Faktor-Faktor yang Menyebabkan Penyakit Infeksi Terhadap Stunting (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes)
Downloads
Stunting merupakan masalah kesehatan global yang berakar pada multifaktor, termasuk gizi, paparan infeksi, dan lingkungan WASH (water, sanitation, hygiene). Review ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas air minum dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan penelusuran Google Scholar dan PubMed (artikel berbahasa Indonesia/Inggris), menyaring studi observasional yang melaporkan paparan kualitas air (sumber, indikator mikrobiologi, praktik pengolahan/penyimpanan) dan/atau riwayat infeksi (diare, ISPA, cacingan) terhadap stunting (HAZ < –2 SD). Dari 16 artikel yang lolos seleksi, mayoritas menunjukkan bahwa sumber air tidak layak, kontaminasi mikrobiologis (mis. keberadaan E. coli), serta praktik pengolahan dan penyimpanan yang kurang aman berasosiasi dengan peluang stunting yang lebih tinggi; demikian pula frekuensi/kejadian infeksi berulang—terutama diare—secara konsisten berkaitan dengan pertumbuhan linear yang terhambat. Sebagian studi melaporkan temuan yang melemah setelah penyesuaian ganda (status sosioekonomi, asupan gizi), namun arah asosiasi tetap seragam. Keterbatasan utama meliputi dominasi desain potong lintang, heterogenitas pengukuran paparan dan luaran, potensi recall bias, serta penyesuaian faktor perancu yang belum memadai. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas air minum—melalui household water treatment, penyimpanan aman, dan perlindungan sumber—yang terintegrasi dengan pencegahan/penanganan infeksi (imunisasi, cuci tangan pakai sabun, sanitasi layak, deworming) dan intervensi gizi berpotensi menurunkan beban stunting; riset longitudinal dengan metrik kualitas air yang terstandar masih dibutuhkan untuk memperkuat kausalitas.
Cameron, L., Chase, C., Haque, S., Joseph, G., Pinto, R., & Wang, Q. (2021). Childhood stunting and cognitive effects of water and sanitation in Indonesia. Economics & Human Biology, 40, 100944. https://doi.org/10.1016/j.ehb.2020.100944
Amalina, A., Ratnawati, L. Y., & Bumi, C. (2023). Hubungan kualitas air konsumsi, higiene dan sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting (Studi case control pada balita stunting di Kabupaten Lumajang). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (JKLI), 22(1), 28–37. https://doi.org/10.14710/jkli.22.1.28-37
Baden, S. P. Z., Effendy, D. S., & Irma. (2025). Hubungan sanitasi lingkungan, personal hygiene, dan kecacingan dengan status gizi pada siswa sekolah dasar. Nursing Care and Health Technology, 5(1). https://doi.org/10.56742/nchat.v5i1.114
Cerlyawati, H., & Hartini, E. (2025). Studi analitik observasional: Pengaruh sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare pada balita stunting di Desa Kalongan, Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada tahun 2023. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (JKLI), 24(1), 68–74.
Desyanti, C., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan riwayat penyakit diare dan praktik higiene dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. Amerta Nutrition, 1(3). https://doi.org/10.20473/amnt.v1i3.6251
Feliyanti, Amallia, R. A. H. T., Antasari, R. R. R., & Yusfarani, D. (2024). Pengaruh sanitasi air bersih yang ditinjau dari keberadaan fecal coliform terhadap kejadian stunting. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (JKLI), 8(2).
Ferdinand, R., Oktavia, L., Sarwoko, S., & Suryawanshi, Y. (2025). Hubungan kualitas mikrobiologi dan kualitas fisik pada air minum terhadap kejadian stunting. Lentera Perawat, 6(1). https://doi.org/10.52235/lp.v6i1.428
Global Hunger Index (GHI). (2024). Global hunger index scores by 2024 GHI rank. https://www.globalhungerindex.org/ranking.html
Humphrey, J. H. (2009). Child undernutrition, tropical enteropathy, toilets, and handwashing. The Lancet, 374(9694), 1032–1035. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(09)60950-8
Irianti, S., Prasetyoputra, P., Dharmayanti, I., Azhar, K., & Hidayangsih, P. S. (2019). The role of drinking water source, sanitation, and solid waste management in reducing childhood stunting in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 344(1), 012009. https://doi.org/10.1088/1755-1315/344/1/012009
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2018). Buletin stunting. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2021). Buku saku hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) tingkat nasional, provinsi dan kabupaten tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2022). Keputusan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor HK.01.07/MenKes/1928/2022 tentang pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana stunting.
