Strategi Diplomasi TNI Angkatan Laut Dalam Membangun Kepercayaan dan Stabilitas di Laut China Selatan
Downloads
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika keamanan Laut China Selatan melalui kerangka SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman), menekankan peran strategis Indonesia yang tercermin melalui Angkatan Laut Republik Indonesia (TNI-AL). Penelitian dilakukan di Jakarta, dimana wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan perwira penentu kebijakan di Markas Besar Angkatan Laut. Narasumber meiliki pandangan mendalam mengenai operasi, diplomasi maritim, dan kerja sama internasional. Kerangka analitis menggunakan tiga teori utama: (1) teori geopolitik untuk memahami persaingan kepentingan kekuatan besar; (2) teori keamanan maritim untuk menilai interaksi antara kapasitas angkatan laut, alat penegak hukum, dan aktor non-negara; dan (3) teori diplomasi untuk menganalisis bagaimana negosiasi bilateral dan multilateral membentuk tata kelola maritim. Pendekatan metodologis mengacu pada metode kualitatif, meliputi wawancara, studi literatur, serta observasi, guna mendapatkan pemahaman mendalam mengenai diplomasi maritim dan dinamika keamanan regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada jaringan diplomasi maritim yang kuat, kapasitas angkatan laut yang berkembang, serta peran netral dalam ASEAN. Di sisi lain, ancaman berasal dari meningkatnya aktivitas ilegal (seperti penyelundupan dan illegal fishing) dan ketegangan geopolitik. Berdasarkan hasil SWOT, penelitian mengusulkan tiga strategi utama: (a) memperkuat kapasitas Indonesia sebagai mediator diplomasi; (b) meningkatkan pengintaian, penegakan hukum, dan respons melalui teknologi canggih seperti radar, satelit, dan kendaraan nir-awak; serta (c) membangun kepercayaan antar negara melalui platform komunikasi digital yang mendukung pertukaran informasi real-time guna mewujudkan stabilitas dan pencegahan konflik.
Adiwilaga, R., Kusumah, P., & Mustofa, M. U. (2023). Implikasi Rivalitas Amerika Serikat–Republik Rakyat China Terhadap Posisi Kedaulatan Indonesia (Studi Kasus pada Dinamika Konflik Klaim Wilayah Laut Cina Selatan). Aliansi: Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional, 2(1), 29–38.
Awan, S. H. (2023). South China Sea: The Chinese approach. Margalla Papers, 44–59.
Bateman, S. (2017). UNCLOS and its limitations as the foundation for a regional maritime security regime. Contemporary Southeast Asia, 39(1), 44–70. https://doi.org/10.1355/cs39-1c
Council on Foreign Relations. (2025, Januari 3). China’s maritime disputes. Retrieved Maret 6, 2025, from https://www.cfr.org/timeline/chinas-maritime-disputes
Fravel, M. T. (2020). China’s strategy in the South China Sea. Contemporary Southeast Asia, 42(1), 50–82. https://doi.org/10.1355/cs42-1c
Graham, E. (2013). Maritime security: An introduction. Routledge.
Handoko, Y., Wijaya, H. A., & Lestari, A. (2024). Metode penelitian kualitatif: Panduan praktis untuk penelitian administrasi pendidikan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Hedwards, B., Bird, L., & Traxl, P. (2023). Maritime people smuggling and its intersection with human trafficking in South and South East Asia. Global Initiative.
Koga, K. (2022). Four phases of South China Sea disputes 1990–2020. Palgrave Macmillan.
Laksmana, E. A. (2020). Indonesia’s maritime diplomacy in the Indo-Pacific: Strategic opportunities and challenges. Asia Policy, 15(1), 5–31. https://doi.org/10.1353/asp.2020.0001
Ningsih, R., & Santoso, B. (2022). Diplomasi pertahanan Indonesia di Laut China Selatan: Perspektif maritim. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 12(2), 145–162.
Nugraha, O. N. R. A. C. (2021). Geopolitik Laut Cina Selatan: Strategi diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas politik wilayah ASEAN. Jurnal Lemhannas RI, 9(4), 25–42.
Poling, G. B. (2021). The South China Sea in focus: Clarifying the limits of maritime security cooperation. Asia Maritime Transparency Initiative. Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Ratzel, F. (2013). The history of mankind. Geopolitics, 123–145.
Sari, I. N., Lestari, L. P., & Kusuma, D. W. (2022). Metode penelitian kualitatif. Unisma Press.
Storey, I. (2020). ASEAN and the South China Sea dispute: Recent developments and future prospects. ISEAS Perspective, 2020(58), 1–12.
Sucipto, A. (2021). Peran TNI AL dalam diplomasi pertahanan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Jurnal Hubungan Internasional, 9(2), 201–219.
Triadi, I., & Aretha, E. (2025). Dinamika Sengketa Laut China Selatan: Kepentingan Politik, Ekonomi, Dan Keamanan Regional. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(03 Juni), 3381–3388.
UNCTAD. (2024). International maritime trade. UNCTAD.
UNODC. (2024). Transnational organized crime in the Pacific: Expansion, challenges and impact. UNODC.
Copyright (c) 2025 Mulya Abadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






