Evaluasi Kegagalan dan Perbaikan Lereng Galian Tanah Pasir Kelempungan Pada Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai KM 23+175 S.D 23+375

Stabilitas lereng Geostudio Perbaikan Lereng Muka Air Tanah Crack Soil

Authors

July 29, 2026

Downloads

Pembangunan jalan tol sering menghadapi permasalahan geoteknik, salah satunya longsoran pada Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai KM 23+175 s.d 23+375 sisi B yang tersusun oleh tanah pasir kelempungan konsistensi lepas hingga medium dan telah diperbaiki dengan shotcrete, soil nailing, horizontal drain, serta median concrete barrier. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi mekanisme kegagalan lereng, mengevaluasi efektivitas desain perbaikan menggunakan Geostudio Slope/W dengan metode konvensional dan pendekatan crack soil, serta membandingkan berbagai alternatif penanganan untuk meningkatkan stabilitas lereng jangka panjang. Pemodelan dilakukan dengan memvariasikan kedalaman muka air tanah (-12m dan -15m) dan pendekatan crack soil untuk mengidentifikasi kondisi paling kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi muka air tanah kedalaman -12m dan asumsi crack soil menghasilkan angka keamanan paling kritis (<1,00), sementara evaluasi alternatif penanganan menyimpulkan bahwa pengendalian muka air tanah melalui subdrain merupakan upaya paling signifikan dalam meningkatkan stabilitas. Evaluasi pada konstruksi perbaikan terbangun menunjukkan lereng dalam kondisi stabil, namun tidak seluruhnya memiliki angka keamanan yang sama; pada kondisi muka air tanah tinggi, stabilitas menurun drastis ke angka 1,12–1,25, yang teridentifikasi di lapangan melalui rembesan air dari retakan shotcrete saat cuaca cerah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan subdrain, penutupan retakan shotcrete, pemasangan instrumen pemantauan (inclinometer dan patok geser), serta pembangunan saluran permukaan untuk menjamin stabilitas jangka panjang..