Evaluasi Kegagalan dan Perbaikan Lereng Galian Tanah Pasir Kelempungan Pada Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai KM 23+175 S.D 23+375
Main Article Content
Pembangunan jalan tol sering menghadapi permasalahan geoteknik, salah satunya longsoran pada Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai KM 23+175 s.d 23+375 sisi B yang tersusun oleh tanah pasir kelempungan konsistensi lepas hingga medium dan telah diperbaiki dengan shotcrete, soil nailing, horizontal drain, serta median concrete barrier. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi mekanisme kegagalan lereng, mengevaluasi efektivitas desain perbaikan menggunakan Geostudio Slope/W dengan metode konvensional dan pendekatan crack soil, serta membandingkan berbagai alternatif penanganan untuk meningkatkan stabilitas lereng jangka panjang. Pemodelan dilakukan dengan memvariasikan kedalaman muka air tanah (-12m dan -15m) dan pendekatan crack soil untuk mengidentifikasi kondisi paling kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi muka air tanah kedalaman -12m dan asumsi crack soil menghasilkan angka keamanan paling kritis (<1,00), sementara evaluasi alternatif penanganan menyimpulkan bahwa pengendalian muka air tanah melalui subdrain merupakan upaya paling signifikan dalam meningkatkan stabilitas. Evaluasi pada konstruksi perbaikan terbangun menunjukkan lereng dalam kondisi stabil, namun tidak seluruhnya memiliki angka keamanan yang sama; pada kondisi muka air tanah tinggi, stabilitas menurun drastis ke angka 1,12–1,25, yang teridentifikasi di lapangan melalui rembesan air dari retakan shotcrete saat cuaca cerah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan subdrain, penutupan retakan shotcrete, pemasangan instrumen pemantauan (inclinometer dan patok geser), serta pembangunan saluran permukaan untuk menjamin stabilitas jangka panjang..
Das, B. M. (2016). Principles of Geotechnical Engineering (9th ed.). Cengage Learning.
Geoengineer.org. (2021a). Slope Stability: The Janbu Method. https://www.geoengineer.org/education/slope-stability/slope-stability-the-janbu-method
Geoengineer.org. (2021b). Slope Stability: The Spencer Method of Slices. https://www.geoengineer.org/education/slope-stability/slope-stability-introduction-to-the-method-of-slices
Goyal, A., & Shrivastava, A. K. (2024). A Novel Heuristic and Tunicate Centered ANFIS and RCCRD Optimization for Soil Nailing Using a Numerical Approach. Soil Dynamics and Earthquake Engineering, 176, 108289. https://doi.org/10.1016/j.soildyn.2023.108289
Institution, B. S. (2011). BS 8006-2:2011 Code of practice for strengthened/reinforced soils Part 2: Soil nail design. The British Standards Institution.
Khan, M. I., & Wang, S. (2021). Slope Stability Analysis to Correlate Shear Strength with Slope Angle and Shear Stress by Considering Saturated and Unsaturated Seismic Conditions. Applied Sciences, 11(10), 4568. https://doi.org/10.3390/app11104568
Lazarte, C. A., Robinson, H., Gómez, J. E., Baxter, A., Cadden, A., & Berg, R. (2015). FHWA-NHI-14-007 Geotechnical Engineering Circular No. 7 Soil Nail Walls - Reference Manual. U.S. Department of Transportation Federal Highway Administration.
Maulana, R., & Agustina, D. H. (2024). Analisis Stabilitas Lereng dan Alternatif Perkuatan Soil Nailing pada Ruas Jalan Lingkar Serasan Kabupaten Natuna. Sigma Teknika, 7(1), 222–232.
Mohamed, M. H., Ahmed, M., Mallick, J., & AlQadhi, S. (2023). Finite Element Modeling of the Soil-Nailing Process in Nailed-Soil Slopes. Applied Sciences, 13(4), 2139. https://doi.org/10.3390/app13042139
Moradi, M., Pooresmaeili Babaki, A., & Sabermahani, M. (2020). Effect of Nail Arrangement on the Behavior of Convex Corner Soil-Nailed Walls. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 146(5), 4020026. https://doi.org/10.1061/(ASCE)GT.1943-5606.0002235
Prasad, N. B. (2017). Landslides-Causes & Mitigation. Research Gate.
Rahardjo, H., Hritzuk, K., Leong, E., & Rezaur, R. (2003). Effectiveness of horizontal drains for slope stability. Engineering Geology, 295–308.
Ramteke, P. C., & Sahu, A. K. (2023). Enhancing Soil Slope Stability by Soil Nailing: A Comprehensive Review. Zeitschrift Der Deutschen Gesellschaft Für Geowissenschaften, 174, 729–744.
Sabatini, P. J., Pass, D. G., & Bachus, R. C. (1999). FHWA-IF-99-015 Geotechnical Engineering Circular No. 4 Ground Anchors and Anchored Systems. U.S. Department of Transportation Federal Highway Administration.
Setiawan, L. C., Sentosa, G. S., & Iskandar, A. (2018). Analisis Stabilitas Lereng Batuan Dengan Metode Perkuatan Ground Anchor dan Soil Nailing di Labuan Bajo, NTT. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 1(1), 102. https://doi.org/10.24912/jmts.v1i1.2247
Simorangkir, M. E., & Suhendra, A. (2020). Studi Pengaruh Kemiringan, Jarak, dan Panjang Soil Nailing Terhadap Stabilitas Lereng. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 3(3), 722–732. https://doi.org/10.24912/jmts.v3i3.8754
Standyarto, A. N., Prayitno, A. Y., & Prayitno, D. (2023). Stabilisasi Lereng dengan Aplikasi Soil Nailing pada Area Galian Dalam dan Kemiringan Curam. Jurnal Jalan-Jembatan, 40(2), 104–113.
Umum, D. P. (1987). SKBI-2.3.06 Petunjuk Perencanaan Penanggulangan Longsoran. Yayasan Badan Penerbit PU.
Yakin. (2022). Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Soil Nailing Dikombinasikan dengan Macmat HS dan Shotcrete Menggunakan Metode Numerik Plaxis 2D. Jurnal Serambi Engineering, 7(2). https://doi.org/10.32672/jse.v7i2.4066
