Pengaruh Pelatihan Pendidik Proaktif terhadap Resiliensi pada Guru SD

Authors

  • Aprilia Mayang Tati Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia
  • Muhammad Hidayat Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia
  • Dian Kinayung Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v4i9.6951

Keywords:

Pelatihan guru, resiliensi, pendidik proaktif, guru sekolah dasar, softskills

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan "Pendidik Proaktif" terhadap peningkatan resiliensi pada guru sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 11 guru di SD Unggulan Muhammadiyah Lemahdadi. Data dikumpulkan menggunakan skala resiliensi psikologis berdasarkan tujuh aspek dari Reivich dan Shatte (2002) dengan perolehan skor koefisien reliabilitas sebesar ?=0,956 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor resiliensi dan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,005 dan 0,003 (p<0,05). Modul pelatihan juga divalidasi dengan nilai Aiken’s V rata-rata sebesar 0,952, yang menunjukkan validitas isi yang tinggi. Dengan demikian, pelatihan "Pendidik Proaktif" efektif dalam meningkatkan resiliensi guru sekolah dasar, khususnya dalam mengelola tekanan dan tantangan di lingkungan kerja.

References

Aisha, D. L. (2014). Hubungan antara religiusitas dengan resiliensi psikologis pada remaja di panti asuhan keluarga yatim muhammadiyah Surakarta. Naskah Publikasi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Akbar, Z., & Prastiwi, R. (2017). Resiliensi Diri Dan Stres Kerja Pada Guru Sekolah Dasar. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 6(2), 106–112. https://doi.org/10.21009/jppp.062.08

Apriani, F., & Listiyandini, R. A. (2019). Kecerdasan emosi sebagai prediktor resiliensi psikologis pada remaja di panti asuhan. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, https://doi.org/10.30996/persona.v8i2.2248 8(2),

Atamimi, N. (2016). Keterampilan Psikologis Model ”Bk Proaktif” Untuk Mengembangkan Karakter Dan Kepribadian Guru Sd Yang Humanis. Jurnal Pendidikan Karakter, 1, 13–22. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i1.8609

Ayu, N., & Wahyu, A. (2023). Kurangnya Guru Berkualitas dan Sistem Pendidikan yang Problematik. https://yoursay.suara.com/kolom/2023/05/03/083929/kurangnya-guru-berkualitas-dan-sistem-pendidikan-yang-problematik

Grotberg, E. H. (2001). Resilience programs for children in disaster. Ambulatory child health, 7(2), 75-83.

Heriyansyah, H. (2018). Guru Adalah Manajer Sesungguhnya Di Sekolah. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(01), 116–127. https://doi.org/10.30868/im.v1i01.218

Howard, S., Jhonson, B. (2002). Resilient Teachers: Resisting Stress and Burnout. Journal of Social Education, 7, 399-420. Psychology of Education, 7, 399-420.

Sailah, Ilah dkk., (2008). Pengembangan Soft Skills dalam Proses Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Akademik, Direktorak Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Muhmin, A. H. (2018). Pentingnya Pengembangan Soft Skills Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Forum Ilmiah, 15(2), 330–338.

Nasruddin, D., & Hariyanto, V. H. (2022). Mama Training: Pelatihan Emotional Intelligence Untuk Meningkatkan Self-Regulation Guru Sekolah Dasar. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 14(1), 55–68. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol14.iss1.art6

Nasution, S. M. (2011). Resiliensi: Daya pegas menghadapi trauma kehidupan. Medan: USU Press.

Putri, A. D., Ahman, A., Hilmia, R. S., Almaliyah, S., & Permana, S. (2023). Pengaplikasian Uji T Dalam Penelitian Eksperimen. Jurnal Lebesgue?: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika Dan Statistika, 4(3), 1978–1987. https://doi.org/10.46306/lb.v4i3.527

Rauf, Annisa. (2024). Pengaruh Dukungan Sosial Dan Self-Esteem Dengan Resiliensi Anggota POLRI Pada Satuan Reserse Kriminal (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Yogyakarta.

Reivich, K., & Shatté, A. (2002). The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life's inevitable obstacles. Broadway books.

Riyani, Y. (2012). Mempengaruhi Faktor-faktor Prestasi yang Belajar Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Jurusan Akutansi Politeknik Negeri Pontianak). Jurnal Eksos, 1(8), 19-25.

Sugara, G. S., Rahimsyah, A. P., & Muhajirin, M. (2024). Pelatihan Mental Sehat Untuk Pengembangan Resiliensi Guru. Kreativasi?: Journal of Community Empowerment, https://doi.org/10.33369/kreativasi.v3i1.34385 3(1), 77–88.

Sugiyono. (2011). “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”. Bandung: Alfabeta.

Sukmaningpraja, A., & Santhoso, F. H. (2018). Peran Regulasi Emosi terhadap Resiliensi pada Siswa Sekolah Berasrama Berbasis Semi Militer. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 2(3), 184. https://doi.org/10.22146/gamajop.36944

Yusuf, A. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. Prenada Media.

Zulfiati, H. M. (2005). Peran Dan Fungsi Guru Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 1(14), 2005–2008.

Downloads

Published

2025-09-20