Implementasi Kebijakan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Terhadap Penanganan Stunting di Desa Paya Besar Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Downloads
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dalam penanganan stunting di Desa Paya Besar Kecamatan Batu Benawa. Meskipun proses perencanaan program telah sesuai dengan Peraturan Bupati No. 7 Tahun 2024, penelitian ini menemukan bahwa implementasi di lapangan kurang optimaldari tujuan yang diharapkan. Hal ini berakar pada sumber daya yang dianggap tidak memadai, yang memicu penolakan dari para pelaksana. Sikap ini dieksekusi dengan memanfaatkan kelemahan dalam sistem komunikasi dan struktur birokrasi yang tidak terintegrasi, sehingga program hanya berjalan secara administratif untuk memenuhi pagu anggaran tanpa memberikan dampak dan efektivitas yang nyata. Faktor-faktor menghambat kurang optimalnya dari implementasi kebijakan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) dalam penanganan stunting dalah sebagai (1) anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dalam penanganan stunting masih kurang(2) sumber daya manusia yang menjadi pelaksana penanganan stunting yang kurang professional (3) sosialisasi yang masih kurang dan (4) kometmen pelaksana yang masih lemah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan (1) memperioritaskan anggaran, sehingga penaganan stunting dijadikan program utama APBDes melalui musdes dan rembuk stunting, mengoptimalkan dan berupaya mencari dana lain dengan mengkonvergensikan program desa serta menggandeng pihak ketiga. (2) melaksnakan peningkatan kapasitas dan pendampingan dengan menyelenggarakan pelatihan rutin teknis berkelanjutan bagi kader. (3) memperluas sosialisasi dengan manfaatkan semua media sedcara langsung, digital, forum desa dan sasaran yang beragam.dengan membuat materi yang mudah dipahami, praktis, dan visual menarik. (4) memperkuat komitmen kepemimpinan dengan melibatkan kepala desa dan seluruh perangkat serta lembaga desa dan memasukkan stunting dalam Perdes, lakukan monitoring dan evaluasi rutin oleh Pemerintah desa.
Agustin, R., & Ayustia, R. (2024). Tantangan dan peluang dalam implementasi program desa membangun Desa Sugi Waras. Masyarakat Demokrasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 2(2), 17–26.*
Ahmad, M., Khan, M. E., & Ahmad, S. (2020). Assessing potable water quality and identifying areas of waterborne diarrheal and fluorosis health risks using spatial interpolation in Peshawar, Pakistan. Environmental Challenges, 1, 100001. https://doi.org/10.1016/j.envc.2020.100001
Ahyaruddin, M., & Ramadanis, R. (2019). Akuntabilitas dan transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Jurnal Akuntansi dan Ekonomika, 9(1), 110–118. https://doi.org/10.37859/jae.v9i1.1344
Amran, R., Pratama, R. R., & Wahyuni, S. (2025). Stunting sebagai ancaman kualitas sumber daya manusia: Perspektif gizi, lingkungan, dan sosial. Scientific Journal, 4(4), 233–240.*
Anggriani, N., Iskandar, D., & Nurodin, I. (2023). Penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. JATI: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia. https://doi.org/10.18196/jati.020219
Arsyad, S. N. S., & Ahmad, B. (2024). Dinamika kebijakan dan implementasi program Desa Maju: Studi literatur dan rekomendasi kebijakan. PAMARENDA: Public Administration and Government Journal, 4(2), 285–295.*
Dinarwati, S., & Nurfadilah, Y. M. (2025). Analisis efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program penanganan stunting di wilayah perdesaan (studi terapan di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang). The World of Public Administration Journal.
Fatimah, D. (2025). Efektivitas program percepatan penurunan stunting di Desa Paluhakan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jurnal Bisnis dan Pembangunan, 14(1), 75–83.*
Ginting, T. T. M., & Zebua, A. (2024). Sosialisasi pencegahan stunting di Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun: Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(1), 27–31.*
Indriana, I. S., Hartarto, R. B., & Nugraha, G. A. (2024). The role of village development on stunting prevalence reduction in Eastern Indonesia. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 25(1). https://doi.org/10.18196/jesp.v25i1.22099
Mu’tafi, A., Firdaus, Z., Romadhona, F., Mubarok, I. S., Agung, A. H., Wahyuni, A. N., Larasati, R., Nurhidayat, Y. K. H., Ma’arif, S., & Aufa, A. (2024). Membangun generasi cerdas di Desa Binangun: Menuju masa depan gemilang dengan gizi seimbang dan bebas stunting. Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 1(9), 589–597.*
Mulyana, A. (2025). Implikasi stunting terhadap kemampuan kognitif dan fisik anak usia dini di TK At-Taqwa Teta Lambitu. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 122–133.*
Muslihin, H. Y., Loita, A., Fauziah, Y., Rahmadani, N., & Masturoh, S. (2025). Deteksi dini gizi kurang dan risiko gagal tumbuh: Urgensi pemantauan rutin di usia golden age. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 6(3), 378–389.*
Pusfita, D., Kustiawan, K., & Darmawan, E. (2024). Peran pemerintah desa terhadap penanganan stunting di Desa Batu Belanak Kecamatan Suak Midai tahun 2021–2023. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Puspaningrum, N. A. (2024). Village fund management for health programs to reduce stunting: A qualitative study of Pundungan Village, Juwiring Subdistrict, Klaten Regency. Jurnal Prajaiswara, 6(1). https://doi.org/10.55351/prajaiswara.v6i1.163
Raesalat, R., Nurbudiwati, N., & Alawiyah, M. D. (2024). Strategi pemerintah desa dalam pencegahan stunting melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) Toss di Desa Jangkurang Kecamatan Leles. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 15(1), 1–13.*
Rosha, B. C. H., Sari, K., Sp, I. Y., Amaliah, N., & Utami, N. H. (2016). Peran intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam perbaikan masalah gizi balita di Kota Bogor. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(2), 127–138.*
Rumlah, S. (2022). Masalah sosial dan solusi dalam menghadapi fenomena stunting pada anak. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 1(3), 83–91.*
Setyawan, A. D., Maghfiroh, A. M., Mustafa, I. R., & Andriani, S. P. (n.d.). Fenomena stunting di Desa Tulungrejo Kota Batu pada tahun 2010–2019. Malang Raya dalam Kajian Sejarah Tematis, 224.*
Wardoyo, H. (2023, April 12). Optimize four funding sources to tackle stunting, village heads told. ANTARA News. https://en.antaranews.com/news/278565/optimize-four-funding-sources-to-tackle-stunting-village-heads-told
Wahyudi, A., & Colleagues. (2023). Understanding the role of village fund and administrative capacity in stunting reduction: Empirical evidence from Indonesia. International Journal for Equity in Health, 22(1). https://doi.org/10.1186/s12939-023-02093-5
Yasmin, A. N., Aldilla, V. A., Riani, P. B., Mulyawarman, M. K., Alfiani, S., & Mubarok, A. (2024). Peran pemerintah dalam mengatasi masalah agraria di wilayah pedesaan. Almufi: Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(2), 60–68.*
Copyright (c) 2025 Jayadi Jayadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






