Teknik Komunikasi Persuasif Yesus dalam Konseling Pastoral: Studi pada Yohanes 4:1-42
Main Article Content
Pelayanan pastoral konseling bertujuan untuk membantu konseli dalam memahami permasalahan yang dihadapi serta mencapai pemulihan melalui komunikasi yang efektif. Salah satu bentuk komunikasi yang efektif dalam pelayanan pastoral adalah komunikasi persuasif, yang bertujuan untuk mengubah pandangan, sikap, dan keyakinan konseli. Penelitian ini mengkaji penggunaan komunikasi persuasif oleh Yesus kepada perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-42, dengan fokus pada teknik-teknik komunikasi yang digunakan untuk membimbing perempuan tersebut menuju pemahaman dan pemulihan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan tiga teknik utama dalam komunikasi persuasif: teknik integrasi (empati), teknik ganjaran, dan teknik tataan. Melalui teknik ini, Yesus berhasil mengatasi hambatan sosial, psikologis, dan spiritual yang dialami perempuan Samaria, sehingga mengarah pada perubahan positif dalam sikap, pandangan, dan keyakinannya. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang aplikasi komunikasi persuasif dalam pelayanan pastoral kontemporer, di mana teknik komunikasi yang tepat dapat membantu konseli dalam menghadapi permasalahan pribadi dan memperbaiki relasi mereka dengan Tuhan.
Brek, Y. (2020). Kepekaan Pastoral Konseling bagi Pelayan Gereja Kontemporer. POIMEN?: Jurnal Pastoral Konseling, V.1 No 2. https://doi.org/https://doi.org/10.51667/pjpk.v1i2.338
Budiman, S., & Harming, H. (2021). Strategi Pemecahan Masalah Pelayanan Pastoral Kontekstual Berdasarkan Yohanes 4:1-26 dan Pemuridan Masa Kini. IMMANUEL: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 58–70. https://doi.org/10.46305/im.v2i1.26
Effendy, O. U. (2009). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. PT Remaja Rosdakarya Offset.
GP, H. (2023). Teologi Pastoral. Andi.
Gulo, A. Y. (2020). Berilah Aku Minum: Mengungkap Makna Dialogis Yesus Dengan Perempuan Samaria Berdasarkan Yohanes 4:7b. Integritas: Jurnal Teologi, 2(2), 177–187. http://journal.sttjaffrayjakarta.ac.id/index.php/JI
Hegelberg, D. (n.d.). Alkitab Sabda?: Tafsiran Alkitab Hegelberg. YLSA. https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=43&chapter=4&verse=4
Hendry, M. (2007). Tafsiran Mattew Hendry?: Matius. Momentum.
Herdiyan, M., & Gumelar, G. (2013). Psikologi Komunikasi dan Persuasi. Akademia Permata.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya Offset.
Pfeiffer, C. F., & Harrison, E. F. (2020). Tafsiran Alkitab Wycliffe Volume 3 Perjanjian Baru. Gandum Mas.
Sintani, L. B., & Kusmidar, H. (2024). KOMUNIKASI DALAM KONSELING PASTORAL BAGI PENDETA SEBAGAI SEORANG KONSELOR DI JEMAAT GKE BETLEHEM PONTIANAK. 1(1), 36–47.
Steven, T. (2020). Makna Konseling dalam Kitab Suci. POIMEN?: Jurnal Pastoral Konseling, V.1 No 2. https://doi.org/https://doi.org/10.51667/pjpk.v1i2.337
Sujarweni, V. W. (2023). Metode Penelitian (Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami). Pustaka Baru Press.
Sukendar, Y. (2019). Perjalanan Iman Wanita Samaria (Yoh 4:1-42). SAPA Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 4(1), 14–24.
Suryana, A. (2019). Konsep-konsep Dasar Komunikasi Persuasif. Universitas Terbuka Tangerang Selatan. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/SKOM432603-M1.pdf
Susabda, Y. B. (2012). Pastoral Konseling Jilid 1. Gandum Mas.
YLSA. (n.d.). Alkitab Sabda?: Tafsiran Alkitab Mattew Hendry (1662-1714). https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=43&chapter=4&verse=4
Yosia, A. (2022). Belajar Berdialog dari Yesus: Kajian Reflektif-Eksploratif dari Yohanes 4:7-21 Mengenai Perjumpaan Antariman. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 21(1), 79–94. https://doi.org/10.36421/veritas.v21i1.536
