Optimalisasi Hasil Belajar IPA dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VI SD Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning.

Authors

  • Eneng Fenti Nurnianingsih Universitas Terbuka, Indonesia
  • Gusti Yarni Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Fery Muhamad Firdaus Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v4i11.7165

Keywords:

Contextual Teaching and Learning, Hasil Belajar IPA, Kemampuan Berpikir Kritis , ANOVA Dua Jalur.

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPA dan kemampuan berpikir kritis (KBK) siswa Sekolah Dasar masih menjadi tantangan. Pendekatan pembelajaran konvensional seringkali kurang membantu siswa menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, sehingga diperlukan pendekatan alternatif seperti Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan CTL dan Pendekatan Saintifik; (2) Perbedaan hasil belajar IPA di antara kelompok siswa dengan KBK tinggi, sedang, dan rendah; dan (3) Eksistensi interaksi antara pendekatan pembelajaran dan tingkat KBK terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimen faktorial 2×3 dengan subjek 46 siswa di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar IPA (materi Hantaran Panas Benda) dan tes Kemampuan Berpikir Kritis. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian Dua Jalur (Two-Way ANOVA) setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa: (1) Pendekatan CTL berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA (F=74,399; Sig.=0,000); (2) Tingkat KBK berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA (F=19,441; Sig.=0,000); dan (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara Pendekatan Pembelajaran dan KBK terhadap hasil belajar IPA (F=4,217; Sig.=0,022). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa pendekatan CTL memberikan manfaat terbesar (efek kompensasi) pada kelompok siswa dengan KBK rendah dan sedang. Disimpulkan bahwa CTL berperan sebagai penjembatan (bridge) yang efektif dalam mengkompensasi keterbatasan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap perolehan hasil belajar IPA.

References

Alditia, L. M., & Hanis, H. (2024). Analysis of barriers to elementary school students’ critical thinking ability development in science instruction in primary schools using a systematic literature review. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(1), 100–115.

Alditia, L. M., Fadillah, N., & Hanis, M. (2024). Analysis of barriers to elementary school students’ critical thinking skills in science subjects. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara, 16(1), 97–111. https://doi.org/10.37640/jip.v16i1.2060

Alparuq, P., Kolbi, S. N., Zahra, S., & Adela, D. (2024). Analysis of science learning barriers in elementary schools. Atlantis Press Proceedings. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-249-1_2

Ennis, R. H. (2011). Critical thinking: Reflection and perspective—Part I. Inquiry: Critical Thinking Across the Disciplines, 26(2), 5–19.

Groups, A. (2016). Integration of IPA and QFD to assess the service quality and to identify after?sales service strategies to improve customer satisfaction – a case study. http://jurnal.umj.ac.id/

Hasanah, N., Wahyuni, E. S., & Nisa, L. (2020). Improving students' critical thinking skills through contextual teaching and learning science module. JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika), 5(1), 17–23.

Hasanah, U. (2020). Crucial cognitive skills in science education: A systematic review. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA.

Hayati, E. M. (2023). Analysis of the cooperative learning effectiveness on students’ critical thinking skills in science learning for primary students. AL-ISHL?H: Jurnal Pendidikan.

Irwan, I. (2024). Developing critical thinking skills of primary school students. JENIUS: Journal of Education Policy and Elementary Education Issues, 5(2), 74–89.

Jatmiko, P. Y. (2018). The effectiveness of science learning using contextual teaching and learning to improve elementary school students' critical thinking skills. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 208, 390–393. (Proceedings of the 1st International Conference on Education Innovation (ICEI 2017)).

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2013). The impact of cooperative, competitive, and individualistic learning environments on achievement. In J. Hattie & E. Anderman (Eds.), International handbook of student achievement (pp. 372–374). Routledge.

Listiani, I. (2021). Improving learning outcomes through the science-technology-society model based on project in elementary school students. Jurnal [detail volume dan halaman tidak tersedia].

Marta, H., Fitria, Y., Hadiyanto, H., & Zikri, A. (2020). Penerapan pendekatan contextual teaching and learning pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 4(1), 149–157.

Miranda, M. (2023). Pengaruh model contextual teaching and learning (CTL) terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa SD. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika.

Riza, S., Mardhatillah, Rizki, D., & Ihsan, M. A. N. (2024). The effect of the use of contextual teaching and learning (CTL) learning model on the cognitive value of students of elementary school. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA), 10(5), 2702–2710. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i5.6988

Silva, H., Lopes, J., Dominguez, C., & Morais, E. (2022). Think-Pair-Share and Roundtable: Two cooperative learning structures to enhance critical thinking skills of 4th graders. International Electronic Journal of Elementary Education, 15(1), 11–21.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (11th ed.). Rineka Cipta.

Downloads

Published

2025-11-07