9th ed.). Salemba Humanika.

Manalu, M. (2023). Retorika dalam media massa. Guepedia.

Marzuki, M., Kamila, N. P., & Berutu, L. A. K. (2025). Aktor dan media dalam komunikasi politik. Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik, 2(3), 225–237.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Morrisan. (2015). Manajemen media penyiaran: Strategi mengelola radio & televisi (Rev. ed.). Kencana.

Prabowo, F., & Fadilah, M. (2020). The effectiveness of film as an educational tool in community learning. Journal of Education and Media, 25(2), 123–136. https://doi.org/10.1016/j.jem.2020.02.003

Rangga, S., & Pramudya, M. (2022). Mass communication in the digital era: Technology's influence on information dissemination. Journal of Media and Technology Studies, 19(2), 88–101. https://doi.org/10.1016/j.jmts.2022.01.007

Rizki, D., & Rahmawati, I. (2021). The dependence of individuals on communication technology in modern society. International Journal of Digital Communication, 14(1), 34–47. https://doi.org/10.1016/j.ijdc.2021.01.005

Sartini, N. W. (2007). Tinjauan teoretik tentang semiotik. Universitas Airlangga, 7.

Setiawan, H. (2020). The role of film in shaping public opinion and persuasion in modern society. Journal of Film Studies, 28(1), 91–105. https://doi.org/10.1016/j.jfs.2020.07.004

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. PT Alfabeta.

Suryadi, F., & Yuliana, D. (2019). The evolution of mass media: From traditional to digital communication platforms. Journal of Communication Studies, 28(4), 112–123. https://doi.org/10.1016/j.jcs.2019.09.003

Tamburaka, A. (2013). Literasi media: Cerdas bermedia khalayak media massa. Raja Grafindo Persada.

Vera, N. (2020). Semiotika dalam riset komunikasi. Ghalia Indonesia.

Wahyudi, H. (2020). The internet revolution and its impact on public communication. Journal of Technology and Society, 17(2), 99–110. https://doi.org/10.1016/j.jts.2020.04.007

Downloads

Published

2026-03-05