Burnout Pegawai dalam Perspektif Resiliensi Psikologis di Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia

Main Article Content

Hepton Graito Fidei Simanulang
Universitas Kristern Satya Wacana, Jawa tengah
Sutarto Wijono
Universitas Kristern Satya Wacana, Jawa tengah

Tujuan: Dengan begitu, pegawai mendapatkan tekanan, mulai dari banyaknya jadwal kegiatan online yang seharusnya dilakukan secara onsite, menerima banyak laporan pengaduan, ditambah kewajiban diluar pekerjaan yang semakin menekan waktu istirahat pegawai. Dengan begitu, peneliti tertarik untuk mengetahui kemampuan resiliensi pegawai dalam menghadapi kelelahan kerja/burnout. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang pegawai BKPSDM bidang Pengembangan dan DIKLAT ketiga subjek dapat dikatakan memiliki kemampuan tingkatan burnout yang cenderung rendah. Hasil: Hal ini dilihat dari pengambilan skoring skala Maslach Burnout Inventory MBI – 9 serta hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti. Kondisi kerja di kantor BKPSDM yang cenderung padat tidak menunjukkan tingkatan burnout yang tinggi. Kerjasama dan jalinan komunikasi yang baik cenderung membantu pegawai dalam menghadapi tanggung jawab tersebut. Resiliensi yang ditunjukkan oleh ketiga subjek memiliki tingkatan yang cukup stabil dan tidak berbeda signifikan antara 1 subjek dengan yang lainnya. Kesimpulan: Ketiga subjek dapat dikatakan memiliki kemampuan tingkatan burnout yang cenderung rendah. Kondisi kerja di kantor BKPSDM yang cenderung padat tidak menunjukkan tingkatan burnout yang tinggi. Kerjasama dan jalinan komunikasi yang baik cenderung membantu pegawai dalam menghadapi tanggung jawab tersebut


Keywords: Burnout, Resiliensi, BKPSDM