Kinerja dan Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Program Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Cilacap

Authors

  • Bambang Maryoto Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Nurul Hidayat Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Dindy Darmawati Putri Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Yusuf Subagyo Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Lilik Kartika Sari Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v4i9.6990

Keywords:

Kinerja, Strategi Penguatan, Kelembagaan Kelompok Tani, Pupuk Bersubsidi, Kabupaten Cilacap

Abstract

Upaya peningkatan kesejahteraan petani menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya pengetahuan, keterampilan, sumber daya, motivasi, serta masalah kelembagaan. Salah satu program pemerintah untuk menjamin transparansi penyaluran pupuk bersubsidi adalah melalui kartu tani. Namun, banyak kelembagaan petani belum berfungsi optimal sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi dalam program ini. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kinerja dan strategi penguatan kelembagaan guna mendukung efektivitas program pupuk bersubsidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan program pupuk bersubsidi, kenerja kelembagaan kelompok tani dan strategi penguatan kelembagaan kelompok tani dalam program pupuk bersubsidi di Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kwantitatif dan kualitatif. Analisis yang dilakukan analisis matriks IFAS dan EFAS, dan analisis SWOT serta analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Cilacap berdasarkan jumlah petani bertransaksi dalam kategori baik yaitu 68,06 %, Kinerja kelembagaan kelompok kelompok tani dalam penerapan program pupuk bersubsidi termasuk dalam kategori baik dengan capaian 53,52%.  Faktor internal dan eksternal penerapan program pupuk bersubsidi berada pada kuadran I merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi kelompok tani yaitu kelompok memiliki kekuatan untuk memanfaatkan peluang dalam penguatan kelembagaan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Hasil analisis QSPM  diperoleh nilai TAS tertinggi yaitu 6,48 dengan strategi “Pengembangan “DATSUBEMA” (Data, Susun dan Tebus Bersama)”. Prioritas strategi ini adalah mengoptimalkan kekuatan kelompok tani dalam mentaati kesepakatan baik diinternal kelompok maupun ekternal untuk mengoptimalkan peluang bahwa Gabungan Kelompok Tani ditahun-tahun mendatang menjadi titik serah pupuk bersubsidi.

References

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan petani: Peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. Jurnal Sosiohumaniora, 7(2), 102–109. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v13i2.5753

Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.

Azwar, T. S., Noor, T. I., & Ernah. (2019). Analisis efisiensi usahatani padi sawah lahan rawa di Kabupaten Ciamis. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 5(2).

Firdaus, F., & Suharyon, S. (2019). Kinerja kelompok tani dalam sistem usahatani padi lahan rawa dan metode pemberdayaannya: Studi kasus pada kegiatan padi sawah di lahan sub optimal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi (JIITUJ), 3(2). https://doi.org/10.22437/jiituj.v3i2.8200

Firdaus, F., & Suharyon, S. (2019). Kinerja kelompok tani dalam sistem usahatani padi lahan rawa dan metode pemberdayaannya (Studi kasus pada kegiatan padi sawah di lahan sub optimal). Jurnal Penyuluhan Pertanian, 14(1), 32–41.

Handayani, W. A., Tedjaningsih, T., & Rofatin, B. (2019). Peran kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas usahatani padi. Jurnal AGRISTAN, 1(2).

Haryanto, Y., Rusmono, M., Aminudin, A., Purboingtyas, T. P., & Gunawan, G. (2022). Analisis penguatan kelembagaan ekonomi petani pada komunitas petani padi di lokasi food estate. Jurnal Penyuluhan, 18(2), 323–335. https://doi.org/10.25015/18202241400

Jabar, A. S., & Peribadi, P. (2017). Pranata dan kelembagaan sosial pada komunitas petani. Seminar IQRA.

Khairunnisa, K., S. A., & A. O. M. (2019). Penguatan kelembagaan petani padi dalam pengambilan keputusan adopsi teknologi IPB Prima. Jurnal Penyuluhan, 15(1), 45–56.

Mardikanto, T. (2015). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Mardikanto, T. (2016). Inovasi pertanian dan penyuluhan. UNS Press.

Nurcahyanto, M. (2013). Reliabilitas instrumen penelitian sosial. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 17(1), 45–57. https://doi.org/10.21831/pep.v17i1.1234

Nuryanti, S., & Swastika, D. K. S. (2016). Peran kelompok tani dalam penerapan teknologi pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 29(2), 115–128. https://doi.org/10.21082/fae.v29n2.2011.115-128

Putera, A., Madjid, R., & Mustamin, H. (2015). Peningkatan kesejahteraan petani melalui strategi penguatan kelembagaan ekonomi di Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 1(2).

Rangkuti, F. (2016). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Gramedia Pustaka Utama.

Riani, A. L. (2021). Peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama dan organisasi usaha tani. Jurnal Agrisep, 20(1), 55–64. https://doi.org/10.24815/agrisep.v20i1.12345

Sularno, S., Irawan, B., & Handayani, N. (2017). Analisis pelaksanaan kebijakan dan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Karawang Jawa Barat. Jurnal Agrosains dan Teknologi, 1(2), 73–87. https://doi.org/10.24853/jat.1.2.73-87

Wahyuni, D. (2017). Penguatan kelembagaan petani menuju kesejahteraan petani. Singkat, 9(17).

Downloads

Published

2025-09-04