Analisis Pemilihan Skema Pembiayaan Early Production Facility Pada Proyek Pengeboran Onshore: Studi Kasus PT XYZ
Downloads
PT XYZ merencanakan pengembangan Lapangan ABC untuk meningkatkan produksi minyak dan gas hingga tahun 2035. Rencana ini memerlukan pembangunan Early Production Facility (EPF) baru karena kapasitas fasilitas eksisting tidak lagi memadai dalam menampung tambahan produksi minyak, gas, dan air. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial dua alternatif skema pembiayaan - operational lease dan pembelian aset - menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) periode 2025–2035 dengan tingkat diskonto WACC riil sebesar 5,04%, melalui indikator NPV, IRR, dan Payback Period. Hasil analisis menunjukkan kedua skema layak secara finansial, dengan skema operational lease menghasilkan NPV sebesar USD 178,10 juta, IRR 2.355,70%, dan investasi awal USD 1,01 juta, sedangkan skema pembelian aset menghasilkan NPV USD 173,70 juta, IRR 499,84%, dan investasi awal USD 16,93 juta. Analisis risiko mengidentifikasi tiga kelompok utama, yaitu risiko pasar (fluktuasi harga minyak Brent dan nilai tukar USD/IDR), risiko operasional (potensi overbudget dan gangguan operasi), serta risiko finansial (estimasi cadangan dan volume produksi), dengan hasil sensitivitas menunjukkan harga minyak Brent sebagai faktor risiko paling dominan. Berdasarkan hasil tersebut, skema operational lease direkomendasikan sebagai pilihan optimal karena menghasilkan NPV tertinggi, membutuhkan investasi awal lebih rendah, dan memberikan fleksibilitas operasional yang lebih baik, sementara skema pembelian tetap relevan bagi perusahaan yang memprioritaskan kepemilikan aset jangka panjang, dan hybrid financing dapat dipertimbangkan sebagai alternatif kompromi.
Copyright (c) 2026 Fredy Nuryadi, Farida Rachmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





