STRATEGI PENANGANAN KONFLIK SOSIAL TAMBANG EMAS PT. BSI DI WILAYAH HUKUM POLRES BANYUWANGI

Main Article Content

Nanda Priyambada
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Perkembangan industri pertambangan berkaitan erat dengan perubahan lingkungan. Keberadaan kegiatan pertambangan pada tahapan selanjutnya menjadi pemicu munculnya beragam konflik. Seperti konflik yang terjadi pada Warga Dusun Pancer, Banyuwangi mengalami luka tembak setelah terlibat bentrok dengan anggota polisi. Bentrok dipicu aksi unjuk rasa dan penolakan warga terkait aktivitas tambang emas PT. Bumi Suksesindo (BSI) di kawasan Gunung Tumpang Pitu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi penanganan konflik sosial yang terjadi di tambang emas PT. BSI di wilayah hukum Polres Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan yang diperoleh melalui eksplorasi jurnal, buku dan informasi lain yang relevan di Google dan Google Schoolar. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penolakan masyarakat terhadap kegiatan tambang disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap sosialisasi, perasaan bahwa lingkungan mereka terancam, dan keraguan terhadap manfaat yang akan mereka peroleh. Konflik semacam ini menekankan pentingnya memahami kondisi sosial, politik, dan budaya masyarakat sekitar dalam operasional pertambangan. Upaya penanganan konflik dapat dilakukan melalui sosialisasi yang tepat, tanggung jawab sosial perusahaan, dan peran aktif pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan.


Keywords: Penanganan konflik, Sosial, Tambang Emas