Analisis Pengendalian Air Tak Berekening Berbasis Teknologi Melalui Pendekatan Integrasi Lean Six Sigma dan Total Quality Management di Perumda Air Minum Tirta Raharja

Authors

  • Ramdhan Purnama STIMIK LIKMI Bandung, Indonesia
  • Franciskus Antonius Alijoyo STIMIK LIKMI Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/jii.v4i9.6948

Keywords:

Air Tak Berekening, Lean Six Sigma, Total Quality Management, DMAIC, Teknologi SCADA-IoT-GIS, Pengendalian Kehilangan Air, PDAM

Abstract

Air Tak Berekening (ATR) masih menjadi isu strategis nasional karena berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan, operasional, hingga pendapatan di PDAM. Perumdam Tirta Raharja menghadapi permasalahan yang sama dengan angka Air Tak Berekening (ATR) sebesar 27,16% pada kinerja tahun 2023 dan masih perlu terus diturunkan agar menjadi 25% sesuai target RPJMN 2025-2029. Berbagai teknologi operasi yang terintegrasi seperti SCADA, IoT dan GIS dalam pemantauan SPAM-Zona-DMA nampaknya masih belum memberikan efektivitas secara signifikan terhadap penurunan ATR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian Air Tak Berekening (ATR) melalui integrasi teknologi dengan pendekatan Lean Six Sigma dan Total Quality Management (TQM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif evaluatif dengan pendekatan gap analysis, yang difokuskan pada identifikasi kesenjangan antara target ideal dan kondisi aktual di lapangan. Metodologi ini juga diperkuat dengan kerangka kerja DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control) sebagai dasar perbaikan proses, serta prinsip-prinsip Total Quality Management (TQM) yang bertujuan memperkuat budaya mutu organisasi sebagai penggerak utama dalam optimalisasi penggunaan teknologi. Hasil studi menunjukkan bahwa upaya pembentukan District Metered Area (DMA) belum dapat dijadikan solusi mutlak dalam pengendalian ATR karena masih terdapat beberapa zona distribusi yang belum dilakukan pemantauan untuk mengidentifikasi zona prioritas ATR. Selain itu, sistem manajemen alarm berbasis teknologi yang telah dikembangkan belum sepenuhnya juga dioptimalkan sebagai alat mitigasi dan respons dini terhadap potensi kehilangan air. Padahal, sistem ini dirancang untuk memperkuat budaya kerja responsif terhadap kondisi operasional di lapangan. Oleh karena itu, integrasi antara pendekatan DMAIC dan penguatan budaya mutu menjadi elemen penting dalam mendukung pencapaian target kinerja utama (KPI) perusahaan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi organisasi dalam merancang dan menerapkan pengendalian ATR yang lebih efektif di lingkungan Perumdam Tirta Raharja.

 

References

AlDairi et al., (2020). Management of Water Losses in Water Distribution Systems Using Lean Six Sigma Framework.https://www.emerald.com/books/oa-edited-volume/14500/chapter/85476991/Management-of-Water-Losses-in-Water-Distribution

Ardian et al., (2025). Strategi Penurunan Tingkat Kehilangan Air di Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpii/article/view/25821

Kementerian PU. Buku Kinerja BUMD Air Minum 2024. https://data.pu.go.id/sites/default/files/Buku%20Kinerja_Wilayah%202_2024.pdf

Buku Pegangan tentang Air Tak Berekening (NRW) untuk Manajer Buku Pegangan tentang Air Tak Berekening (NRW) untuk Manajer. https://www.adb.org/sites/default/files/publication/31157/guidebook-reduction-nonrevenue-water-id.pdf

Perumda Air Minum Tirta Raharja. Laporan Command Center Juni 2025

Athaya et al., (2023). Strategi Penurunan Non Revenue Water (NRW) melalui Analisis Neraca Air dan Indikator Kinerja NRW pada Jaringan Distribusi SPAM Cabang Karawang https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmtluntan/article/view/69033

Warton et al., (2024). Total quality management in the service sector: a case study in a water supply company. https://www.researchgate.net/publication/380845245_Total_Quality_Management_in_the_Service_Sector_A_Case_Study_in_a_Water_Supply_Company

Hatem et al., (2023). A new approach to assess non-revenue water and intervention prioritization in water distribution zones by using Geographic Information System technology. https://www.researchgate.net/publication/378473212_A_new_approach_to_assess_non-revenue_water_and_intervention_prioritization_in_water_distribution_zones_by_using_Geographic_Information_System_technology

Yogasara et al., (2023). Manajemen Proyek Lean and Agile: Mengukur Dampaknya Terhadap Keberhasilan Proyek. https://dinastirev.org/JIMT/article/view/1686

Six Sigma: A complete Step by Step Guide 2018

Kementerian PUPR 2018. Modul Air Tak Berekening Tahun 2018. https://openjicareport.jica.go.jp/pdf/12322426_01.pdf

Athaya et al., (2023). Strategi Penurunan Non Revenue Water (NRW) melalui Analisis Neraca Air dan Indikator Kinerja NRW pada Jaringan Distribusi SPAM Cabang Karawang. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmtluntan/article/view/69033?spm=a2ty_o01.29997173.0.0.65ccc921BQAy47

Bagus et al., (2022). Penerapan Jaringan Distribusi Sistem District Meter Area (DMA) SPAM Semarang Barat dalam Optimalisasi Penurunan Kehilangan Air Ditinjau dari Aspek Teknis dan Finansial (Studi Kasus : Area Pelayanan Reservoir Manyaran 1)

Peraturan daerah kabupaten bandung nomor 5 tahun 2019 tentang perusahaan umum daerah air minum tirta raharja. https://peraturan.bpk.go.id/Details/110777/perda-kab-bandung-no-5-tahun-2019

S. Alvisi et al., (2014). A procedure for the design of district metered areas in water distribution systems.

Bagian distribusi dan ATR (2025), “Laporan Perkembangan DMA 2025 , Perumdam Tirta Raharja 2025”.

Farley, M., & Liemberger, R. (2004), “Developing a Non-Revenue Water Reduction Strategy Part 2: Planning and Implemen

Downloads

Published

2025-09-08