UJI DAYA HASIL BENIH PENJENIS BERBAGAI VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DESA KEMANTREN KECAMATAN KEDUNGTUBAN KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH

Main Article Content

Dwi Yadi Nurhuda Madani
Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia
Syarif Husen
Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia
Aniek Iriany
Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia
Erny Ishartati
Universitas Muhammadiyah Malang
Muhidin Muhidin
Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia




Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji pertumbuhan dan daya hasil beberapa varietas tanaman kedelai yang ditanam pada lahan sawah tadah hujan bekas lahan tanam tanaman padi. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2023 di lokasi berbeda di Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Penelitian ini mengubah benih penangkar menjadi benih tumpuan dalam mempelajari tanaman kedelai, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 kelompok ulangan tanam kedelai. Benih kedelai yang digunakan selama penelitian terdiri dari beberapa varietas yang diuji. Varietas tanaman kedelai yang digunakan antara lain 1) varietas Denasa-1; 2) Varietas Denasa-2; 3) Varietas Deja-1; 4) Variasi Deja-2; 5) Varietas Argomulyo; 6) Varietas Detam-1; 7) Varietas Dena-1; 8) Variasi tetap; dan 9) Varietas Devon-1. Seluruh bibit tanaman ditanam pada bedengan yang telah disiapkan di lahan sawah tadah hujan di Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tanaman kedelai yang ditanam pada lahan sawah tadah hujan mempunyai pengaruh terhadap hasil tanaman. Pertumbuhan yang mempengaruhi tanaman kedelai antara lain: tinggi tanaman; jumlah daun dan persentase pertumbuhan. Variabel hasil yang mempunyai pengaruh nyata terhadap tanaman kedelai antara lain: bobot 100 biji; bobot petak bibit dan bobot bibit hektar. Variabel hasil tidak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap tanaman kedelai antara lain: polong tanaman dan jumlah bibit tanaman. Penanaman kedelai di lahan sawah tadah hujan yang mempunyai hasil tertinggi terdapat pada varietas Deja 2 mempunyai interval hasil rata-rata 3,3 ton/ha dan varietas Detam 1 mempunyai interval hasil rata-rata 3,4 ton/ha. Yang terendah pada varietas Denasa 1 mempunyai rata-rata selang hasil 1,18 ton/ha dan varietas Deja 1 mempunyai rata-rata selang hasil 1,32 ton/ha. Dari penelitian ini terlihat dari 9 varietas yang diuji, varietas kedelai Detam 1 mempunyai hasil yang baik ditanam di sawah tadah hujan. Kedelai varietas Denasa 1 memiliki hasil yang rendah dibandingkan varietas lain yang ditanam di sawah tadah hujan.






Keywords: Sawah Tadah Hujan, Kedelai, Uji Daya Hasil.