Luby, S. P., Rahman, M., Arnold, B. F., et al. (2018). Effects of water quality, sanitation, handwashing, and nutritional interventions on diarrhoea and child growth in rural Bangladesh (WASH Benefits): A cluster-randomised controlled trial. The Lancet Global Health, 6(3), e302–e315. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(17)30490-4
Maro, M. I., Satiti, I. A. D., & Angelina, Y. P. (2023). Hubungan riwayat ISPA dengan kejadian stunting pada balita. Media Husada Journal of Nursing Science, 4(3), 172–179.
Mayasari, E., Sari, F. E., & Yulyani, V. (2022). Hubungan air dan sanitasi dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. International Journal of Occupational Health and Medicine (IJOHM), 2(1).
Nolia, H., & Harnat, R. (2025). Analysis of sensitive interventions through drinking water supply and access to sanitation in accelerating the reduction of stunting in Sempung Polling Village, Lae Parira Subdistrict, Dairi Regency, 2023. Community and Public Health Innovation (ComPHI) Journal, 5(3), 247–254.
Nurdiansyah, I. L., Ramdhani, A., Rismayanti, E., & Adnan, Z. (2024). Analisis faktor yang mempengaruhi stunting anak usia 6–23 bulan di Tarogong Kaler. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 15(1).
Nurhayati, A., Wahyuniar, L., Suparman, R., & Badriah, D. L. (2022). Hubungan antara faktor air minum, sanitasi dan riwayat diare dengan stunting pada anak baduta di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang 2021. Journal of Health Research Science, 2(2). https://doi.org/10.34305/jhrs.v2i02.585
Nurjazuli, N., Budiyono, B., Raharjo, M., & Wahyuningsih, N. E. (2025). Kualitas air dan hubungannya dengan balita stunting di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia (JKLI), 24(1), 75–83. https://doi.org/10.14710/jkli.24.1.75-83
Purnamasari, R. D., Sartika, R. A. D., & Sudarti, T. (2022). Current intake and infection status were not good predictive factors of stunting among children aged 6–59 months in Babakan Madang Sub-District, Bogor District, West Java, Indonesia. Indonesian Journal of Public Health Nutrition, 2(2), 41–48. https://doi.org/10.7454/ijphn.v2i2.5387
Ratnawati, L. Y., Nafikadini, I., Ningtyias, F. W., Prasetyowati, I., & Bumi, C. (2024). Implementasi water, sanitation, and hygiene (WASH) keluarga baduta stunting di wilayah pertanian Kabupaten Jember. Ikesma Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 20(2). https://doi.org/10.19184/ikesma.v20i2.43772
Sefdiyanto, R., Pratiwi, B. A., Afriyanto, Y., & Yanuarti, R. (2024). Kualitas air minum rumah tangga dan stunting pada balita di Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 20(1). https://doi.org/10.19184/ikesma.v20i1.46570
United Nations Children's Fund (UNICEF). (2013). Improving child nutrition: The achievable imperative for global progress. UNICEF. http://www.unicef.org/publications/index.html
United Nations Children's Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO), & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2023 edition of the joint child malnutrition estimates. WHO.
Wardita, Y., Hasanah, L., & Rasyidah. (2023). Hubungan sumber dan pengolahan air minum terhadap kejadian stunting pada balita. Journal of Public Health, 6(2).
World Health Organization (WHO). (2001). Water quality: Guidelines, standards and health. WHO.
World Health Organization (WHO). (2019). Nutrition landscape information system (NLIS) country profile. WHO.
Copyright (c) 2025 Ida Fitria, Tri Joko, Mursid Raharjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






