The Principle of Equality Before the Law for Rape Victims of Persons with Dual Sensory Disabilities in Criminal Law Perspective
Downloads
The principle of equality before the law is fundamental to ensuring justice in any legal system. In Indonesia, however, individuals with dual sensory disabilities, particularly those who are victims of sexual violence, often face discrimination and unequal treatment within the judicial process. This study explores the application of this principle in cases involving rape victims with dual sensory disabilities, addressing how these individuals often encounter challenges in accessing justice due to their communication difficulties. The research uses a normative juridical approach, reviewing existing legal frameworks, including Law Number 8 of 2016 on Persons with Disabilities, and relevant international conventions. Through literature study and case analysis, this research finds that while Indonesia’s legal framework provides for equal treatment under the law, persons with dual sensory disabilities still face barriers such as inadequate legal accommodations and discriminatory practices by law enforcement. The study highlights the need for comprehensive reforms, including better training for law enforcement and the provision of specific accommodations for individuals with sensory impairments. The implications of this research are crucial for ensuring that rape victims with dual sensory disabilities receive the same legal protections as any other individual, fostering a more inclusive legal system that guarantees equal rights for all citizens.
Afdal Karim, M. (2018). Implementasi kebijakan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kota Makassar. Goverment; Jurnal Ilmu Pemerintahan, 11(2).
Akbarizan, R., Ardiyanto, Y., & Elmayanti. (2024). Pengaturan perlindungan hukum bagi wanita gangguan jiwa yang menjadi korban tindak pidana kesusilaan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(20).
Ananda, R. D., & Galuh, M. T. R. (2024). Kebijakan pemerintah dalam menjamin kesetaraan aksebilitas dan perlindungan hukum pemenuhan hak kesehatan penyandang disabilitas. Reformasi Hukum, 28(2), 146.
Bandung Bergerak. (n.d.). Suara setara: Pelaku kekerasan seksual pada warga difabel kerap lolos karena kesaksian yang kurang valid atau sistem hukumnya tidak inklusif. https://bandungbergerak.id/article/detail/15577/suara-setara-pelaku-kekerasan-seksual-pada-warga-difabel-kerap-lolos-karena-kesaksian-yang-kurang-valid-atau-sistem-hukumnya-tidak-inklusif
Bayu Saputro, M., Surbakti, N., & Wardiono, K. (2020). Perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas korban tindak pidana asusila; Studi di Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB). Jurnal Jurisprudence, 10(1).
Dede Kania. (2022). Hak asasi manusia dalam realitas global. Manggu Makmur Tanjung Lestari.
Dwi Putranti, Charis, C., & Pudjiarti, S. (2022). Problematik aksebilitas pemilih penyandang disabilitas sensorik pada pemilihan umum Wali Kota Semarang Tahun 2020. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia, 1(3).
Edwar, Faisal, A. R., & Dahlan, A. (2019). Kedudukan notaris sebagai pejabat umum ditinjau dari konsep equality before the law. Jurnal Hukum & Pembangunan, 49(1).
Fernando, J. J. (n.d.). Perlindungan hukum terhadap anak disabilitas korban tindak pidana perkosaan.
Gita, K., Randang, B., & Taroreh, F. (2021). Perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas menjadi korban kekerasan. Lex Administratum, IX(2).
H. Ishaq. (2022). Hukum pidana. Rajawali Pers.
Katada. (n.d.). Polda NTB siap buka kembali kasus pemerkosaan penyandang disabilitas di Bima. https://katada.id/polda-ntb-siap-buka-kembali-kasus-pemerkosaan-penyandang-disabilitas-di-bima/?
Kurniawati, D., Parman, L., & Ufran. (2022). Perlindungan hak korban penyandang disabilitas dalam penuntutan perkara pidana. Indonesia Berdaya, 3(4).
Mamluatil Hikmah, M. (2025). Perlindungan hak-hak hukum perempuan penyandang disabilitas mental korban rudapaksa. Jurnal Hukum Indonesia, 4(1).
Melissa Walukow, J. (2013). Perwujudan prinsip equality before the law bagi narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Lex et Societatis, 1(1).
Muridi Zham-Zham, L., Lutfianidha, R., Kemalasari, E., & Touwil, F. A. (2023). Keberlakuan asas equality before the law pada praktik peradilan di Indonesia. Jurnal Lawnesia, 2(1).
Paruntu, K., Anis, H., & Mamesah, L. (2023). Penerapan kebijakan hak aksesibilitas dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas di Indonesia. Lex Privatum, XII(2).
Rantau Itsari, E. (2020). Perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas di Kalimantan Barat. Integralistik, 32(2).
Reynalda Ria, V., Amalo, & Nikolas, M. (2023). Analisis kriminologi pemerkosaan terhadap perempuan penyandang disabilitas tunawicara di Desa Warupele I, Kabupaten Ngada. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 03(02).
Safana, A., Putra, M. E., Bariah, C., & Nasution, M. (2024). Penerapan prinsip equality before the law dalam perlindungan hak asasi manusia (HAM) terkait khalwat jinayah yang berlaku di Aceh. Journal of Science and Social Research, VII(3).
Undang-Undang Dasar 1945.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi Korban.
Copyright (c) 2025 Yedi Rizki Anugrah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






