Bahasa Representasi Perilaku Kongkrit yang Tersembunyi

Main Article Content

Ahmad Syukron
Universitas Jember, Jawa Timur
Muji Muji
Universitas Jember, Jawa Timur

Tujuan: Akibat ini penutur bahasa tertentu memanfaatkan untuk kepentingan pribadinya agar tidak mudah dikenali orang. Tetapi, perlu dicatat dan diingat ujaran yang tidak wajar atau tidak patut diekspose rata-rata menjadi catatan ingatan yang tidak mudah dilupakan. Metode: Terkait dengan persoalan yang dipermasalahkan dalam kajian ini tentang ujaran (tindak bahasa/bahasa), desain penelitian yang dipilih adalah kualitatif. Sumber data didapat dari media sosial. Data terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik evaluatif – argumentative. Hasil: Ujaran sengaja diekspose, sebab penutur mempunyai rasa benci kepada mitra/pihak lain yang tidak/kurang seide dengannya. Data ditemukan dalam media suara.com. Perilaku ini bukan ingin menjadi sponsor untuk menjadi teladan, tetapi berhati-hati dan teliti dalam bertindak/berperilaku adalah cermin budi pekerti yang terpuji. Kesimpulan: Rusaknya moral kepribadian menjadi salah satu indikasi, pelaku kerusakan adalah orang atau kelompok orang yang tidak beriman dan tidak berakal sehat. Walau diri mereka bertopeng dengan beraneka wujud wajah dan berbaju dengan beraneka motif, perihal itu tidak dapat dijadikan jaminan untuk menguji kesucian, kemurnian, dan kejujuran perilaku seseorang


Keywords: Pikiran, bahasa, perilaku