Perubahan Fungsi Taman Kota Sebagai Bentuk Spatio-Temporal di Kota Bandung, Studi Kasus : Taman Tegalega
Downloads
Berkembangnya Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat perlu ditopang juga dengan peningkatan kualitas hidup, sehingga salah satu caranya adalah dengan dibuat sarana prasarana berupa taman kota yang mampu meningkatkan kualitasi hidup masyarakatnya. Taman Tegalega adalah salah satu taman kota yang didalamnya terdapat fenomena spatio-temporal. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana bentuk fenomena spatio-temporal yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan pengumpulan data kemudian pengolahan data. Objek dibagi menjadi 4 bagian (parkiran barat, area tugu dan lampion, area sekitar kolam renang, dan area tribun). Hasil penelitian menunjukan bahwa diantara keempat bagian, hanya area tribun yang tidak terdapat fenomena spatio-temporal. Di area lain terdapat fenomena spatio-temporal yang beragam, seperti contoh parkiran barat berupa pasar malam, area tugu berupa pasar minggu, dan area sekitar kolam renang berupa pasar tumpah yang terjadi di pagi hari.
Copyright (c) 2025 A. Vhetir Tegar Buana Sejati Mujahid Heryanto Heryana, Hartanto Budiyuwono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





